Aku dan Sisi Terliarku (Male Version)

No comment 2451 views

Aq Erlangga Dinata biasa di panggil angga usia ku kini 26 tahun,asal bogor. Aq sudah malang melintang di dunia hiburan tanah air di usiaku yang ke 18tahun aku nekat mengadu nasib di Jakarta, manggung di kafe-kafe hingga akhirnya mulai masuk televisi. Setahun

terakhir, Aku dipercaya sebuah stasiun televisi menjadi

host sebuah acara talk show. Tak disangka, rating

acara tersebut melonjak tinggi. Hal tersebut terjadi

karena sesungguhnya aku bukan hanya bisa melawak mungkin lebih tepat disebut aktor, seperti halnya Rowan Atkinson alias Mr Bean. Ia tidak melawak, tapi berakting sebagai pelawak hingga orang yang

menontonnya tertawa,di talk show itu aku justru menunjukan kemampuan berakting dan berkomunik ku benar benar ku kerahkan,aku bisa membuat bintang tamuku tertawa terbahak bahak, menitikkan air mata

bahkan menangis tersedu-sedu. Dan aku selalu mensurvey sendiri bintang tamu yang akan aku wawancara. Bagaimana sifat bintang tamunya, apa yang mereka sukai, apa yang mereka benci, siapa yang paling mereka sayangi, siapa musuh mereka, riwayat hidup mereka, bahkan kadang sampai ukuran celana dalam mereka pun menjadi info yang berharga untuk

membuat bintang tamunya benar-benar menjadi “bintang”. Walhasil banyak penonton yang menyukai acaraku , dan bintang tamunya menjadi terangkat pula popularitasnya. Jujur saja aku agak menjadi pemilih terhadap bintang tamu untuk acara ku.

Aku menjadi berkuasa penuh atas acara tersebut, bahkan mengalahkan kuasa sang Pengarah Acara.Aku menentukan kapan musik dimainkan, hingga kapan jeda iklan bisa dilakukan.

Malam itu sekitar pukul

22:00 aku yang baru

selesai syuting acara ku.dan baru selesai briefing dengan para tim kreatifnya.ketika itu aku mendadak lapar dan akan segera meninggalkan studio,namun asisten pribadi ku Jessika,menghampiriku.

”Maaf Pak angga, ini ada tamu satu lagi. Dia Shania Kapten jkt48 ingin bertemu Bapak. Gimana

Pak apa mau ditemui? Dia sudah menuggu dari jam

tujuh tadi,” ujar Jessika. ”Halah, aku capek Jess. Lapar lagi. Suruh besok aja

lah datang lagi. Aku mau makan sekarang. Ok Jess,

ngerti kan?” jawab Ku sambil sibuk

membereskan tas laptopku dan mengambil kunci

mobil ku , tidak sedikitpun aku menoleh ke Jessika.Jessika mengerti jika aku sudah menolak, sebaiknya tidak dibantah. Sebab aku bisa langsung

marah-marah membentaknya, bahkan di hadapan kru sekalipun

“Ba…baik Pak, saya akan beritahukan Kepadanya agar ia datang lagi besok, permisi Pak,” jawab Jessika sambil akan meninggalkan ku. Namun mendengar nama yang tidak biasa tersebut, hati ku tergugah. Aku penasaran

seperti apa orangnya Shania itu.

“Yang mana orangnya Shania itu Jess?” tanya ku

“Itu Pak, yang duduk di berdiri di dekat pintu keluar, memakai baju putih,”jawab

Jessika sambil menunjuk ke arah shania.jujur aku langsung terpesona melihat gadis manis,cantik tinggi dan berkulit mulus. Shania menggunakan rok selutut sehingga memamerkan bulat betis putihnya.”Oke, kamu pulang aja. Biar saya yang ketemu

langsung dengan shania,” perintah ku pada Jessika. Keindahan tubuh shania berhasil menarik perhatian Ku.

“Selamat malam Pak angga,” sapa shania ketika Aku melewatinya menuju pintu keluar.aku pura-pura tak sadar bahwa dy sudah menunggu ku.

“Eh selamat malam,Ada apa ya? Kamu ini siapa?” balas ku . “Saya Shania pak , saya kapten jkt48 yang baru saya bermaksud minta sedikit waktu Pak angga

kalau Bapak tidak keberatan. Sebentaaaar saja pak ” Shania memelas sambil mengeluarkan

senyum termanisnya.

“Aduh dik jgn panggil pak saya masih muda dan, saya capek syuting seharian. Sekarang lapar lagi. Lain waktu aja ya …” Akupun berakting jual mahal, padahal di dalam hariku senyum shania itu merupakan senyum

terindah yang pernah ku lihat”

Aduh pak eh kak, maaf kalau ternyata kak angga sudah lelah.Tapi Kak kalau kak angga lapar mungkin saya bisa temani kakak makan. Kakak mau makan di mana?

