Jinan Story – Jīnanrabusutōrī

No comment 789 views

Beberapa hari setelah kejadian itu dimana aku Dewa dan Jinan telah resmi berstatus pacaran, betapa senangnya dan gembirannya hatiku ini karena dia juga sama sukanya denganku artinya aku ingin dia jadi kekasih hati lalu dia merespon bahwa dia juga ingin hubangan yang selama ini kita jalani lebih dari sekedar kakak dan adik, ya walaupun usia kami memang jauh tapi tak apalah yang penting dia juga punya perasaan yang sama denganku

Waktu telah berlalu begitu cepatnya sampai tiba saat aku dan Jinan telah resmi jadian dengan beberapa kesepakatan tentunya, salah satunya adalah tidak boleh melanggar golden roles katanya.

Tapi apa yang di lakukan ‘kan seharusnya waktu itu dia tidak menerima aku sebagai kekasihnya dengan alasan golden rolespun bisa jadi alasannya, tapi hal itu telah terjadi kepada kami berdua, bahkan mau ngajak selfipun aku tak bisa, tappi tak apalah aku hanya terus bersabar, huffffttt.

Lalu aku mengambil hanpone yang berada di meja ruangan yang sengaja di berikan oleh ortuku, katanya sih untuk ruangan kerja serta ruang belajarku dan segera menelpon Jinan dengan mode video call yang ada di aplikasi WA, ku buka kunci passwordnya, menekan aplikasi WA dan mencari nomor hpnya Jinan

KRIIIIIIIIINGGGGGGGG, KRIIIIIIINNNNGGGGG

“halo neng apa kabar?”tanyaku, “baik ak, terus ada apa aak nelpon eneng lagi?”tannya Jinan balik, “ga aak cuma kangen aja sama eneng geulis, eh btw kamu cantik loh pake baju itu”balasku, “aaahh biasa aja ak”balasnya, “eh bener kali kecantikanmu itu gak kalah loh sama artis Dian Sastro”rayuku, “ah aak bisa saja”balasnya, “eh beneran ini”rayuku lagi, “iiihhhh aak gombal mulu”balasnya, “eh jangan di tutupin dong wajahnya”rayuku lagi, “malu iiiihhhh”balasnya, “iya kelihatan kok wajah kamu tuh memerah, tambah cantik deh”kataku, “tuh kan gombal lagi”balasnya, “kenapa gak suka ya?”tanyaku, “auu ah”sahutnya, “jangan gitu dong geulis”rayuku, “udah dong ak”pintanya, “iya iya neng”sahutku

“ak”katanya, “apa sayang”rayuku, “plis deh ak”pintanya, “iya deh iya, emang kenapa kok muka kamu langsung berubah gitu?”tanyaku, “gini loh ak”katanya, “kenapa cerita sama aak”balasku, aak tau gak sama Okta?”tanyanya, “Okta yang mana?, yang namanya Okta kan banyak sayangku”balasku, “iiiihh eneng”sahut Jinan dengan wajah kesalnya “iya iya”sahutku, “ituloh ak”balasnya, “iya yang mana?”tannyaku

 “ituloh ak yang nama lengkapnya Ayu Safira Oktaviani ituuu”katanya, “yang ini?”tanyaku, “eeehh dapat dari mana itu foto?”tanya Jinan padaku, “darii emmm dariii”balasku dengan gugup

“ayo dari mana?, jawaabb” pintanya, “anuuu neng ituuu”balasku, “iiihh jawab jangan-jangan aak selingkuhin Jinan ya?”tannya padaku dengan menunjukan wajah cemberutnya

“iiiiiihh jawabbb”pintanya sambil terus menunjukkan wajah cemberutnya, “aak tega ya sama Jinan”katanya sambil meneteskan air mata

“neng udah cuuuppp, aak nih dapet dari saudara sepupu namanya Vincent Kusuma Adi Wijaya alias Vincent, tapi bukan Vincent yang ada di acara ups salah loh ya”balasku, “bener ya?”tannya sambil terus meneteskan air mata, “eh bener sayang”balasku, “tuh kan mulai lagi, keselll…., mana keadaan kaya gini lagi”sahutnya, “iya-iya maaf”balasku

“udah dong nangisnya”pintaku, “tapi promise ya ak gak boleh ada hubungan cewek manapun selain sama Jinan, kecuali keluarga dan Jinan harus tau”pintanya balik, “gak ah”balasku denga merayumya, “iiiihh akk” katanya dengan menujukan ekspresi yang membuatku semakin sayang sama dia, “iya-iya”balasku

“iya apa ak, jawab”pintanya sambil menangis tersedu-sedu, “iya deh aak janji”balsku, “bener?”tanyanya, “iya”balasku, “udah dong nangisnya”pintaku, “iya ak iya”balasnya

“emang kenapa sama Okta?”tanyaku, “loh aak ga tau ya”sahutnya sambil mengambil tisu untuk menghapus air matanya, “emang kenapa?”balasku, “Okta kan habis di *** sama sepupu aak”sahutnya, “aaaahhh masa?”tanyaku sambil terheran-heran, “ih beneran, masa aak ga percaya sama eneng Jinan”balasnya, “percaya kok, tapi gak ada yang tau soal ini kan?”tanyaku

“ga ada kok ak”balasnya, “lah terus eneng tau dari mana?”tanyaku lagi, “eneng tau karena beberapa hari yang lalu eneng pernah namu di kos-kosannya Okta”balasnya, “terus gimana?”tanyaku lagi, “iya terus Okta ceritain semua kejadiannya sama eneng”balasnya, “terus gimana nasibnya?, tapi kamu dampingi dia terus kan?”tanyaku lagi, “ya pastilah namanya juga temen sendiri, tapi pliiiiisss kasih nesehat dong sepupunya”pintanya, “oh itu sudah pasti, kalo perlu aak hukum dia”balasku

“jangan ak, kasih nasehat aja, ya siapa tau dia bisa langsung minta maaf”sahutnya, “gak mungin”sahutku dengan nada sinis, “ih ga boleh gitu, kita harus tetap berusaha dan siapa tau berhasil”katanya, “waaahh emang gak salah aak suka sama neng Jihan”sahutku dengan merayunya lagi

“aaahh aak bisa saja”balasnya dengan menunjukan wajah yang memerah, “tuh kan merah lagi mukanya, eh tapi besok bisakan kita makan bareng?”tanyaku, “sambil buka puasa ya ak”pintanya, “oh iya itu so pasti”balas ku, “ok kalo gitu Jinan usahain ya”sahutnya, “ok neng, aak tutup ya telponnya, nanti aak wa deh tempatnya dimana”kataku, iya ak love you”sahutnya, “love you too”balasku

 

~ BERSAMBUNG ~

Harimau yang bersekutu dengan serigala   ahahahaha

Silahkan Rate Cerita ini

author
Harimau yang bersekutu dengan serigala   ahahahaha