Angelstory – Just an ordinary angel – Part VI

No comment 4595 views

Suasana pagi hari yang begitu cerah, udara pagi yang begitu sejuk, cahaya mentari yang menghangatkan, semuanya masuk ke dalam kamar Angel yang sedang kosong, hanya menyisakan selimut dan juga beberapa boneka yang agak sedikit berantakan. Lalu, dimanakah Angel?

Nananaaa, suara nyanyian serta guyuran air pertanda bahwa Angel sedang berada di kamar mandi. Entah mengapa ia begitu riang pagi ini. Kedua tangannya mengusap dari ujung kaki kanan yang sedang berada di atas bak mandi. Membasahinya dengan sabun, terus naik ke atas, sempat memutari lingkaran betis, naik ke lutut, kemudian paha. Angel agak sedikit lama “bermain” di area pahanya, kemudian naik kembali, kali ini ke selangkangan.

Angel seolah-olah tak ingin bagian intimnya itu terluput dari sabun, ia terus mengusap-usap setial sela area selangkangannya hingga kemudian ia menurunkan kaki kanannya. Angel agak sedikit menunggingkan pantatnya, tangannya kini menyelip di sela-sela pantatnya, membasahinya dengan sabun, kemudian mengusapnya perlahan.

Syahfira Angela Nurhaliza, seorang gadis manis yang juga merupakan member dari idol group Indonesia JKT48 ini memang perhatian dengan kebersihan tubuhnya. Apalagi pagi ini ia ada show di theater dan membuatnya harus tampil sempurna, bersih dan cantik. Setelah merasa seluruh tubuhnya penuh oleh sabun, Angel mengambil silet cukur yang terletak di sebuah keranjang besi kecil yang tergantung di sudut kamar mandi dan kemudian mulai membersihkan bulu-bulu halus yang tumbuh di area kemaluannya. Ia membersihkannya hingga benar-benar habis dan kemaluannya begitu lembut tanpa ada bulu yang menghalangi keindahan bagian tubuhnya itu.

1 JAM LEWAT 15 MENIT KEMUDIAN

Tiiing, sebuah notifikasi di HP Angel telah berbunyi. Notifikasi yang berasal dari aplikasi Line miliknya. “Hari ini sibuk gak? Jalan Yuk”, isi chat dari Arya. Angel agak sedikit sumringah melihat chat dari lelaki yang sempat memberikan ciuman pertama baginya 3 hari lalu. Namun kebahagiaannya tak berlangsung lama, pasalnya Angel saat ini sedang berada di atas mobil bersama papanya menuju Fx Sudirman.

“Aku hari ini ada show theater, ntar jam 2 an baru free, gmana donk?”, jawab Angel, “Jam berapa aja gpp yang penting Angel mau”, jawab Arya. Angel kembali tersenyum mendapatkan jawaban seperti itu. Hatinya berbunga-bunga setelah beberapa hari ini menjadi begitu murung, karena entah mengapa Arya begitu dingin terhadapnya, ia pun demikian. Apakah karena canggung setelah ciuman itu? Ataukah ada alasan lain? Namun hari ini, Arya telah membuktikan bahwa ia pun tak tahan dengan sikap dingin mereka berdua.

Bila nanti saatnya telah tiba
Kuingin kau menjadi istriku
Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan
Berlarian kesana-kemari dan tertawa

Namun bila saat berpisah telah tiba
Izinkanku menjaga dirimu
Berdua menikmati pelukan di ujung waktu
Sudilah kau temani diriku

Lagu payung teduh terdengar di telinga Angel, berputar di sound mobil ayahnya. Entah mengapa lagu ini masih saja memberi warna pada hati yang sedang dimabuk … hmmm, no no … you’re an idol, jangan katakan kau sedang jatuh cinta.

