KinalStory – My Princess, My Inspiration – Part 8

No comment 1151 views

Eh Bro, tumben kesiangan lho, Kevin menyapaku saat aku membuka pintu kantorku. “Eh, iya bro, ada kegiatan dikit tadi”, jawabku sedikit berbohong, hehehe. Tapi ada benernya jg sih, aku emang abis berkegiatan di apartmentku, klo ditanya kegiatannya apa? Pasti akan kujawab, aku sedang membahagiakan seorang biadadari yg nyasar ke bumi, ahhh lebay bgt sih aku. Gara2 cinta jadi lebay.

Kevin melakukan meeting dadakan yg dihadiri oleh beberapa tim inti, kali ini yg dibahas adalah sedikit review tentang project di Makassar dan konser JKT48 beberapa waktu lalu. Setelah itu kami membahas tentang next project di Pulau Bali, dan aku sendiri yg akan turun tangan. Dari hasil meeting, event Jazeera Night adalah event kebudayaan Timur Tengah yg akan dilaksanakan di salah satu Mall terkenal tepat di pinggir pantai Kuta Bali. Konsep event telah dijelaskan oleh Kevin dan bagiku tidaklah berat.

Setelah meeting selesai, aku dan Kevin berbicara 4 mata, membahas tentang rencana konser JKT48 di GBK. “Ah gile lu Ndro”, kata Kevin menyindirku, baginya butuh gebrakan yg sangat besar untuk dapat memenuhi stadion GBK, baginya trend JKT48 sedang menurun karena banyaknya skandal yg terjadi, walaupun konser beberapa waktu lalu dari segi penjualan tiket sold out atau bahasa kerennya Full House.

Secara logika konser ini memang mustahil, tapi dalam hati kecilku masih ada harapan jika benar2 dipikirkan secara serius. Oke, kali ini aku harus serius memikirkan event di Bali Minggu depan. Apa saja yg harus kupersiapkan dan konsep seperti apa yg harus kupelajari. Hari ini tidak begitu banyak yg kukerjakan, karena untuk report konser JKT48 kemarin, aku menunggu hasil kerja dari tim produksi, sedangkan untuk event di Bali, aku hanya menjadi tim eksekutor yg hanya mengawasi saja.

Kulihat jam, masih pukul 2 siang. Aku gelisah, bukan karena belum makan siang, atau ada pekerjaan yg menungguku, melainkan rasa kangen pada kekasihku. Kubuka HPku, lalu kukirim sebuah pesan singkat melalui aplikasi Line, “Sayang, lagi apa? Udah makan belum? Aku kangen bgt”, isi chatku ke Kinal. “Baru selese mandi kak, ntar lagi mau jln ke Fx, ihhh baru tadi pagi abis ena ena, masak pingin lagi?”, ahhh bener2 menggemaskan jawaban dari Kinal, “Yeee, yg bilang pingin siapa? Aku bilang kangen”, balasku kembali, “Ohhh kangen doank? Kirain pengen lagi”, jawab Kinal kembali memancingku, “Iyaaa, pengen jg sih, heheee”, kujawab pancingannya.

Setelah saling menggoda lewat chat, akhirnya kami menyudahi chat yg cukup untuk mengobati kangenku ini. Di depan kantorku ada warteg yg cukup lama berdiri, nama pemiliknya adalah hmmm, siapa ya? Yahh pokoknya org2 biasa memanggilnya Emak, anggap aja namanya Emak deh, hehehe. Aku makan di tempat itu. Ayam bumbu kecap, nasi putih, teh manis panas, sayur sop, kerupuk udang, cukup lah untuk menu makan siangku. Nyam nyam nyam, kulahap makanan ini hingga habis tanpa tersisa sedikitpun. Kemudian aku duduk sebentar sambil menghabiskan teh panasku.

