Ku Jemput Bidadariku Part 1

No comment 3848 views

Kupandangi pemandangan yang berlalu dari balik jendela bus. Oh betapa indahnya pemandangan disini. Ku pandangi mobil yang berlalu-lalang melewati bus ku, ku pandangi taman-taman dari dalam, ingin sekali ku bermain disana. Brukkkk, bus ku kehilangan keseimbangan.

ahhhhh, kepala ku terbentur bangku bus didepanku. Aku bangkit, lalu ku mengusap kepalaku, ku lihat sekitarku orang2 sudah tersungkur jatuh. Dan saatku menoleh kearah luar, ku melihat ada sesosok gadis dengan wajahnya tertutup kupluk sweaternya.

Aku terus fokus pada gadis yang berdiri itu, siapa dia? Sedikit-sedikit ia menoleh, wajah sampingnya sudah terlihat, betapa cantiknya wajah sampingnya. Kepalanya makin menoleh, dan aaaaaaa, ku bangun dari tidurku, keringat menetes dari kepalaku. Mimpi apa tadi? Mimpi indah atau sebuah mimpi buruk. Tapi jika mimpi buruk, tak akan ku melihat bidadari tadi. Eh, siapa gadis tadi? Wajah sampingnya begitu cantik, ah sudahlah lebih baikku bersiap untuk pergi kuliah.

Ku bangkit dari kasurku, lalu ku melangkah ke kamar mandi. Byurrrr, ku guyur tubuh ini agar segar dan bersih. Selepas mandi ku keluar dari kamar mandi, lalu melangkah ke lemari pakaian tanpa pintuku. Ya, aku tinggal di kost yang sederhana, layaknya kost2 umum lainnya. Oh iya, namaku Reza Adriansyah, aku adalah mahasiswa, aku juga kerja sampingan sebagai ojek online, itu untuk membantuku selama ku kuliah.

Ku pakai baju lengan pendek polos berwarna putih, lalu ku pakai celana jeans berwarna hitam, lalu ku pakai sepatu putih semata kaki, tak lupa ku semprotkan parfum. Oke, sekarang aku harus bergegas jika tak ingin terlambat kelas. Ku ambil helm ku, lalu ku kunci pintu kost ku. Ku masukkan kunci motornya, lalu ku hidupkan. Eh aku terlupa sesuatu, ku kembali masuk kedalam kost ku, dan ku mengambil jaket bomber hitamku. Nanti baju ku bisa berantakan hehe. Ku tutup kembali, lalu pergi.

Hmmmm, pagi-pagi sudah macet saja. Ku pacu motorku, melewati setiap kendaraan yang didepanku, hingga akhirnya ku sampai dikampusku yang terletak didaerah Jakarta Timur. Ku parkirkan motorku, lalu ku melangkah masuk kedalam gedung kampus. Kreeek, ku buka pintu kelasnya, hmmmm baru beberapa orang saja yang datang. Ku masuk, lalu duduk dikursi ku.

Bruuuk, ada seseorang yang membuka pintu, ternyata dia adalah Bimo. Dia langsung duduk disampingku, hmmm aku tau apa yang akan ia bicarakan jika dia sudah duduk disampingku. “Eh lu tau gak za, kemarin satu lift sama Naomi, anjirrrr”, kata Bimo bicara dengan sangat semangat.

Huu benarkan dugaanku, ya Bimo adalah fans JKT48. Aku sebenarnya kasihan padanya, untuk apa ia menghamburkan uangnya hanya untuk itu? Tapi aku teringat apa kata temenku dulu, Uang tak ada bandingnya jika demi kebahagiaan, dan itu berlaku pada Bimo saat ini, ia sangat tergila-gila pada satu personilnya.

“Emang apa? Terus gimana?”, kataku yang harus menjadi tempat cerita temanku yang malang ini. “Jadii…”, saat Bimo ingin bercerita, tiba2 dosen sudah tiba. Huhhhh, ku menghela napas, untung saja dosen tiba tepat waktu, jadi ku tak payah mendengarkan Bimo bercerita hehe. “Eh Theateran kuy sekali2, kan lu belum pernah kan”, bisik Bimo padaku. “Sssttt diem bege, nanti di….”, omonganku terpotong dengan dosen. “Eh eh kalian bicarakan apa?”, teriak dosen. “Engga pak”, kataku. Huuuhh selamat.