Mungkin kita bisa makan bersama,” rayu nya kepada ku .mungkin dy

sudah bete menunggu dari jam tujuh.aku memasang muka terganggu dengan kehadiran shania, tapi akhinya aku menghela napas panjang tanda menyerah.

”Baiklah, kamu ikut mobilku saja. Aku ada tempat makan kesukaanku,” jawab ku sambil tetap

berjalan ke mobil. Shania pun mengikuti dari belakang.Ke mobil sport lamborgini huracan milik ku,kita duduk berdua dalam mobil.”saya harus panggil kamu apa” tanya ku agar sedikit akrab “tersera kakak saja,adik dek kuga boleh” jawab ny kemudian shania pun berusaha mencairkan suasana dengan obrolan-obrolan berisi pujian

terhadap prestasi ku, sambil sesekali mempromosikan grupnya. Pada dasarnya shania memang pintar dan handal. Namun yang paling menarik bagi Ku sebenarnya adalah leher jenjang shania yang mulus, serta tonjolan kembar di bagian depan blusnya . Akhirnya kami makan di sebuah restoran di Jaksel.aku memesan satu porsi sate kambing, lengkap dengan tongsengnya, sementara shania

lebih memilih sushi. Sementara aku melahap

Makananku , shania pun tak henti membujuk ku supaya mau menerima grupnya untuk tampil

di acara talk show milik ku .aku hanya mengangguk, atau bilang oke, atau bilang semua bisa diatur, tanpa

memberikan kepastian.aku pun

sedang memikirkan sesuatu yang nakal,yang mesum. Setelah makanan ku habis, saatnya bagi ku untuk bisa

Member kepastian kepadanya.

”Bagaimana Pak eh kak sate kambingnya?”

Shania mulai membuka pembicaan lagi.

”Enak banget Gurih, bumbunya pas. Kenyang aku. Makan sate kambing seporsi gini,

bisa bangun semalaman aku nanti malam,

hehehe…” ujar ku tersenyu.

“Loh, malah gak bisa tidur jadinya kak?” tanyanya penasaran.

“Akunya sih ya tidur, tapi yang bawah ini, burungku ini mungkin yang ga bisa tidur hehehe…”

jawab Ku dengan senyum yang sama.

Dy pun agak kaget mendengar jawaban Ku yang mesum itu sambil tersenyum. Padahal dari tadi aq selalu cuek jika diajak bicara, tak pernah

tersenyum. Shania berusaha tersenyum mengendalikan diri.

“Ah Kak bisa saja, porno ah Kak Tapi Kak,bagaimana dengan grup kami Kak?,Apakah kiranya

Kak anggga tidak keberatan untuk menampilkan

kami di acara Kakak? Saya mohon agar kami bisa

diterima ya Kak,” Shania berusaha memelas. Aku tahu diri ku ada di atas angin. Hampir setiap hari

ada agen artis yang mendatangi ku seperti ini dengan maksud yang sama, supaya artis tersebutbisa naik popularitasnya.

Biasanya ini bisa

diselesaikan dengan tarif yang ku minta. Tapi kali

ini,aku ingin sesuatu yang lain . “Dek shania orang seperti adik ini yang datang ke saya itu banyak, puluhan. Sementara slot acara saya

cuma lima kali seminggu. Sepertinya sampai dua

bulan ke depan sudah penuh Dek,” jawab ku bohong.

“Aduh Kak,apa tidak bisa diusahakan lagi kak? Tolonglah kak. Kami betul-betul butuh acara ini.

Kami tidak keberatan kalau mesti tampil dengan bintang lamu lain, asalkan kami bisa tampil dan

membawakan sebuah lagu kami Kak,Tolonglah kak ,” shania makin mengiba.

“Sepertinya tidak bisa ya Dik coba kamu hubungi

asisten saya, Jessika. Dia sudah pegang jadwalnya.

Maaf ya dik shania, memang permintaan ke kami akhir-

akhir ini sangat banyak,” aku masih berusaha memancing dy agar mau melakukan apapun,shania pun belum menyerah. Ia

memandang tajam ke arah

”Tapi kal, tentunya kami pihak manajemen juga akan menyediakan kompensasi tertentu jika Kakak

bersedia menampilkan kami. Mengenai bentuk balas

jasanya tentu disesuaikan dengan keinginan Kakak

dan kemampuan kami Kak,Tolonglah dipertimbangkan lagi. Mungkin ada jadwal yang bisa

dirubah atau bagaimana kal.Tolonglah kak, pihak

kami siap menyediakan apapun yang menjadi

kebutuhan kak angga,” shania terus memohon.”Apapun kebutuhan saya katamu?” tanya ku.