BEBERAPA JAM KEMUDIAN

Jeeee keyyy tiiii fortyy eiiiggghhttt, suara DJ menggema, pertanda para member harus bersiap-siap untuk menampilkan show terbaik mereka, menghibur dan juga memikat para fans. Mereka tampil begitu bersemangat, memberikan senyum, melemparkan pandangan hangat, hingga menatap penuh jebakan kepada para fans.

Tak terasa waktu terus berlalu hingga akhirnya show mereka telah memasuki bagian terakhir. “Ehh tunggu dulu, aku mau ngomong sesuatu”, kata Angel memotong pembicaraan Shanju. Para fans sempat menggerutu, mereka menggumam, bahkan ada yang berteriak meneriakkan nama Angel. Yaa, suasana paling mendebarkan adalah dimana saat seorang idol ingin mengumumkan sesuatu di akhir show. Para fans mulai berasumsi, mulai berspekulasi, apakah yang akan ia katakan.

“Buat teman-teman, buat fansku, fans JKT48, buat semuanya, aku gak main-main di JKT48, aku benar-benar serius di JKT48”, kata Angel membuka pembicaraan, “Angeeeeeellll”, seorang fans berteriak begitu keras. “Aku mau klarifikasi soal isu yang beberapa waktu lalu sempat heboh. Ada yang mengumpatku, ada yang mencaci maki, ada juga yang terus memberi dukungan, tapi itu semua aku anggap sebagai dukungan dengan cara mereka masing-masing. Aku masih ingin lama di JKT48”, kata Angel kembali.

Huffftttt, terlihat banyak fans yang menghela nafas, begitu lega karena apa yang mereka takutnya ternyata tidak terjadi. “Aku mohon maaf kepada teman-teman di Tim J, teman-teman di JKT48, Manajemen dan terutama buat para fans, aku berjanji lain kali aku akan lebih berhati-hati lagi”, kata Angel berusaha mengklarifikasi IG Story yang dibuat oleh Arya beberapa waktu lalu. “Semangaaat Angeeeel”, kembali sebuah teriakan terdengar cukup keras dari bangku penonton, diikuti oleh tepuk tangan dari penonton lainnya. “Okeee teman-teman semua, tadi kita baru saja mendengar klarifikasi dari Angel, semoga bisa diterima yaaa, semoga kalian terus mendukung kami yaa, yuuk sekali lagi kita ucapkan terima kasih, Seee nooooo”, kata Shanju menutup show hari ini.

Show hari ini ditutup dengan suka cita, baik dari para fans maupun para member, terutama Angel yang seolah-olah telah mengembalikan kepercayaan dirinya dan kredibilitasnya di mata fans. Angel, Feni dan Yuriva terlihat berdiri di lobby Fx. Mereka menunggu taksi online yang mereka pesan masing-masing. “Eh duluan yaa”, kata Angel ketika melihat taksi online pesanannya tiba terlebih dahulu.

Bruuuuk, Angel menutup pintu mobil dan mobil pun melaju keluar dari Mall Fx Sudirman menuju Plaza Semanggi. Sebuah mall yang tak jauh dari Fx. Angel dan Arya memilih janjian ketemu di tempat itu, karena ia tak ingin menjadi bahan tubiran para fans lagi. Mobil terus melaju, tiiing, notifikasi di HP Angel kembali berbunyi, “Aku udah di parkiran”, isi chat dari Arya, “Eh iya, tunggu ntar yah, aku lagi di jalan nih”, jawab Angel.

Beberapa saat kemudian, tibalah Angel di lobby Plaza Semanggi. Ia pun turun dari taksi online itu dan kemudian berjalan sambil membuka kembali HPnya. Sebuah chat yang belum terbaca olehnya kemudian dibukanya. “Kalo udah sampe kabarin ya, tunggu aja di lobby, ntar aku jemput kesana”, isi chat dari Arya. Angel pun membalas chat itu dan kemudian menekan tombol send. Tak butuh waktu lama bagi Angel untuk menunggu, karena beberapa menit kemudian sebuah Mobil Rubicon berwarna putih sudah berada di depannya.