Kriiiiinggg, tiba2 HPku berbunyi, kulihat sebuah nama “My Love”, wah Kinal menelponku, namanya kuganti menjadi My Love, hehehe. “Halo sayang” jawabku, “Kak, lagi dmana?” tanya Kinal, “Aku di warteg depan kantor, knp sayang?” tanyaku kembali. Ternyata Kinal ingin menjemputku, dia ingin mengatakan sesuatu. Gak sampe 1 jam Kinal sudah tiba di kantorku, akupun masuk ke dalam mobil dan mengganti posisi Kinal yg menyetir tadi. Kupacu mobilku menuju ke sebuah Mall dimana kekasihku ini menghibur banyak org.

Sepanjang perjalanan kami mengobrol. “Kak, bgmn tnggapan kk tntang rencana konser kami di GBK?”, tanya Kinal kepadaku, “Hmmm, aku rasa gk ada yg gk mungkin klo benar2 diusahakan”, jawabku. Tapi kulihat dari raut wajah Kinal, tampaknya dia kurang yakin terhadap rencana tersebut. Setelah tiba di Fx, kami pun berpisah, Kinal turun di Lobby, tidak lupa kukecup bibirnya terlebih dahulu. Akupun kembali ke kantorku, aku tidak langsung kembali ke Apartment karena tiba2 saja aku berpikir kembali tentang rencana konser JKT48 di GBK, ini beban bagiku karena aku telah meyakinkan Melody.

Setiba di kantor, aku kembali curhat kepada Kevin. “Heyy, come on bro, It’s nearly impossible” kata Kevin kepadaku, aku terus meyakinkan dirinya, walaupun aku sendiri sebenarnya belum begitu yakin. Kemudian akhirnya Kevin bersedia membantu semampunya. Aku agak sedikit lega karena Kevin adalah salah satu tim terbaikku, tanpa dia, perusahaan yg kami bangun tidak akan mendapatkan kepercayaan dari banyak Klien.

Hari ini berakhir kurang sempurna, karena saat kujemput Kinal tadi, aku mendapatkan sebuah jawaban yg benar2 membuaktu kecewa. Ternyata Kinal tidak bisa ikutan ke Bali karena harus melakukan tapping sebuah acara TV swasta. Ahhhh, ini membuat semangatku sedikit kendor. Rencanaku ingin menggarap event sekaligus menikmati liburan berdua dgn Kinal menjadi gagal. Ahhh ya sudahlah, konsekuensi menjadi kekasih seorang idol.

Hari demi hari tlah kulewati, semua baik2 saja, aku menjadi sopir setia Kinal dan ini sangat membahagiakanku. Kinal benar2 sibuk dgn kegiatan kampus, JKT48 maupun kegiatan shooting. Aku tidak ingin mengganggunya, cukup mengetahui dirinya baik2 saja sudah membuat hatiku tenang dan bahagia. Yg terpenting adalah, kami intens berhubungan setiap hari, karena kami tetap menjaga kualitas hubungan kami yg makin lama makin mesra. Betapa indahnya hidupku, butuh beberapa hari untuk menghilangkan rasa kecewa karna Kinal tidak bisa ikut ke Bali, namun saat tiba harinya, semangatku kembali.

Malam tadi aku menghabiskan waktu bersama Kinal, sepulangnya dari Theater aku menjemputnya, kuajak ke Apartment, dan tidak perlu kujelaskan lagi apa yg terjadi, hehehe, kasurku menjadi berantakan, bantal, guling dan selimut sudah tidak pada tempatnya, kamar mandi begitu basah hingga dinding2nya. Betapa dahsyatnya permainan kami semalam hingga Kinal tidur bersamaku.

Pagi ini Kinal mengantarku ke bandara, karena aku mengambil pesawat pagi ke Bali. Kami berciuman hampir 5 menit, saling bertukar air liur, saling menjilati hingga ada security bandara yg menegur kami. Hehehehe, gak keliatan kok, kaca mobilku benar2 gelap. Akupun turun dan Kinal membawa mobilku. Aku masuk ke ruang tunggu bandara dan tepat 1 jam kemudian akupun tinggal landas, meninggalkan Kota Jakarta. Bye Jakarta, sampai jumpa lagi.