”Iya kak, apapun…” jawab shania.

”Apa misalnya?” tantang ku.

”Kami bisa sediakan kebutuhan kakak tentunya

dalam bentuk cash, atau mungki kakak ingin berlibur ke mana, akan kami atur dan sesuaikan antara kebutuhan kaakak dan kemampuan kami,

bagaimana kak?” Shania berusaha meyakinkan ku

”dek shania, mau liburan ke planet namex pun, aku

mampu. Uang ku banyak dek. Banyak banget. Kamu gak bayar saya pun, aku gak akan miskin ,”

jawab ku sengaja meremehkan.shania terlihat makin geregetan mendengar jawaban ku tersebut.

“Jadi apa kak yang bisa kami berikan? Kami akan

berusaha memenuhi keinginan kakak, tentunya kami

harap kak angga mau bermurah hati menampilkan

kami…” gadis ini memang pantang menyerah, tapi

nada suara nya terdengar sudah mulai putus asa. Aku terdiam sejenak untuk merencanakan sesuatu

sesuatu. ”Baiklah, saya bisa pikirkan kembali, tapi…”

Aku mulai mengeluarkan maksudku.

”Tapi apa kak?” Ku lihat dy merasa seperti ada secercah

harapan untuk bisa tampil d acara ku

”Saya minta seorang pelayan untuk melayani saya

malam ini!” jawab ku tegas. ”Pe…pelayan bagaimana Pak maksudnya?” Shania penasaran.

”Pelayan yang melayani segala kebutuhan saya

malam ini. Satu malam ini saja,” aku pun

menjelaskan pada nya.

”Tapi bagaimana caranya kak? Sekarang sudah larut malam. Bagaimana bisa saya mendapatkan

pelayan untuk kalak?”

”dek shania tidak usah repot-repot mencarinya, cukup

Dhek shania saja yang menjadi pelayan saya, satu malam

ini,” ujar ku sambil senyumn.

”dek, saya tidak punya waktu banyak. Saya

bukan pemaksa. Kalau dek shani tidak bersedia, ya

sudah, kita pulang saja ke rumah masing-masing,

sudah larut malam. Tapi tolong jangan ganggu saya lagi mengenai grup kamu, silakan berhubungan

langsung dengan asisten saya. Oke, kita pulang

sekarang? Terima kasih sudah menemani saya

makan, biar saya yang bayar semuanya,” jawab ku aku mencoba

tetap jual mahal, tapi sebenarnya ia sangat ingin

melahap tubuh langsing gadis itu. ”, shania hanya satu malam ini, dan grupmu

akan tampil di acara pria itu. Kemudian rating grupmu akan naik drastis, orderan manggung akan

berdatangan,” mungkin itu lah yg di pilirkan gadis itu saat ku lihat dy sedang berpikir.”Baiklah kAk, saya akan melayani kakak. Satu

malam ini,” jawab nya tegas dengan mata menantang.

”Baik, ayo kau ikut saya. Kita tidak punya banyak

waktu,” jawab Ku cepat.kami pun bergegas…

”Ku pacu mobil sport ku menuju apartemen ku sementara pikiran ku membayangkan apa yang akan terjadi

beberapa saat lagi. Mobil langsung ku bawa ke gedung

parkir,aku turun di tempat khusus untuk

menghindari orang melihat ku dan shania kami pun menuju kamar apartemen.

“Sudah sampai, ayo kita ke atas,” ajak ku,sambil membuka pintu mobil. Dy pun keluar lewat pintu satunya lagi. Kemudian kami berjalan

berdua berdampingan.kami berdua masuk ke kamar, kamar apartemen

Tidak lah terlalu mewah sebenarnya. Dengan satu ruang tidur, satu

kamar mandi dengan bathtub, ruang tamu sekaligus

untuk menonton tv, ruang makan dan dapur,aku duduk di sofa melepas kaos kaki dan kemeja ku, ku meletakkan tas di meja. Shania masih berdiri di dekat pintu menunggu perintah ku. “Mulai saat ini hingga besok pagi, kau adalah

Pelayan ku. Mengerti?” tanya ku santai penuh kemenangan.