Angel pun membuka pintunya dan kemudian masuk ke dalam. “Eh sorry ya, agak macet tadi”, kata Angel. Arya hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman yang begitu singkat. Ternyata Angel menuju Plaza Semanggi hanya agar Arya tak menjemputnya di Fx, karena ia tak mau para fans berspekulasi kembali tentang dirinya.

“Mau kemana nih?”, tanya Angel kepada Arya, 10 menit setelah mobilnya melaju entah kemana. “Hmmm, belum ada rencana sih, kita jalan aja dulu”, jawab Arya, “Yahhh kok gitu? Belum ada rencana?”, tanya Angel kembali, “Mmmm, iya. Aku cuma pingin ketemu kamu aja, akhir-akhir ini kita makin jauh”, jawab Arya. Angel tampak menoleh kesebelah kiri sambil tersenyum. Ia tersipu malu mendengar jawaban dari Arya, “Tiap hari kamu anterin aku pulang, kok bisa bilang makin jauh?”, tanya Angel kembali, “Iya, anter doank tapi gak pernah ngomong, yaa sama aja boong”, jawab Arya.

“Abis, kamu sih, aku kan malu”, kata Angel sambil kembali tersenyum dan membuang muka, “Malu kenapa?”, tanya Arya, “Ihhh jangan tanya deh, pura-pura gak tau aja”, kata Angel kembali. Akhirnya mereka berdua pun tersenyum secara bersamaan, “Gara-gara ciuman ya?”, tanya Arya, “Ihhh jangan disebuuuttt, maluu tauu”, kata Angel memprotes Arya.

Suasana menjadi garing sesaat, keduanya terdiam di dalam mobil yang sedang melaju tanpa tau harus kemana. “Kriiik kriiik kriiik”, kata Angel menyindir Arya yang hanya diam saja, “Eh, karaokean yuk”, Arya coba mencairkan suasanya kembali, “Berdua?”, tanya Angel, “Ya iyalah, emang mau ajak siapa lagi?”, Arya balik bertanya, “Boleh deh”, jawab Angel. Akhirnya Arya pun kembali tancap gas, kali ini mereka berdua sepakat untuk karaokean di sebuah karaoke keluarga milik salah seorang penyanyi terkenal di Indonesia.

Kira-kira butuh waktu sekitar 15 menit hingga akhirnya merekapun tiba tepat di depan gedung dengan sebuah baliho bertuliskan Karaoke Keluarga. Arya memarkirkan mobilnya dipanduk oleh seorang security tempat karaoke tersebut. Keduanya turun, berjalan beriringan ke meja receptionist kemudian memesan Small Room untuk mereka berdua. “Tunggu sebentar ya, ruangannya sedang disiapkan”, kata seorang receptionist wanita. Angel dan Arya pun duduk di sebuah sofa panjang menunggu ruangan karaoke mereka siap untuk digunakan. “Mas Arya, silahkan”, kata seorang pelayan mempersilahkan serta menuntun mereka berdua masuk ke dalam sebuah room.

Sebelum ruangan ditutup, tak lupa mereka memesan makanan dan minuman. “Mmmm, lagu apa nih?”, tanya Angel sambil menekan layar touchscreen, memilih-milih lagu favoritnya, “Apa aja deh, asal jangan dangdut”, jawab Arya, “Yeee, emang kenapa kalo dangdut? Itu kan lagu khas Indonesia”, kata Angel memprotes Arya, “Yaa gpp sih, cuma aku gak bisa dangdut”, kata Arya.

Beberapa lagu telah dipilih, makanan dan minuman yang mereka pesan pun telah tiba. Mereka bernyanyi, kadang sendiri, kadang duet berdua. Kadang serius, kadang saling mengganggu dan kadang juga saling tertawa karena salah nada. Tak terasa suasana begitu cair di dalam ruangan, “Eh udah sejam nih”, kata Angel, “Kita kan mesennya 2 jam?”, jawab Arya, “Wah, masih sejam lagi, kamu aja yang nyanyi ya, aku capek”, kata Angel sambil memilih-milih lagu.

