Angelstory – Just an ordinary angel – Part VIII

No comment 3715 views

Tidak ada malam yang lebih indah dibandingkan dengan malam cerah bertabur bintang. Namun malam ini, hujan deras mengguyur membasahi bumi. Suaranya menghasilkan alunan merdu memecah kesunyian. Angin semilir yang begitu dingin menyibak tirai penghalang, mendesir tipis ke tubuh sepasang kekasih yang justru sedang dibasahi oleh peluh akibat melanggar aturan anti cinta yang berlaku.

Ketika lidah saling berpagutan, ketika tangan Arya meremas pelan buah dada Angel yang begitu menantang untuk dijamah, ketika kemaluan saling bersentuhan, walaupun masih tertutup oleh kain penghalang, tapi kenikmatan sudah mulai menjalar ke tubuh mereka berdua.

“Ahhhhh”, desahan pelan yang begitu manja terdengar oleh telinga Arya yang begitu berirama menggesek-gesekkan batang kemaluannya ke sela-sela vagina Angel yang masih tertutupi oleh celana dalam berwarna putih itu. Posisi kaki Angel sudah mengangkang, memberikan ruang bagi tubuh Arya untuk mengeksplorasi bagian bawah tubuhnya itu.

Tatapan mata keduanya saling menatap tajam, seolah-olah saling bertanya, “Benarkah yang kita lakukan?“. Tidak ada kata benar dan salah ketika perasaan cinta telah luluh termakan oleh nafsu yang tak terkendali. “Ahhhhh”, lenguhan demi lenguhan keluar namun tetap tertahan di bibir Angel yang hanya terbuka sedikit, menyisakan ruang bagi lidah Arya untuk bermain.

“Ehhhhhh”, Arya pun mendesah, karena merasakan geli di sekujur tubuh ketika tangan Angel yang lembut berhasil menyelinap, melewati celana dan boxer yang dikenakan oleh Arya hingga menyentuh secara langsung batang penisnya. Kocokan yang begitu perlahan membuat Arya makin gila, nafsu yang sudah di ubun-ubun kini makin meluap. Membuat lidahnya berontak dengan kasar mengaduk isi mulut Angel yang hanya bisa pasrah.

Secara tiba-tiba Arya menarik wajahnya, menyudahi ciuman panas mereka, kemudian berdiri tegak. Namun Arya tetap menjaga jarak, ia tak ingin penisnya terlepas dari genggaman lembut Angel. Arya berdiri, membuat Angel menatap penuh arti, berpikir apa yang akan dilakukannya. “Sreeeekkk”, Arya memelorotkan celana dan juga boxer yang ia kenakan hingga genggaman Angel terlepas dari penis Arya. Tatapan Angel pun beralih menuju bagian bawah, melihat kejantanan Arya yang sudah berdiri tegak.

Tanpa banyak bicara, Arya kembali mendekati Angel. Dengan inisiatif, Angel kembali meraih penis Arya yang tegak dan juga sekeras batu itu. “Ahhhhhh”, desahan keluar dari mulut Arya ketika Angel mulai mengocoknya dengan pelan. “Mmmppphhhhh”, ciuman mesra kembali mendarat di bibir Angel, membuatnya sedikit menganga, memberikan jalan bagi lidah Arya untuk kembali mengobok-obok mulut Angel.

“Ehhhhhhh mmmpphhhh emmmhhhhh”, lenguhan yang tertahan dari Angel, menambah romantisnya suasana malam ini, lenguhan yang begitu merdu ketika Arya kembali menggesek-gesekkan batang kemaluannya di vagina Angel yang masih tertutup oleh celana dalam miliknya. Arya terus menggoyangkan pinggulnya, diikuti oleh Angel yang berusaha mengimbangi dan mengikuti sesuai irama goyangan Arya. “Ahhhhh, ahhhhh, enak sayaang”, suara desahan kenikmatan begitu lantang keluar dari mulut Angel ketika Arya menyudahi ciuman mereka. Arya begitu fokus memandang ke arah penisnya yang sedang asik “menyiksa” kemaluan Angel.