”Mengerti kak,” jawab Nya sambil

menunduk namun dengan suara yang tegas.”Di kamar mandi ada kimono putih, kau pakai itu.Jangan pakai pakaian dalam lagi”perintah ku,aku pun ke dapur untuk mengambil air,lalu ku buka kaos singlet ku dan celana panjangku,lalu ku pergi ke kamar mandi untuk melihat shania,ku ketok pintu dan shania membuka pintu kmar mandi sambil senyum ke arah ku aku mau pipis kata ku,setelah itu aku pun menyurur shania pipis”aku mau liat kamu pipis “perintah ku pada shania

Gadis itu pun menurut

”Coba kau kangkangkan kakimu, yang lebar,”Ucap ku shania hanya menurut dan membuka kedua

kakinya, hingga Aku bisa melihat dari depan kucuran air seni dari vaginanya. Ketika kucuran itu berhenti, Aku langsung mengambil shower dan menceboki vagina Shania. Aku pun mengusap-ngusap belahan vagina shania dan ku tau dy sudah tak virgin lagi”Kau sudah tidak perawan kan?” ”Iya, aku sudah pernah…”

”Bagus, aku tak mau lihat ada darah…”

”Ayo kita mandi,:” ajak ku,kami pun menuju ke bawah shower untuk

mandi, ku lepas kimono yang shania kenakan,aku sumgguh terangsang melihat kemulusan tubuh shania payudara nya begitu kencang walau tak begitu besar tapi ukuran ny pas untuk tubuh ny,lalu kunyalakan shower kemudian air memancar keras membasuh tubuh telanjang ku dan shania, ku mengusapkan sedikit shampo di telapak tangan ku

kemudian mengeramasi rambutnya shania ,aku pun menyuruh nya mengeluarkan sedikit sabun cair,

kemudian dy mengusapkannya ke seluruh tubuh ku yang cukup atletis”Ya, agak lama di situ,” ketika Shania mengusap penis ku Sementara tangan ku mulai menyabuni tubuh nya, mulai dari bahunya, ketiaknya, hingga kini

meremasi kedua payudaranya. Aku terus meremas, memijat, memilin dan mencubit.Aku pun

mengangkangkan kaki ku dan menyuruh shania

membersihkan daerah selangkangan ku.kemudian ku jongkok

mengelusi paha dan betis Shania aku pun berdiri kembali untuk meremasi

buah dadanya, kadang turun lagi ke vaginanya.aku terus merangsang bagian tubuh shania ditambah kelembutan busa sabun cair, membuat

remasan ku Tampak mulai dinikmati oleh Shania,

Tangan Shania bergerak maju mundur mengocok penis Ku yang mulai tegang penuh.

“Berbalik ke tembok,” perintah ku singkat.shania berbalik menghadap tembok, ku tarik pinggul nya ke belakang hingga menungging sementara

kakinya ku kangkangkangkan,Aku mulai proses prenentrasi ke vagina nya, penisku menyentuh-nyentuh daerah kewanitaannya, makin lama makin keras menekan,aku

berusaha menyingkap bibir-bibir vagina nya. Sesekali penis ku terpeleset karena licin,namun

kemudian ku arahkan lagi hingga penis ku perlahan

mulai masuk ke arah yang benar, ke lubang kenikmatan dunia. Aku terus berusaha mengarahkan dan mendorong penis ku hingga kepalanya mulai terbenam, kemudian ku dorong dengan lembut,perlahan tapi pasti hingga batang ku mulai

tenggelam dalam lubang vagina shania,”ahhhhh kak ngiluu kak” desah shania”iya sayang ini pelan pelan ko” aku mencoba bersikap lembut pada nya

Dengan perlahan ku dorong lagi, tarik lagi, dorong lagi, makin lama makin cepat.”walau aku belum beristri, namun

bukannya tanpa pengalaman. Kekayaan yang ku miliki membuat ku dapat menikmati puluhan lubang

seperti yang sedang ku nikmati ini,Shania hanyalah lubang kesekian puluh, namun menyetubuhi wanita secantik Shania merupakan keerotisan tersendiri bagi Ku. Penis ku terasa sangat pas dengan ukuran dinding vagina Shania Batang penis ku gesakan dengan sekeliling dinding shania,

, membuat penis ku terasa nikmat terjepit vagina.

“Ah…Oh…Akh…”, Shania mulai mengerang.”enak kan sayang”

“Iya kak aahh genjot terus kak” jawab nya aku meneruskan tusukan demi tusukan.Pengaruh satu porsi sate kambing membuat ku kian perkasa. Tanganku bergerilya di ke dua buah dada Shania “toket mu kenyal bgt shan”,”remas teruus kaak aagghhh enak” tak ku sangka shania bisa seliar ini,tiba tiba tubuh shania mengjang “aagggkk kaaak aku mau pipis” “keluarin sayang” ku tau dy akan mengalami orgasme ku percepat genjotan ku pada vagina nya sesaaat krmudian aku merasakan kontol ku tersiram sesuatu yang hangaat,kemudian ku cabut kontol ku dari vaginanya ,Aku membalikkan tubuh Shania sehingga dia berhadapan dengan ku,wajah nya tampak lemas dan mata nya sayu tapi itu lah yang membuatku makin bernafsu pada nya,laluku kecup bibir manis nya,” ehmmmmmuah mmmmyah Enak kan shan,1-0 ya” dy pun hanya mengangguk pasrah Lalu ku angkat tubuh langsing shania, ku gendong dia di pangkuanku sambil berdiri.”ku entot lagi ya shania”Kemudian ku paskan ujung penis ku yang masih mengacung. Setelah merasa pas, ku