Akhirnya kelas pun berakhir, huuuuu ku menghela napas panjang. Aku bersiap untuk kembali, dan Bimo menahan tanganku. “Eh mau kemana lu?”, kata Bimo. “Ya balik lah, nanti sore gw mau narik nih”, ucapku. “Ayolah nonton theater bareng gue”, kata Bimo yang tak mau melepaskan tanganku. “Eh apansi, engga ah, gak bisa gw”, kataku sambil melepaskan genggaman tangan Bimo, dan akhirnya ku bergegas pergi.

Ku pakai jaketku, ku nyalakan motorku, lalu ku tarik pegal gas motorku dan pergi.

Siang ini lumayan panas, jalanan tak seramai pada biasanya, aku pun jadi lebih cepat sampai di kost ku. Ku parkiran motorku didepan kostku, lalu ku turun dan masuk kedalam kost ku. Ku taro tas ku, lalu ku langsung melemparkan badanku ke atas kasur. Huaaaa mungkin ku bisa tidur sesaat dulu sebelum pergi narik, akhirnya aku pun tertidur.
Hmmm dimana aku? Wahh taman ini banyak sekali bunga nya, uuuu rindang sekali pepohonan ditaman ini. Aku pun duduk dibangku taman berwarna putih, ku bersender pada penyangga kursinya, ku menghela napas panjang, menghirup udara yang segar ini. Hey ada kupu-kupu yang menyandar pada tanganku. Ku pandangi sayap indahnya, hmmm enak kali ya jadi kupu-kupu? Bisa terbang kemana saja.

Aku terus memandangi kupu-kupu yang indah ini, dan tiba-tiba ada seseorang yang mencuri pandanganku. Sekarang pandanganku teralih ke seseorang yang sedang berjalan, dengan menggunakan hoodie putih dan menutupi kepalanya. Eh mengapa ia berhenti melangkah, aku terus memandanginya. Dia sedikit mulai sedikit menoleh. Tunggu, sepertinya wajah sampingnya itu tak asing di ingatanku. Oh iya, saat bus tergelincir itu, tapi mengapa ia kembali hadir disini?

Oh betapa cantiknya wajah sampingnya itu, kali ini aku harus menanyai namanya. Aku bangkit dari dudukku, lalu ku melangkah ke arah nya. “Tunggu”, teriakku saat melihat perempuan itu kembali berjalan, tapi kali ini jalannya lebih cepat. Aku pun menambah kecepatanku, berkali2 aku memanggilnya. “Woy tunggu, siapa nama kamu”, “ehhh”, Tungguuu, aku pun terbangun dari tidurku.

Dan sekali lagi aku bermimpi aneh. Siapa dia sebenarnya? Sudah 2 kali ia muncul dimimpiku, aku pun heran, siapa dia. Ah sudahlah, lebih baik aku bersiap2 untuk pergi narik. Aku pun bangkit dari kasurku, lalu ku ambil jaket ku, lalu ku pakai. Krekkkk, ku tutup pintu kost ku. Brummm, ku nyalakan motorku, lalu ku pergi. Ku berhenti dipinggir jalan, lalu ku ambil hp ku. Ku nyalakan aplikasi nya, ku putuskan untuk menunggu disini saja untuk beberapa saat.
Pukul 9 lewat 20 menit malam.

“Terima kasih bu atas bintang nya”, ucapku ke pelangganku yang turun di Samping mall Fx Sudirman. “Iya mas sama2”, balas pelangganku. “Alhamdullilah lumayan hari ini”, kataku mensyukuri rezeki ku yang telah ku dapat hari ini, Saatnya untuk pulang. Eh tunggu, ada satu pesanan lagi masuk kedalam aplikasiku, tertera tujuannya menuju daerah Jakarta Selatan. Hmmm apa ku batalkan saja ya? Eh rezeki jangan ditolak, hmmm yasudahlah.