Hanya dengan sedikit kode dari Arya yang memegang ujung dress Angel dan mengangkatnya sedikit, membuat Angel kembali berinisiatif. Ia pun berdiri, kemudian mengangkat dressnya hingga terangkat secara keseluruhan dan terbuka secara sempurna. Ia pun melempar dress yang dikenakannya di samping tempatnya berdiri. “Hmmmmmmm gleegggg“, Arya menghela nafas begitu dalam dan kemudian menelan ludah ketika melihat lekuk tubuh seksi gadis hitam manis ini. Arya pun membuka kaos yang dikenakannya hingga ia pun telanjang bulat saat ini. Keduanya berpelukan dalam posisi masih berdiri. Arya terus meliuk, membenarkan posisi hingga akhirnya penis tegangnya berada tepat di sela-sela selangkangan Angel.

Arya mulai menggoyangkan pinggulnya, maju dan mundur, menggesek kemaluan Angel dengan begitu perlahan, sementara itu keduanya masih berpelukan. Kepala mereka saling menyilang, menyiumi leher masing-masing. “Ahhhhhh”, desahan kembali keluar dari mulut Angel yang makin lama merasa makin nyaman dengan perlakuan Arya. “Ahhh ahhh ahhhh”, desahan terus keluar seirama dengan gesekan penis Arya di kemaluan Angel yang makin lama makin cepat. “Ahhhh ehhhhhh”, lenguhan yang begitu panjang diiringi dengan tekanan dari Angel yang seolah-olah menginginkan penis Arya lebih menekan ke kemaluannya.

Arya pun meraih pengait BH yang dikenakan oleh Angel. Hanya dengan sekali usaha, terbukalah pengait itu dan membuat BH Angel terjatuh. Angel sempat tersentak dan terkejut ketika merasakan payudaranya tidak tertutup lagi. Tapi dengan sigap tangan kanan Arya meraih puting susu kecoklatan itu kemudian dipilinnya perlahan. Perlakuan Arya makin membuat Angel kesetanan. Angel meremas bokong Arya, menekannya agar penisnya makin kasar menggesek-gesek kemaluannya. “ahhhhh, buka sayang”, pinta Arya sambil mendesah manja di telinga Angel. Ia tak serta merta membuka celana dalam, penghalang terakhir di tubuhnya, namun ia sempat berpikir sejenak sebelum kemudian ia pun mulai memelorotkan celana dalam yang ia kenakan saat itu.

Kini, keduanya sudah dalam keadaan telanjang bulat.

Angel kembali menggenggam penis Arya, mengarahkannya ke selangkangannya sendiri. Sedangkan Arya dengan sigap mulai menggesek-gesek kemaluan Angel yang sudah benar-benar licin akibat cairan nafsu yang sudah meluber membasahi selangkangannya. “Ahhhhh ahhhhh ahhhhh”, keduanya mendesah bersahutan, menikmati setiap gesekan yang terjadi di alat kelamin mereka. Keduanya pun saling meremas bokong pasangannya, berusaha menekan agar gesekan yang terjadi di kemaluan mereka makin kasar.

Arya mendorong Angel perlahan hingga ia pun berjalan mundur. Mundur, terus mundur, makin mundur hingga akhirnya “Ahhhh”, Angel pun terduduk di sofa yang ada di belakangnya. Dengan posisi seperti ini, keduanya saling memandangi tubuh bugil pasangannya. Menikmati pemandangan itu sesaat sebelum kemudian Angel dengan inisiatif, mengangkat kedua kakinya, bertumpu pada sofa dan mengangkang. Melihat posisi Angel yang sudah siap “diterkam“, Arya pun melangkah mendekatinya. Kemudian menindih tubuh Angel dan mendekati lehernya sambil berbisik, “Sayang, aku masukin ya“, kata Arya secara perlahan.

Angel hanya terdiam, namun ia memejamkan mata. Tampak keraguan dari perilakunya, tapi nafsu sudah menguasai akal sehat keduanya. Tanpa menunggu persetujuan dari Angel, Arya pun mengarahkan penisnya, mendekati lubang kemaluan Angel, “Ehhhhhhh”, lenguhan panjang terdengar ketika kepala penis Arya menyentuh lembut bibir vagina Angel. Arya terus menggeseknya perlahan, menekannya, berusaha menerobos liang senggama yang sempit itu. Sementara itu Angel masih memejamkan mata sambil menoleh ke arah kanan. Kedua tangannya berusaha terus memberi rangsangan pada puting susunya sendiri.