turunkan tubuh Shania sedikit sambil ku naikkan penis ku . Turun, naik lagi, turun lagi, naik lagi,sungguh nikmat vagina gadis ini walau susah ga virgin tapi jepitan ny membuat ku ke enakan.Aku menyetubuhi Shania sambil

menggedongnya. Ku liat wajah shania sepertinya dy menikmati genjotan penis ku.tetkala tubuh ny kembali mengejan dan ku tau orgasme kedua nya akan segera tiba.”asggghhh kaaak “aku langsung mencabut penis ku dari vaginanya ku lihat wajah ny yang kecewa karna orgasme yang tertahan”kaaaaak kenapa udahan,ayo kak entot shania lagi”dy protes terhadap ap yang ku lakukan,”iya shania sayang dingin di sini kita ke kamar aja” aja ku pada shania,lalu tanpa ku duga shania menarik lengan ku dan menuju ranjang tidur ku,kemudian dy mendorong ku sampai aku terkapar di ranjang,lalu dia menaiki tubuh ku dan mengangkangi selangan ku tangan nya menggenggap penis ku lalu mengarangkan ke vagina nya “aagggggggg” lenguh nya saat vagina nya terisi penuh oleh penis ku.”aagggggg kakak jahat tadi aku hampir keluar malah di cabut aggggg” shania pun merancu tak jelas,dy bergoyang liar di atas tubuh ku,dan harus ku akui goyangan ny benar benar nikmat”aggggggg kamu hebaat dek ahhh terus shan ooohhhhh enaak” lalu ku remas remas payudara indah nya

menambah sensasi kenikmatannya. Jari Ku sesekali mengusap pentil payudara nya menambah sensasi geli-geli nikmat.”aku mau isep toket mu shan” dia pun mencondongkan tubuh ny kedepan sampai kedua dada ny berada tepat di wajah ku Dalam kondisi

itu,ku lumat dan ku hisap payudara indah ny,ku hisap dan ku gigit bergantian,terus terusan mendapat rangsangan seperti itu tampak ny shania tak tahan dy pun menyemburkan cairan cintanya menyirami penis ku “kaaak aku keluar aaaaaghhhg”dy pun ambruk menindih ku terasa nafas nya yang tak beraturan,”kaak aku cape” aku lalu mambalik tubuh ny dengan penis ku yang masih menancab tegang di vaginanya”sabar ya sayang bentar lagi kok,aku genjot ya,” dy hanya mengangguk pelan aku sungguh terpesona dengan raut manis wajah manis shania ku kecup

pipi mulusnya yang sebelah kiri, kemudian yang sebelah kanan. Lalu ku melumat bibir sensual ny di iringi genjotan ku”euhmmmmmmm euhmmmmmmmm kk mmm”erang ny tertahan mulut ku.aku pun terus menyentuh, memagut, menghisap mulut nya,Lidah kami saling menyapa, beradu dan bergulat.Sensasi ciuman itu begitu dahsyat bagi ku,harus ku akui shania adalah gadis ternikmat yang pernah ku entot,aku pun melepas kuluman ku untuk melihat wajah sange nya “agghhh kak agg ohhh genjoot terus kak ahhh yang kenceeng ahh aku udah mau sampee”, tubuh ny menggeluat liat orotiis sehingga Aku tak bisa bertahan lagi. Rangsangan dari tubuh shania itu seolah mendesak cairan kejantananku

yang tertahan di ujung penisku.”Terus mendesak-

mendesak, hingga akhirnya…

”Hmm…Hmmppff…,” aku kembali melumat bibir nya,hmmmmm mm ahh shania ahhhh bangsaat gue gak tahaan”. Aku menyemprot beberapa kali dengan hentakan yang

kuat, hentakan yang sanggup membobol pertahanan shania. Maka shania pun mulai bergoyang tak

karuan,”kaaaaak aku juga keluaarr”

” kami pun meluapkan puncak birahi sepuasnya.kami berdua makin lemas, makin lunglai tanpa tenaga.aku pun mencabut penis ku dan terbaring di sebalah shania,aku mengajak nya berpelukan,sambil mengecup mesra kening nya sungguh puas rasa nya menikmati gadis secantik shania,kamu pun tertidur sambil berpelukan.