Setiba di Bali, sudah ada tim yg menjemputku, langsung mengantarku ke lokasi event karena aku tidak ingin membuang2 waktu dan ingin melihat persiapan, karena 2 hari lagi event Jazeera Night akan dilaksanakan. Saat melihat venue, betapa romantisnya tempat ini, mini stage menghadap ke arah mall dgn latar belakang pantai Kuta yg sangat indah. Bagi yg pernah ke Bali, pasti sudah tau tempat ini kan? Hehehe. Aku mengecek beberapa persiapan, mencocokannya dgn Check List yg kubawa dari Jakarta kemudian briefing dgn tim, setelah itu aku diantar ke Hotel.

Okee tidak perlu kujelaskan apa yg kulakukan selama di Bali hari ini. Seperti orang2 pada umumnya, jln2 ke pantai, mencari tempat oleh2 dan kembali ke Hotel, hanya itu saja. Malam harinya aku duduk di tepi kolam, menikmati cahaya bintang dan deburan ombak, karena hotel yg kupilih tepat di tepi pantai. Cuaca cukup cerah, terlihat dari banyaknya bintang yg bertaburan menghiasi malam.

Kutelpon Kinal malam ini, aku hanya ingin memastikan dirinya baik2 saja. Suaranya yg lembut dan terkadang manja benar2 menenangkanku. Huuuhhhh, rasanya ingin kupeluk dirinya saat ini, menikmati dinginnya angin pantai sambil memandang bintang2, betapa romantisnya. Namun betapa sayangnya, yg hanya dapat kunikmati saat ini hanyalah bayang dan suaranya. Desahan manjanya terngiang di telingaku, membuat jantungku berdegub kencang menahan rasa rindu di dada. Ternyata inilah cinta, 1 hari serasa seperti setahun lamanya.

Tidak ingin berlarut2 menghayal akupun masuk ke kamarku, kemudian memasang headset dan memutar musik Kenny G, alunan Saxophone dari The Shadow of your Smile membuat mataku terpejam, menenangkan pikiran dan mengantarkanku ke alam mimpi. Alam lain yg berada di luar kuasaku. Indah rasanya mengetahui sang pujaan hati hadir di tengah2 lelapnya tidurku, menjadi bunga tidur yg menari2 dan membuatku tersenyum menunggu pagi.

Jam biologis dalam diriku tiba2 membunyikan alarmnya. Aku terbangun, kulihat HP ternyata masih pukul 6 pagi. Benar2 sempurna tidurku malam ini. Akupun keluar dari kamar, kemudian berlari2 kecil di bibir pantai Seminyak dgn pasir lembutnya sambil menikmati cahaya mentari pagi dan angin pantai yg segar. Kaos yg kukenakan pun basah karena sesekali aku menantang ombak dan terkena deburannya. Tapi aku sungguh menikmati bermain2 di pantai.

Setelah itu akupun sarapan pagi di restoran hotel yg bernuansa Classic European ini. Makanannya sungguh lezat, seandainya Kinal ikut menikmati makanan ini. Mengingat Kinal aku memotret makanan ini kemudian mengirimnya ke Kinal. “Ihhh kk jahat bgt sih, aku jadi pengen”, kata Kinal dgn manja. Salah satu sifat Kinal adalah manja, dan ini membuatku makin sayang padanya. Setelah sarapan akupun kembali ke kamar, membersihkan kakiku yg penuh dgn pasir lalu mandi di bath up dgn air hangat. Pagi ini aku ada jadwal briefing dgn tim yg sudah stand by di venue event.

Tidak lama kemudian jemputanku tiba, dan menuju ke Venue. Kukumpulkan semua tim yg terlibat, termasuk para tenaga ahli dari para vendor event. Kutunjuk beberapa PIC untuk event ini, kujelaskan tugas mereka, apa saja yg harus mereka kerjakan mulai saat ini hingga event berakhir. Kriiiiinggg, HPku berbunyi di tengah2 briefing. Kulihat layar HPku muncul nama “Melody N.L”. Kuangkat telpon darinya, “Halo Bram, lagi di Bali ya?”, tanya Melody, “Iya Mel”, jawabku, “Ya udah aku susul ya, aku brgkt siang ini”, jawab Melody. Aku terkejut dgn maksudnya menyusul. Tapi tujuannya adalah ingin berbicara serius tentang rencana konser di GBK.