Ujung kepala penis Arya sudah hampir masuk ke liang kemaluan Angel, membuat Angel menarik leher Arya, memeluknya erat. “Pelan-pelan sayang, ahhhh”, kata Angel yang berusaha menahan rasa perih namun tetap menikmatinya itu. Arya terus menggoyang-goyangkan pinggulnya, menusuk kemaluan Angel dengan perlahan, hingga akhirnya, blessss “Arrgghhhhhhh”, sebuah hentakan yang cukup keras dari Arya membuat penisnya masuk secara utuh ke lubang kenikmatan Angel. Angel melilit leher Arya menggunakan kedua tangannya, ia mencekik leher belakangnya dengan begitu keras, “Ahhhhhh sakiiit”, kata Angel meringis ketika keperawanannya jebol. Mengetahui hal itu, Arya melambatkan genjotannya, ia tak ingin menyakiti kekasihnya.

“Ahhhhhh, sakit sayaaang”, kata Angel sambil mendesah manja, “Iyaa, sabar ya sayang”, kata Arya di samping telinga Angel. Arya terus menjaga tempo genjotannya, ia menghujamkan penisnya secara perlahan namun konstan, hingga makin lama Angel pun makin menikmatinya, “Ahhhh ahhhhh, terus sayaang”, kata Angel, pertanda bahwa rasa sakitnya telah hilang, berganti dengan rasa nikmat di sekujur tubuhnya. “Sleppp sleppp sleppp”, suara gesekan penis Arya yang terus memompa kemaluan Angel terdengar begitu indah. “Ahhhhh ahhhh”, desahan yang makin menjadi dari mulut Angel membuat Arya makin bersemangat.

“Ahhhhhh ahhhhhh terus sayaang ahhhh”, tubuh Angel menegang ketika tusukan demi tusukan hadir di liang kemaluannya. Plak plak plak, suara kecipak makin menambah erotisnya suasana malam ini. Suara hujan tak lagi terdengar di telinga mereka berdua, berganti dengan suara desahan yang menggema seantero ruangan. “Ahhhh sayaaang, enaaak ahhhh”, kata Angel meracau seraya meremas bokong Arya, kemudian menekannya agar penisnya masuk lebih dalam lagi. Makin lama remasan Angel makin keras di bokong Arya hingga akhirnya remasan itu berubah menjadi cakaran. Angel berkali-kali mencakar bokong Arya, menghasilkan rasa perih, namun tidak dihiraukan oleh Arya yang makin bersemangat menggenjot kemaluan kekasihnya itu.

Plak plak plak, “Ahhhhh sayaaanggggg ehhhhhhh”, Desahan Angel yang makin brutal hingga akhirnya beberapa genjotan terakhir membuat Angel sedikit menunduk, meremas dan mencakar makin kuat bokong Arya, dan membuat Arya menghentakkan pinggulnya, menusuk makin dalam, “Ahhhhhh akkkuuuu kee … ahhhh”, Angel tak sanggup berkata-kata ketika ia meraih orgasme pertamanya. Arya pun berhenti menggenjotnya, membiarkan penisnya berada di dalam kemaluan Angel yang bergetar akibat kenikmatan yang ia rasakan hingga akhirnya remasan tangannya terlepas dari bokong Arya. Tubuhnya pun terkulai lemas.

“Sayang, nungging ya”, pinta Arya kepada Angel. Rupanya Angel sudah puas terhadap orgasmenya tadi, sehingga permintaan Arya langsung dituruti olehnya. Angel pun berdiri dari sofa itu, kemudian berbalik badan, membelakangi Arya dan kemudian kembali naik ke atas sofa dan menungging, bertumpu pada sandaran sofa. Angel pun menoleh ke belakang, melihat apa yang akan dilakukan oleh Arya. Gaya bercinta memang tak dikuasai oleh mereka berdua, namun naluri dan pengalaman dari nonton film lah yang membuat mereka sedikit memiliki pengetahuan tentang bercinta.

Arya kembali mengarahkan penisnya, kemudian menggesek-gesekkannya di sela-sela bokong Angel. “Ahhhhhh”, Arya begitu menikmati ketika penisnya bergesek dengan pantat Angel. Namun ia tak ingin berlama-lama. Arya pun mengarahkan kembali penisnya, kali ini ke lubang kemaluan Angel dan kemudian menyodoknya, “Ahhhhhhh”, lenguhan panjang dari mulut Angel terdengar ketika penis Arya menusuk begitu dalam ke liang senggamanya.