Hari mulai terang ketika aku membuka mata ku lihat Jam meja menunjukkan setengah tujuh, sementara di

sebelah jam itu secangkir kopi panas yang asapnya

masih mengepul, aromanya menggelitik hidung ku , memberikan sensasi kesegaran di pagi hari. Shania menepati janjinya. Ia bertindak sebagai

layaknya pelayan. Ia membuatkan kopi, dan dua buah roti bakar. Ia tidak harus melakukan ini, tapi ku rasa ia ingin aku benar-benar puas atas pelayanan

dirinya sehingga grupnya bisa tampil di acara ku

Totalitas, itulah yang ada dalam benak ku tentang shania,aku pun menyeruput kopi

itu, mengambil roti bakar, kemudian

mengunyahnya sambil menikmati pemandangan dari balkon apartement yang aku tempati.

Ketika aku menoleh ke dalam, tampak shania sedang duduk di sofa sambil menonton tv sambil bertumpang kaki, sehingga kimono putihnya tak

sanggup menutupi kemulusan betis dan pahanya.aku pun terangsang lagi. Lalu ku mengambil

handphone, menelepon seseorang,

memberikan perintah sesuatu kepada supir ku,aku pun mendekati shania, ku duduk di

samping ny.

“Tadi malam, kamu menikmatinya kan?” tanya ku santai.

Shania hanya menoleh sejenak, kemudian kembali berpaling ke tv. Shania pun malu mengakui,

kalau ia benar-benar menikmatinya.aku pun mengambil sebuah remote dari kolong meja, bukan

remote tv karena shania sedang memegangnya.itu adlah remote DVD player. Maka ku tekan tombol ‘play’. “Coba pindahkan ke AV,” perintahku .

Shania pun menurut.aku sengaja memutar film porno.terlihat Seorang wanita jepang yang putih sedang

mengulum penis seorang pria .

“Kebetulan, itu sangat mirip dengan kita,” ujar ku sambil tersenyum. Lalu aku pun menyingkapkan kimono nya terlihat pahanya nya yang sexy di vagina nya yang tampak begitu memggoda di tumbuhi bulu bulu halus sehingga membuat penis ku

mulai bangkit mengacung ke atas.Adegan adegan di film porno itu

menambah gairah ku.”sepongin kontol ku” perintah ku padanya,shania mulai membelai dan meremas penis ku . Lidahnya mulai di ujung atasnya, turun menyusuri kebawah,

menjilati biji-biji zakar ku, kemudian naik lagi ke

atas. Aku menikmati pelayanan oral itu sambil

terus memperhatikan tv. Makin lama penis ku makin

keras, makin tegang sepenuhnya. Aku pun melepas kimononya, kemudian mendorong shania hingga

ia terlentang di sofa. Aku membuka kaki ny lebar-lebar, kemudian mulut ku langsung

mendekati selangkangannya. Lidah ku

menjulur, dan langsung menyapu, mengusap bibir-

bibir kemaluannya.”aahhhh kaaaak enaaakk” shania mengerang agak keras menerima perlakuan ku. Ketika shania menoleh ke tv, ternyata pria itu sedang melakukan hal

yang sama dengan ku. Tampak wanita jepang itu meremas-remas puting payudaranya sendiri, maka

Shania pun melakukan hal yang sama,

merangsang dirinya sendiri dengan meremas dan memilin putingnya. Rangsangan demi rangsangan di

vagina dan putingnya hampir membuat nya terbang kembali. Namun ku menghentikan jilatan ku”kak lagi jangN berentih aah” protes ny aku pun tak menghiraukanya dan aku berbaring terlentang di sofe Awalnya shani tidak mengerti,”aku mau seperti itu”aku menunjuk ke arah tv,setelah dy menoleh ke

tv, ternyata wanita jepang itu sudah berada di atas pria itu, dan mulai bergerak naik turun.shania, kemudian menaiki tubuh ku , dan memosisikan vaginanya di atas penis ku yang sudah keras. Tak ku lihat dy kesulitan

memasukkannya karena lubang vaginanya sudah sangat basah. Kami pun menggoyangkan tubuh masing-masing, mengejar

puncak kenikmatan”ahhhhh bangsat ahh memek mu nikmaat ahh”Aku menarik tubuh shania hingga dy tengkurap di atas dada ku. Dada kami berhimpitan, sambil

pinggang shania terus bergoyang”kontol kakak juga enaak ahhhhh kaaak” shania mendesah liar lalu alu pun

mendekap tubuh shania erat-erat aku tak mau melepaskannya. Kemudian aku meludahi telapak

tangan ku, dan mengusapkan ludah di anus shania. Hal itu ku lakukan beberapa kali hingga

anusnya benar-benar licin.

”Jangan di sana kak,” pinta shania lirih.