Akupun melanjutkan briefing dgn tim. Kemudian lanjut makan siang di venue, kebersamaan seperti inilah yg selalu kurindukan di setiap event. Kami bercanda, tertawa bersama namun tetap serius dalam bekerja. Setelah semua selesai, kami pun berpisah, karena tugasku hanyalah memastikan segala equipment tersedia dan event berjalan dgn sempurna.

Akupun masuk ke dalam Mall ini, melihat2, kemudian duduk di sebuah Coffee Shop, memesan Ice Chocolate karena tubuhku yg cukup kepanasan tadi saat briefing di venue. Kunikmati Ice Coffee ini sambil melihat ke sekeliling. Melihat aktifitas yg dilakukan orang2 di Bali. Tanpa tersadar Kinal kembali hadir dalam lamunanku, Bali adalah tempat yg sempurna bagi kita berdua. Tiba2 suara di HPku memecah lamunanku, “Halo Bram, aku udah di Bandara Bali nih”, kata Melody, “Tunggu ya Mel, aku jemput”, jawabku.

Hari ini kubawa mobil operasional tanpa sopir. Akupun bergegas menuju parkiran, mengambil mobil kemudian menuju Bandara yg jaraknya tidak terlalu jauh. Hanya butuh waktu sekitar 20 menit dan akhirnya aku tiba. Kucari2 Melody, kutelpon HPnya namun tidak diangkat. Mataku celingak celinguk mencari keberadaannya. “Bram”, tiba2 Melody menepuk pundakku, pantas saja aku tidak menandainya, Melody mengenakan Topi dan kacamata hitam, memakai atasan baju dgn bahan kain tipis tanpa lengan berwarna hijau dipadu dgn celana kain ketat berwarna hitam dan high heels berwarna hitam. Sungguh padanan yg sempurna.

Kamipun menuju mobil. Kubawakan koper melody berukuran sedang merk polo berwarna pink imut ini. “Bram, makan dulu yuk, laper nih”, ajak Melody. Akupun memacu mobil ini ke sebuah restoran yg terkenal dgn Ayam Betutunya. Makanan khas Bali yg sungguh lezat. Setelah tiba di sana kami makan sambil ngobrol. Yg kami obrolkan adalah tntang konser kemarin, tntang kondisi JKT48 saat ini dan sedikit bocoran tntang rahasia2 yg banyak org tidak tau tntang JKT48.

Setelah beberapa jam duduk ngobrol, waktu sudah hampir memasuki senja, “Mel, udah pesen hotel belum?” kutanya Melody, “Belum nih, bantuin cari donk”, pinta Melody, “Eh, mending pesennya di hotelku aja yuk, siapa tau masih ada kamar kosong, bagus bgt lohh”, jawabku. Melody pun setuju, kemudian kamipun kembali menuju mobil. Kupacu gas mobil ini dgn kecepatan agak tinggi, karena tidak ingin melewati senja dan sunset. Beberapa lama kemudian tibalah kami di hotel, kamipun menuju resepsionis, menanyakan kamar kosong. “Mohon maaf mbak, untuk hari ini kami full book, dan baru ada besok siang, bagaimana?” Jawab seorang petugas hotel kepada kami.

Wajah Melody cemberut lucu, uhhhh dasar, org cantik mau gimanapun tentang cantik, hehehe. Kucubit pipinya, “Ihhh Bram”, kata Melody, benar2 menggemaskan. Kutawari dia untuk mandi di kamarku sementara. Melodypun setuju, lalu kubawa kopernya menuju kamarku. Kutinggal Melody menuju kolam renang. Senja pun tiba, dan matahari sebentar lagi akan terbenam.

Beberapa saat sebelum terbenam, tiba2 Melody duduk di kursi sampingku. Melody mengenakan kaos berwarna putih dan celana pendek, masih mengenakan kacamata dan topi. Kursi tidur kolam renang yg dilengkapi busa sehingga para tamu nyaman untuk tiduran. “Eh, ke pantai yuk”, ajak Melody. Kamipun berlari ke pantai. Kami bermain2 dgn ombak, tertawa dgn gembira, kaki kami menjadi basah dan terkena pasir. Banyak mata tertuju pada kami, seakan2 mengerti kebahagiaan kami saat ini.