Plak plak plak, kriiiingggg, suara telepon memecah suasana, mengaburkan indahnya irama kecipak dari genjotan Arya di kemaluan Angel. Arya hanya melihat siapa yang menelponnya. Nama Dira muncul di layar HPnya, namun Arya pun melemparkan HPnya di sofa dan melanjutkan genjotan di kemaluan Angel. “Ahhhhhhh ahhhhh teruss sayaaanggg”, Angel kembali meracau, nafsunya kembali bangkit ketika Arya menggenjotnya dengan gaya yang baru. Ya, ini adalah pertama kalinya bagi Angel bercinta, namun kenikmatannya sungguh membuatnya menjadi gila.

Plak plak plak, makin lama Arya makin keras menggenjot Angel. “Ahhhhh sayaaangg yang keras sayaang ahhhh”, kata Angel terus meracau, membuat Arya makin bersemangat menggenjotnya. Plak plak plak, “Ahhhhh sayaaang, akuu mau keluar”, kata Arya yang terus menaikkan tempo sodokannya. Mendengar hal itu Angel juga ikutan semangat memaju mundurkan pantatnya, mengikuti irama genjotan Arya. “Ahhhhh ahhhhh, saayyyaaangg”, Arya makin tak karuan, genjotannya makin menjadi, sementara itu HPnya terus berdering, namun tak dipedulikan oleh keduanya.

Plak plak plak, “Sayaaaangggg aku jugaaa….”, kata Angel yang tubuhnya kembali menegang, “Ahhhhh ahhhhh”, Arya makin kesetanan menggenjot kemaluan Angel, tangannya meremas-meremas bokong Angel hingga akhirnya, “Sayaaanggg, ahhhh …”, Arya pun mencabut penisnya dan menggesek-gesekkannya di sela-sela pantat Angel, “Ahhhhhhhh”, crooot crooot crooot, peju menyembur keluar, membasahi pantat Angel, bahkan ada yang menyasar ke punggungnya. Benar-benar basah dan lengkat, “Ahhhhhhh”, Arya terus menikmati sisa-sisa kenikmatan orgasme yang baru saja dialaminya. Ia memeluk tubuh Angel dari belakang sambil sesekali meremas payudaranya.

Bruuuukkk, keduanya pun terkulai lemas, Angel rebahan di sofa Arya, sementara itu Arya pun terjatuh di sofanya sendiri. “Sini sayang”, kata Arya sambil membenarkan posisi tidurannya di sofa. Kemudian Angel pun beralih mendekati Arya dan kini mereka berdua pun saling berpelukan mesra di atas sofa dalam keadaan telanjang bulat.

Keduanya saling memejamkan mata tanpa berkata apapun. Menikmati suasana yang begitu romantis sekaligus erotis. “Sayang, nginep sini ya”, kata Arya berbisik di telinga Angel, “Gak ah, bisa dimarahin abis aku ama papahku”, jawab Angel. “Yahh, padahal kalo nginep, kita bisa bercinta berkali-kali”, kata Arya kembali, “Emang masih kuat?”, tanya Angel, “30 menit lagi bakalan kuat lagi kok”, jawab Arya, “Jangan malem ini deh, aku minta ijinnya jenguk temen, lain kali aja ya”, kata Angel.

“Mandi yuk”, ajak Arya, dijawab dengan anggukan kepala oleh Angel. Mereka berdua pun berdiri, berjalan ke arah kamar mandi. Arya memeluk Angel dari belakang dan penisnya terus bergesekan dengan bokong Angel. “Ihhhh lepasin”, kata Angel yang protes karena ia merasa berkali-kali hampir terjatuh. Keduanya pun masuk ke dalam kamar mandi. Arya menyalakan air hangat pada kran di bath up. Keduanya kembali berpelukan sambil menunggu air hangat memenuhi bath up. Di tengah-tengah pelukan itu, penis Arya kembali menegang. “Hmmmm, pengen lagi ya?”, tanya Angel setelah merasakan penis Arya berkali-kali menyentuh pahanya. Arya hanya mengangguk, “tapi punyaku masih perih”, kata Angel membuat Arya murung.

Akhirnya keduanya pun masuk ke dalam bathup berisi air hangat. Berendam sesaat dan saling menggosok badan pasangannya. Tapi ada yang beda dari Arya, wajahnya begitu murung karena Angel menolak untuk diajaknya bercinta kembali. “Kamu kok cemberut sih sayang?”, tanya Angel, “Gpp”, jawab Arya begitu singkat. Angel hanya tersenyum melihat tingkah laku Arya yang begitu menggemaskan. Tiba-tiba Angel mendekati Arya lalu berbisik, “Sini aku kocokin”, kata Angel. Mendengar hal itu Arya sempat terkejut dan kemudian kembali bersemangat, senyum pun terkembang di bibirnya dan ia pun berdiri di hadapan Angel, “Nih emutin ya sayang”, kata Arya, “Ihhh aku gak pernah, mending kamu duduk aja deh di situ”, kata Angel sambil menunjuk pinggiran bathup. Arya pun menurut dan duduk di pinggir bath up.