”Jangan protes,” jawab ku kalem. Aku pun melanjutkan goyangan ku, hingga tiba-tiba ku lihat orang yang ku telpon tadi datang dan dy langsung membuka celana nya lalu dy mendekati kami, merasa ada daging keras yang

menempel di anusnya. Shania menoleh ke belakang, dan melihat Bardi yang sudah tak bercelana dengan penis besar mengacung, ingin menembus anusnya. Shania berusaha bangkit namun apa aku menangan nya” mau kemana. Lu bangsat” protes ku shania tidak bisa melawan .

”Ke…kenapa begini kak?” tanya shania lirih. ”dia bardi dy itu temanku. Kalau aku senang, dia juga

harus senang,kamu harus melayani ny juga ,” jawab ku sambil sedikit mencekik leher nya,ku lihat Di belakang, Bardi terus meludahi anus shania

dan terus berusaha menembusnya. Perlahan,

kepalanya mulai masuk sebagian, terus ia dorong hingga seluruh kepalanya masuk. Ia ludahi lagi batang penisnya sendiri hingga ada pelumas

tambahan untuk menembus lubang sempit itu.ku lihat shania mengeluarkan air mata,”ligat itu di tv”. Shania pun menoleh ke tv

sejenak, ternyata wanita jepang itu mengalami apa yang terjadi pada dirinya. Wanita itu juga sedang

disetubuhi dari depan dan belakang oleh dua pria , dengan posisi tepat seperti dirinya. Sementara

Bardi akhirnya berhasil memasukkan seluruh batang

penisnya ke dalam anus shania.Ia terus

menyodoknya maju mundur, menikmati setiap goyangan bokong shania. Tak lama posisi itu

berlangsung karena aku tak sanggup menahan

kenikmatan itu. Kini ejakulasi lebih dahulu,”ahhhh shaniaaaaa” aku menumpahkan cairan ejukulasiku dalam vagina nya,”aku mengangkat tubuh shania dan melepaskan penis ku dari vagina nya”sekarang kamu layanin teman ku bardi yah” perintah ku pada shania . Shania sendiri belum

mencapai orgasme nya karena mungkin ia tidak merasa nyaman saat ku sandwich bersama bardi. Bardi kemudian melepas penisnya

meninggalkan lubang berbentuk ’O’ .Bardi membalikan tubuh shania dan mulai menggesek gesakan penis nya di vagina shania”cantik sekali gadis ini juragan”

”,” ucapnya Bardi sambil tersenyum lebar.Bardi sendiri adalah sahabat ku dari kampung karena melihat keterbatasan ekonomi ny maka ku ajak dia bersama ku untuk menjadi pembantuku dan supir pribadiku,

”Ya sudah sana, cepat kau entot lah dia, ,”

perintah ku. ”siap Gan,” jawab Bardi aku pun beristirahat sejenak di sofa,ku lihat bardi mengangkat tubuh shania dan membaringkan ny d lantai”gadis manis siapa nama mu”tanya bardi”shania” jawab nya”aku bardi mau ngentotin memek shania boleh kan”ijin ny sopan”iya pak entot lah pak” bardi pun mulai melakukan proses penentrasi penis nya,bardi menekan penis ny perlahan hingga terbenam sepenuh nya

Lalu dy mulai menggenjot panis ny pada vagina shania di iringi jeritan shania,karna bardi melakukan nya cukup kasar”ahhhhh ahh sakiit sakiiit pak pelaan pelan” rengek shania”jangan kasih kendor bar” perintah ku pada bardi”siap gan,maaf ya non shania” bardi pun makin mempercepat genjotan nya”aaggh sakit pelanin ahhh paak ampuun ahhhh” mendengar jeritan shania bardi lalu mendekap tubuh shania lalu mulai menghisap mulut shania”ahmmmmm mmmmmmmmmm”desahan shania tertahan sambil tangan ny meremas remas kasar payudara shania.kini shania mulai terlihat menikmati perlakuan kasar bardi d tandai dengan kaki ny yang melingkar d pinggang bardi dan mulai mengikuti irama genjotan bardi,”ahhghhhg ahh” erang shania saat bardi melepas kuluman ny di bibir sania,bardi pun mulai menghisap payudara shania bergantian kiri dan kanan,”aahh ahhhh paaak fa kuaaat ahhhhh aku keluaaar” shania pun mendapat orgasme ny d susul lolongan bardi “oohhh oohh ahhh mantap”bardi pun menekan dalam dalam penis nya.sudah sudah ,bardi cepat lah kau mandi dan siapkan mobil perintah ku pada bardi”siap gan”dy pun mencabut penis nya dan menuju kamar mandi khusus pembantu.aku pun menuju kamar mandi bersama shania,aku mandi bersana dengan nya berendam di bathub berdua.kami pun sempat melakukan sex kilat dalam battub.kami menyudahi mandi kamu dan siap siap untuk pergi,aku hanya mengenakan setelan kameja hitam polos dan celana panjang hitam sementara shania ku suruh menggunakan baju yang ku siap kan berupa kaos putih ketat dan rok mini yang menggantung di atas lutut tampilan ny begtu sexy dan menggairahkan