Kaki putihnya ternoda oleh pasir pantai yg lembut, sedikit demi sedikit deburan ombak makin nakal, makin meninggi hingga membasahi tubuh kami. Matahari pun terbenam, meninggalkan warna senja yg sungguh indah, menghasilkan bayangan Melody yg membentuk silhouette yg begitu indah. Betapa cantiknya Melody saat ini. Tiba2 ku tersadar, inilah mimpi yg sempat hadir dalam tidurku beberapa waktu lalu. Menjadi kenyataan, tapi bersama wanita lain. Matahari telah terbenam, senja terganti menjadi malam, ombak semakin meninggi, dan kamipun kembali ke kursi di tepi kolam renang.

Kami menatap langit, namun tidak ada bintang satupun. Instrumental Saxophone dari Freddy Just yg sedang membawakan lagu I will always love you sayup2 terdengar dari restoran di dekat kolam renang, menambah romantisnya suasana malam ini. Sayang sekali bintang tidak ikut serta menemani kami, namun entah mengapa hatiku begitu damai. Melody yg tiduran di kursi tepat di sampingku pun ikut merasakan damainya malam ini. Tidak ada kata yg terucap dari mulut kami, yg ada hanyalah rasa syahdu yg begitu dalam. Apakah hadirnya Melody membuat hatiku tenang, ataukah alunan Saxophone yg membawaku terhanyut? Entahlah.

Ada sebuah magnet yg tiba2 menarik tubuhku mendekati Melody. Sebuah medan magnet berlainan kutub menimbulkan daya tarik hingga pundakku bersentuhan dgn pundaknya. Angin pantai seakan2 merestui kami untuk menikmati malam ini. Bintang malam bersembunyi menambah suasana gelap yg romantis. Tiba2 Melody mengangkat kepalanya lalu merebahkannya di pelukanku.

Alunan Instrumen Saxophone milik Freddy Just membawakan lagu Careless Whisper menjadi tanda jatuhnya ciumanku ke bibir Melody. Melody membalasnya dgn lembut, kurasakan bibir tipis Melody penuh dgn kelembutan. Bibir ini bagaikan madu yg sangat manis. Tidak butuh waktu lama bagiku untuk membuat Melody mempercayakan bibirnya untuk kulumat. Lidahku pun menjadi nakal, ingin ikut merasakan nikmatnya bibir seorang bidadari ini. Melody membuka mulutnya, lidah kami pun bertemu. Suara indah yg keluar dari bibir kami menandakan bahwa kami berdua menikmatinya.

Air liur Melody masuk ke rongga mulutku, rasanya bagaikan oase di tengah padang pasir, begitu segar. Aku memeluk kepalanya, tidak ingin membiarkannya melepas ciuman ini. Nafas Melody memburu, aromanya tercium bagaikan nafas seorang anak bayi yg begitu hangat. Desahan lembutnya keluar dari mulut yg sedang kulumat ini. Suara deburan ombak saling beriringan dgn alunan Saxophone Sentimental. Tik Tik Tik, suara air yg makin lama makin deras, membuyarkan ciuman kami berdua. Tiba2 hujan menjadi deras dan angin pun menjadi kencang. Kami berlari menuju Restoran melihat derasnya hujan. Kuraih pinggul Melody dan menuntunnya menuju kamarku. Kulihat matanya menatap sayu padaku menandakan bahwa dia telah pasrah.

Kubuka pintu kamarku, kami masuk dan kukunci kembali. Mata sayu Melody menatap tajam ke arahku seakan2 memberitauku, Pada malam yang berbadai, Ingin tidur di sampingmu. Hujan beserta angin dengan amat kencang, Mengetuk kaca di jendela, Ku ingin di peluk kamu Dan melupakan semua. Jarum pada jam dinding, dan juga kalender, Juga ranjang tempat kita skarang Adalah dunia kita berdua.

BERSAMBUNG

Reach what you love, and love what you reach!

Silahkan Rate Cerita ini

author
Author: 
    Reach what you love, and love what you reach!