Angel mengambil sabun cair, menuangkan sedikit di telapak tangannya kemudian mulai menggenggam penis Arya. “Ahhhhhhh”, desahan keluar dari mulut Arya ketika Angel mulai mengocok batang penisnya yang sudah benar-benar tegang itu. Angel terus mengocoknya dari mulai tempo yang pelan, kemudian menjadi makin cepat, makin cepat hingga akhirnya, “Ahhhhhh sayaaangg, enaaakkk”, Arya meracau, tubuhnya menegang, ia menggeliat ketika tangan lembut Angel terus mengocok penisnya. “Saayaaaangg, aku mau keluaar”, kata Arya, “Keluarin sayaang”, jawab Angel yang begitu telaten memuaskan kekasihnya itu.

Slep slepp sleppp, kocokan yang begitu cepat itu akhirnya meruntuhkan pertahanan nafsu Arya, “Ahhhh sayaaang, ahhhh ….”, desahan yang menggema di dalam kamar mandi hingga akhirnya, ccrooot croooot, sperma Arya kembali menyembur keluar, ada yang mengenai wajah Angel, slepp slepppp sleppp, melihat Arya sudah menumpahkan pejunya, Angel masih terus mengocok penis Arya hingga akhirnya Arya memundurkan pinggulnya, memberi tanda bahwa ia sedang kegelian.

“Udah sayang?”, tanya Angel, “Iya, udah, makasi yaa”, jawab Arya. Keduanya pun kembali melanjutkan mandi. Kembali saling menggosok tubuh pasangannya. Hingga akhirnya mereka berdua memakai handuk secara bergantian dan kembali mengenakan pakaian mereka masing-masing. “Anter aku pulang”, kata Angel. Arya pun mengambil kunci mobil dan HP miliknya kemudian keluar dari kamar apartmentnya menuju lift. “Ehh tadi siapa yang nelpon?”, tanya Angel, “Ohhh iyaa”, kata Arya kemudian membuka layar HPnya dan menelpon balik.

Tuuuuttt tuuuuttt Tiiiinggg, telepon tak diangkat, mereka pun berjalan keluar dari lift menuju mobil Arya. Sementara itu Arya terus berusaha menelpon Dira. Tuuuuutttt Tuuuuuuttt, “Ya halo, maaf dengan siapa ini?”, jawab seseorang, Arya begitu bingung, ia sempat melihat nomor yang diputarnya, tapi mengapa bukan Dira yang mengangkatnya, “Halo ini siapa? Aku temennya Dira”, kata Arya, “Ohh maaf, pemilik HP ini baru saja kecelakaan, ia tertabrak mobil dan sekarang masih di ruang ICCU”, jawab orang tersebut.

Jedeeeerrrr, bak petir di siang bolong, Arya begitu terkejut, Angel bingung melihat mimik wajah Arya yang benar-benar kaget, “Ada apa sayang?”, tanya Angel, “Dira ditabrak mobil”, jawab Arya, “Haaaaahhhh”, Angel pun terkejut. Arya meminta lokasi Rumah Sakit kepada orang yang membawa HP Dira itu. Kemudian mereka berdua bergegas menuju Rumah Sakit. Angel sempat menelpon orang tuanya untuk minta ijin lagi, dan Angel pun mencoba menelpon Ibunya Dira yang ternyata sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit.

Brummmmm, Arya tancap gas, tak peduli dengan keadaan jalan raya yang kebetulan sedikit sepi karena hujan masih mengguyur walaupun hanya gerimis. Arya merasa bersalah karena ia tadi tak mengangkat telepon tersebut. Ia malah memilih kepuasan nafsunya daripada sahabatnya. Angel menangis karena begitu khawatir dengan sahabatnya tersebut, dan Arya juga benar-benar merasa tak enak karena perpisahannya dengan Dira tadi benar-benar di luar dugaan.

BERSAMBUNG

Reach what you love, and love what you reach!

Silahkan Rate Cerita ini

author
Author: 
    Reach what you love, and love what you reach!