Do you ever feel
Like a plastic bag
Drifting through the wind
Wanting to start again
Do you ever feel
Feel so paper-thin
Like a house of cards
One blow from caving in

Katy Perry – Fireworks, lagu yang sedikit nge beat ini membuat mereka berdua berdiri sambil bernyanyi. “Wah katanya tadi capek, tapi masih kuat aja jingkrak-jingkrak”, kata Arya di dalam hatinya. Angel benar-benar bersemangat menyanyikan lagu ini dan Arya hanya tersenyum melihat tingkah lakunya. “Ayoo nyanyi donk”, kata Angel, “Kamu aja yang nyanyi”, jawab Arya sambil menarik pinggul Angel agar ia lebih mendekat. Namun, siapa sangka Angel beralih menjadi makin dekat dengan Arya, benar-benar dekat. Arya pun melingkarkan tangannya di pinggang Angel, memeluknya dan Angel pun terus melanjutkan nyanyiannya sambil sedikit melompat-lompat.

Makin lama, Angel makin mendekat dan merubah posisi, kini ia berada tepat di depan Arya hingga akhirnya Arya melingkarkan kedua tangannya tepat di perut Angel. Ia kini memeluknya dari belakang, sementara itu Angel masih terus bernyanyi, namun tidak lagi jingkrak-jingkrak dan akhirnya iapun terdiam. Entah ia menikmati music tanpa vokal dari lagu Katy Perry tersebut atau menikmati pelukan hangat dari Arya.

It’s hard for me to say the things
I want to say sometimes
There’s no one here but you and me
And that broken old street light
Lock the doors
We’ll leave the world outside
All I’ve got to give to you
Are these five words tonight

Lagu Bon Jovi yang berjudul Thank You For Loving Me makin mendukung suasana romantis kali ini. Angel menekan tombol Vocal On, sehingga mereka berdua bisa mendengarkan bagaimana Jon Boniovi melantunkan syair lagu nan indah dengan suara merdu yang mendayu diikuti dengan pelukan hangat Arya sambil bergoyang ke kanan dan ke kiri.

Mereka berdua sudah larut dalam suasana yang begitu romantis. Arya pun agak sedikit menunduk dan menyandarkan dagunya di pundak Angel hingga pipi mereka bertemu menghasilkan kehangatan yang membuat jantung berdegub kencang. Pelukan Arya makin erat, tangan Angel mendekap tangan Arya. Nafas Arya terdengar di telinga Angel yang kini memejamkan matanya, coba meresapi suasana.

Entah lagu apa yang sedang berputar, namun alunan nada indah beserta melody gitar yang benar-benar mampu meresap hingga ke hati mereka berdua dan kini Arya mulai berani, sedikit demi sedikit ia mulai menoleh ke kiri, mulai menghadap ke leher Angel, nafasnya membuat Angel agak sedikit memiringkan kepalanya karena merasa geli. Ssshhhhh, suara nafas yang makin berat hingga akhirnya kecupan hangat itu mendarat di leher Angel. Mereka berdua masih tetap bergoyang ke kanan dan ke kiri seolah-olah sedang berdansa diiringi oleh lagu dari Bon Jovi yang begitu romantis. Ciuman hangat dari Arya di leher Angel membuatnya makin mendekap tangan Arya, serasa tak ingin ditinggal olehnya.

Ciuman hangat berubah menjadi ciuman yang sedikit bernafsu, karena liur Arya sedikit demi sedikit mulai membasahi leher Angel yang berkali-kali memiringkan kepalanya akibat merasakan geli. Tidak hanya leher yang menjadi target ciuman Arya, kini pundak Angel pun ikut merasakan hangatnya air liur Arya yang keluar akibat ciuman hangat dan sesekali menjilatinya.