“Saya di Lobby Fx ya mas”, SMS pelangganku ini. “Oke mba, saya tiba 2 menit lagi”, balasku. Aku pun masuk melalui pintu timur, lalu bergegas ke Lobby yang terletak didepan. Ku telah sampai di Lobby, tapi tak ada yang mendekatiku. “Mba saya sudah ada di Lobby”, ku kirim pesan singkat ke pelangganku ini. 2 menit sudah ku menunggunya, dan tiba-tiba ada yang menyentuh bahuku.

“Mas Reza ya? Saya Shani”, ucap orang ini. Ya tuhan, ku sempat tertegun beberapa saat karena melihat wajahnya yang begitu cantik dan indah. “Mas?”, kata dia yang memecah suasana. “Eh maaf mba, ke Jakarta Selatan kan?”, kataku sambil tersadar. “Iya, btw jangan panggil mba ya, coz kayanya kita gak beda jauh hehe”, kata dia. “Iya mba, eh sorry. Shan..”, kataku yang berusaha mengingat namanya. “Shani”, kata dia sambil tersenyum. “Oh iya Shani hehe. Panggil aja aku Reza”, kataku.

Aku pun memberikan helm kepada Shani, Shani memakainya, lalu naik keatas motor. Aku pun menarik pegal gas, lalu pergi. Mengapa aku merasa segugup ini? Apa karena aku sedang menggonceng seorang bidadari. Eh bidadari? Ku rasa Shani bisa dipanggil bidadari. Tak ada pembicaraan khusus, ya aku tak berharap lebih, karena aku sadar dia hanya pelangganku, dan aku hanya ojek online.

Akhirnya kami sampai di lobby Apartemen di Jakarta Selatan. Shani turun, melepaskan helm nya, lalu memberikan helm nya padaku. “Udah aku kasih bintang ya hehe”, kata Shani sambil tersenyum. “Terima kasih ya mba..”, ucapku yang langsung dipotong Shani. “Shani”, potong Shani. “Eh iya Shani hehe”, kataku. “Yaudah aku mau naik dulu, bye”, kata Shani sambil melangkah mundur. Seperti nya aku pernah melihat wajah Shani, tapi dimana ya. Ah sudahlah, aku pun pergi dan bergegas pulang. Tak lupa tadi ku mematikan terlebih dahulu aplikasi ku.
Oh sungguh ku tak berbohong, sejak ku antar Shani tadi, aku tak bisa melupakan bayang-bayang wajahnya. Sepanjang perjalanan ku hanya membayangkan wajah Shani. Tapi apakah wanita Secantik dan Semanis Shani mau kepadaku yang notabe nya hanya mahasiswa biasa dan hanya berkerja sebagai ojek online? Aaaaa ku tak boleh seperti ini, menaruh perasaan pada pelanggan ku.

Akhirnya aku sampai di kost ku. Aku turun dari motorku, lalu ku masuk kedalam kost ku. Ku gantung jaket ku, lalu ku berbaring di kasurku yang tergeletak di lantai. Ah empuknya kasur ku ini. “Shani..”, eh tiba-tiba ku menyebut nama nya. Pertanda apa ini? Aaaaahh semakin ku coba tak mengingatnya, malah itu membuatku semakin rindu padanya. Eh rindu? Aaaa kacau kacau kacau. Eh eh, perutku berbunyi, aku lupa aku belum makan sendari tadi hehe. Aku pun melihat kulkas kecil ku, lalu kubuka. Hanya ada Mie instan saja, tak apalah. Ku panaskan air nya terlebih dahulu. Lalu ku masukkan mie nya.

Setelah matang ku tiris mie nya, lalu ku tuangkan mie nya ke piring yang sudahku siapkan. Lalu ku aduk mie nya. Ku duduk didepan TV ku, lalu kunyalakan TV nya, ku cari program yang bisa menemaniku. Setelah mendapatkan acara yang cocok, ku langsung santap sepiring Mie instan. Arggggh mie pun habis. Aku taro piringnya, lalu ku kembali berbaring dikasurku. Uaaaahh, rasa kantuk sudah menyerangku. Sudah tak tahan lagi, akhirnya aku pun tertidur.

BERSAMBUNG

Mencintai Shani Indira Natio dengan sepenuh hati dan tidak akan lekang oleh waktu.

Silahkan Rate Cerita ini

author
Author: 
    Mencintai Shani Indira Natio dengan sepenuh hati dan tidak akan lekang oleh waktu.