Kami pun bergegas menuju parkir di sana bardi sudah menunggu dengan mobil bmw hitam ku,kali ini ku putuskan untuk menggunakan jasa supir,aku dan shania duduk di kursi belakang,dan bardi lah yang mengemudi,dalam perjalanan menuju studio,aku membuka resleting celana panjang hitam ku dan ku raih tangan kanan shania dan menyuruh nya untuk mengeluarkan penis ku,dy pun mematuhi nya terlihat batang kejantan ku yang baru setengah menengang,”kocokin sayang” tangan ny pun mulai naik turun mengurut batang penis ku,”oujggggg” ku rasakan tangan halus shania mengelus ngelih batang ku terasa nikmat sekali,aku pun mulai mencium bibir nya dan meremas remas payudara nya”buka cd mu shan,aku pengen ngentotin kamu lagi”shania lalu membuka cd nya dan menyingkap rok mini nya ke atas dan mulai naik ke pangkuan ku,di genggam ng penis ku dsn dy arahkan k vagina ny saat di rasa pas dy menurun kan pantat nya.”aaaaagghhh kaaak”tangan ku menyusup di antara kaos ketat nya dan mulai meremas remas payudara indah nya,mulut ku mulai menghisap bibir manis nya dan lidah kami saling beradu,hisapan ku turun menuju leher jenjang nya membuat shania gelian”ahhhhh ouhh kak aku keluar kaak”penis ku pun terasa hangat tersiram cairan orgasme shania,ku suruh dy bangkit dari pangkuan ku,lalu ku suruh dy mengoral penis ku”ayo shania emut kontol ku”dy pun mulai melumat dan menghisap batang penisku,dan memasukan penis ku ke mulut ny dan mulai menaik turunkan kepala nya,lima menit kemudian aku tak kuasa lagi menahan ejakulasi ku maka ku tahan kepala shania dan menghentakan hentakan penis ku di mulut nya penis ku mulai berdenyut dan menyemburkan sperma yg begitu banyak”teleen shan telen” aku pun menahan kepala ny saat akan melepaskan kuluman nya barulah serasa sperma ku sudah habis ku lepas kepala nya,”bagus sayang kamu pintar” terlihat gadis itu terbatuk batuk,sambil membenarkan pakaian nya lalu mengenakan jaket nya.

Mobil ku pun sudah sampai di tempat parkir studio, tempat ku akan syuting untuk acara ku .setelah ku merapihkan baju ku barulah aku keluar dari mobil bersama shania,shania mendekati Ku di sisi mobil yang berbeda.

“Kak,saya sudah melaksanakan permintaan kakak. Jadi bisa kiranya Kak angga menampilkan grup kami di

acara Kakak,” Shania kembali meminta.

”Saya bilang tadi malam, jika Dik shania menjadi

pelayang saya, saya akan mempertimbangkannya.

Bukannya grup Kamu pasti tampil di acara saya,”

Akupun berkilah. Dahi Shania berkerut. “Jadi Kakak menipu saya?” tanyanya tajam.

“Saya tidak menipu,Saya bilang, kalau dik shania mau jadi pelayan saya satu malam, saya akan

mempertimbangkannya. Jadi, saya akan mempertimbangkannya. Jadi grup Kamu belum tentu tampil, tapi belum tentu juga tidak tampil, mengerti?” Akupun berdiplomasi.

“Tapi Kak, tolonglah Kak, kasihanilah saya. Saya

rela menjadi pelayan Kakak tadi malam, masa Kak angga

tega membiarkan grup saya tidak tampil. Kak

tolonglah…” Shaniapun terus mengiba. Ia tidak ingin

pergi sebelum mendapat kepastian. Aku pun berpikir sejenak.

“Baiklah, Kamu orang yang gigih. Saya suka itu.

Saya pun orang yang gigih. Kalau tidak, mungkin saya masih jadi orang miskin, tidak seperti sekarang.

Saya menghargai usaha Kamu Shania,Begini saja, kita adakah test. Kamu dan beberapa anggota grup Mu datang ke apartemen saya besok malam, jam sepuluh. Ingat, jangan bawa siapa-siapa lagi.Kalau di test besok kalian oke, kalian bisa tampil di acaraku. Mengerti?”

Aku pun menjelaskan. “Baik, sudah dulu ya, sebentar lagi saya mulai

syuting. Saya tunggu besok malam, mari…” Akunpun meninggalkan shania di parkiran menuju gedung tempat ku syuting

Tidak Tampan namun Menawan dan Mapan

Silahkan Rate Cerita ini

author
Author: 
    Tidak Tampan namun Menawan dan Mapan