Ciuman itu naik kembali ke leher, kemudian terus naik ke dagu samping, ke pipi, hingga kemudian Arya mencoba berbuat nakal dengan menggigit kecil daun telinga Angel. “Ehhhhhh”, lenguhan singkat keluar dari mulut Angel yang sudah menikmati perlakukan Arya ini. Arya terus memainkan daun telinga Angel dan sesekali menjulurkan lidahnya, menjilati lubang telinga Angel yang masih memejamkan mata ini. “Ahhhhhhh”, Angel terus melenguh, lenguhan yang mulanya singkat kini menjadi desahan, pertanda ia menikmati jilatan Arya di telinganya.

Arya benar-benar meresapi apa yang ia lakukan kepada Angel hingga akhirnya kemaluannya menjadi tegang akibat kelakukan yang super romantis ini. Celana jogger 3/4 yang ia kenakan tak mampu menahan tegangnya adik kecil Arya, membentuk tonjolan yang menyentuh pantat Angel. Entah mengapa Angel yang merasakan ada benda tumpul yang berkali-kali menyentuh bokongnya seolah-olah tak mampu berbuat apa-apa, ia justru terlihat menikmatinya. Arya yang sudah mulai tak sadar dengan apa yang dilakukannya kini mulai berani mengarahkan batang kemaluannya ke sela-sela selangkangan Angel yang saat itu mengenakan dress tanpa lengan selutut. Merasa kemaluannya sudah berada di tempat yang tepat, Arya mulai memaju mundurkan pinggulnya, menggesek-gesekkan kemaluannya di selangkangan Angel walaupun berkali-kali tertahan oleh kain dress Angel.

“Ahhhhhh, emmhhhh”, desahan terus keluar dari mulut Angel yang sedang memejamkan matanya, merasakan geli di telinga dan juga di selangkangannya. Selangkangan Angel mulai basah, bukan karena gesekan kemaluan Arya yang masih tertahan oleh dress yang dikenakannya, melainkan karena perlakuan Arya yang benar-benar romantis. “I love you”, bisikan hangat itu hadir di telinga Angel dari Arya, hingga akhirnya Angel pun menoleh ke arah kanan, memandang Arya yang sedang menatapnya dengan sayu. Keduanya saling mendekatkan wajah mereka hingga akhirnya bibir mereka pun bertemu. Angel kembali memejamkan matanya, membalas kecupan hangat Arya hingga akhirnya dia memulai inisiatif dengan membuka bibirnya, dan memainkan lidah Arya menggunakan lidahnya.

“Slurrrppp,, mmmhhhhh, ehhhh, mmm”, ciuman yang benar-benar dahsyat, entah berapa banyak air liur yang tertelan oleh mereka seakan-akan sudah tak peduli dengan keadaan sekitar. Makin lama keduanya makin terbawa suasana. Tangan Arya yang mula-mula memeluk erat sambil mengelus-elus perut Angel kini mulai bergerak ke atas, sedikit demi sedikit hingga akhirnya Angel melepaskan dekapannya di tangan Arya. Merasa tangannya sudah terbebas, Arya melepas pelukannya dan dengan perlahan meletakkan kedua tangannya ke bongkahan bukit kembar nan kenyal milik Angel. Tangannya mulai meremas pelan, pinggulnya terus bergoyang, menyodok lembut pantat Angel menggunakan kontolnya yang sudah benar-benar menegang.

Entah berapa lama Arya bermain di payudara Angel yang berukuran besar itu. Angel terus merasakan nikmatnya jilatan demi jilatan yang hadir di dalam mulutnya, melilit lidahnya dan membasahi bibirnya. Arya makin lama makin ingin berbuat lebih. Kini payudara Angel terlepas dari genggaman Arya yang kini mulai meraih ujung dress Angel. Arya masih menjilati lidah Angel dan kemudian tangannya mulai nakal, mengangkat rok Angel sedikit demi sedikit, memperlihatkan paha mulus Angel, hingga akhirnya hampir memperlihatkan celana dalam yang dikenakan Angel. Secara tiba-tiba Angel melepas ciuman mereka, kemudian membuka matanya sambil menahan tangan Arya yang mulai nakal. Angel menggelengkan kepala pertanda ia tak setuju dengan perlakuan Arya.

Tapi bukan Arya namanya jika ia menyerah begitu saja. Ia kembali menyambar telinga Angel, menjilati daun telinga hingga lidahnya menyeruak masuk ke sela-sela telinganya menghasilkan rasa geli yang amat sangat. “Ehhhhhh, mmhhhhhh”, desahan kembali keluar dari mulut Angel hingga ia kembali memejamkan matanya. Pertahanan Angel makin lama makin lemah mendapatkan serangan bertubi-tubi di telinganya, hingga akhirnya ia melepaskan tangan Arya.

Merasa tangannya sudah terbebas, Arya kini mulai mengangkat kembali rok Angel. Kali ini hingga sebatas pinggang. Kini terpampang jelas celana dalam Angel berwarna putih kecoklatan dengan kain halus yang sedikit terselip di sela-sela pantatnya hingga memperlihatkan keindahan bongkahan pantat Angel. Mengetahui bokong Angel sudah tak terlindungi oleh dress, tangan kiri Arya mulai beraksi. Namun kali ini bukan Angel yang menjadi sasaran, melainkan kemaluannya sendiri. Ia mulai menyelipkan tangannya ke dalam celana joggernya sendiri dan mulai mengocoknya dengan pelan. Sementara itu Angel masih memejamkan mata menikmati jilatan mesra Arya di telinganya.

Tiba-tiba, karena sudah tak tahan dengan nikmatnya kocokan dari dirinya sendiri, Arya mengeluarkan tangannya dari dalam celananya, kemudian menarik turun celananya sendiri hingga akhirnya kontolnya berdiri tegak tanpa ada yang menghalangi. Kedua tangannya kembali memegang ujung dress kemudian kembali mengangkatnya hingga ke pinggang, dan Arya menggeser-geser tubuhnya hingga akhirnya “Ahhhhhhh”, desahan mulai keluar dari mulut Arya ketika kontolnya berada tepat di memek Angel yang hanya ditutupi oleh kain celana dalam.

Angel sempat terkejut, tiba-tiba ia membuka matanya dan menoleh ke arah Arya. Namun tatapan lembut Arya serta goyangan yang begitu mesra yang menggesek-gesek kemaluannya lambat laun mampu membuat Angel luluh dan larut dalam nafsu yang makin membara. Goyangan Arya makin lama makin dipercepat dan entah apakah Angel mulai tak sadar hingga kedua tangannya naik dan mulai meremas payudaranya sendiri. Melihat hal itu Arya mulai melepas ciuman mereka dan memegang pinggul Angel sambil menahan dress yang ia kenakan. Posisi mereka bagaikan seperti orang yang sedang melakukan hubungan seks dengan posisi restroom attendant. Angel sedikit menunggingkan pantatnya agar Arya makin leluasa menikmati memeknya dari belakang.

“Ehhhhh ehhhhh ahhhhhh”, desahan Angel makin menjadi, tangannya makin kasar meremas payudaranya sendiri, sementara itu Arya makin menjadi menggesek-gesekkan kontolnya di memek Angel. Kenikmatannya benar-benar terasa walaupun memeknya masih tertutup oleh celana dalam yang sudah benar-benar basah itu. “Ahhhhhh, enak banget”, Angel mulai meracau. Seakan-akan belum puas dengan apa yang ia lakukan, tangan kanan Arya mulai menyelip dari bawah, menuju ke atas, hingga dress Angel benar-benar terangkat dan kemudian Arya meraih toket Angel yang sedang diremas oleh dirinya sendiri. Arya meraih kemudian kembali menyelip dari balik BH, menyentuh lembut gundukan kenyal itu, mencari-cari dan akhirnya ia menemukan puting susu kecil milik Angel. Arya mulai memilin-milinnya dengan lembut, sementara itu Angel membantu Arya meremas-remasnya.

Arya terus menggoyang pantat Angel. Ia pun makin lama ikutan bergoyang, mengikuti irama goyangan Arya. “Ehhhhhhh, ehhhhh Aryaaa, terussss, ahhhh”, Angel terus meracau dan mendesah, badannya mulai menegang, terasa remasan tangannya benar-benar makin kuat. Arya tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, tangan kirinya menyelip melalui sela-sela celana dalam Angel. Menyentuh lembut kemaluannya, mencari sela-sela kemaluan yang sudah basah, hingga akhirnya ia menemukan klitoris yang begitu kecil. Angel berusaha menahan tangan Arya, namun percuma, karena tenaga di tambah dengan nafsu Arya yang sudah di ubun-ubun. Arya mulai menekan, menggesek-gesek, memutar-mutar klitoris Angel. “Ahhhhhh Aryaaaaaa ahhhhh”, desahan Angel makin keras, entah mengapa kedua kakinya makin menegang, Angel memejamkan mata, “Ahhhhhhhh”, teriakannya makin keras, Srrrrrrrr. Rupanya Angel mengalami orgasme, diikuti dengan getaran di tubuhnya dan membuat kedua kakinya menjadi lemas.

Arya yang juga tak tahan menghadapi gejolak nafsu di tubuhnya terus saja menggenjot Angel dari belakang. Ia terus menggesek-gesekkan kontolnya di sela-sela memek yang masih tertutup kain celana dalam tersebut. “Angeeel, ahhhh aku mau keluaarr”, kata Arya mendesah, ia makin kencang menggoyangkan pinggulnya. “Ahhhhhh Angeeeel, ahhhh”, desahan makin menjadi dan tiba-tiba Arya menyingkap celana dalam Angel hingga terlihat jelas pantatnya yang mulus.

Angel hanya pasrah sambil menoleh ke belakang melihat apa yang Arya lakukan kepadanya. Kini Arya menggesekkan kontolnya di sela-sela memek Angel tanpa ada penghalang apapun. Ia bisa merasakan hangatnya cairan nafsu di memek Angel. “Ahhhhh Angeeel sayaaaang, akuuu … ahhhh”, crooot croooot crooot, Arya menahan goyangannya, merasakan nikmatnya peju yang keluar dari kemaluannya. Membasahi celana dalam, selangkangan dan juga karpet room karaoke ini.

Entah berapa kali pejunya muncrat, hingga akhirnya Arya kembali menggesek-gesekkan kontolnya, merasakan sisa-sisa kenikmatan yang lambat laun berubah menjadi geli di sela-sela memek Angel. Angel pun berdiri dengan posisi normal kemudian berjalan mengambil tissue. Entah berapa lembar yang diambil kemudian ia mengelap selangkangannya sendiri lalu mendekati Arya dan mengelap kontolnya yang masih tegang itu. “Ehhhhhh, makasi yaa sayang”, kata Arya kepada Angel yang dengan telaten membersihkan kontolnya dengan tissue.

Setelah itu Angel pun membenarkan dressnya dan Arya pun kembali memakai celananya. Angel sempat memeluk Arya dan mengecup bibirnya sebentar. “Balik yuk”, kata Angel dengan nada yang cukup pelan. Arya hanya mengangguk, dan mereka berdua keluar dari room karaoke tersebut. Arya berjalan terlebih dahulu sedangkan Angel berada di belakangnya. Kenikmatan yang hakiki, hadir dari nafsu yang terpuaskan oleh orang terkasih.

BERSAMBUNG

Reach what you love, and love what you reach!

Silahkan Rate Cerita ini

author
Author: 
    Reach what you love, and love what you reach!