Modus Part 8 – Queen of Dance?

No comment 3401 views

Suasana ramai sekali di tempat latihan seperti biasa. Aku memilih ruangan ini karena luas untuk kumpul-kumpul, juga membahas masalah internal team. Seperti yang kuumumkan, sore itu seluruh member team K3 kukumpulkan di sini. Seharusnya Pak Bos yang biasanya mengadakan pertemuan, mengingat dia masih di Jepang, & team K3 hampir kacau beberapa hari karena ditinggal vakum Viny.

Aku memulai pembicaraan penting ini.
“Em, adek-adek idol sekalian, aku kasih tau kalian jika tadi siang aku dapet surat dari Viny, isinya dia mengajukan vakum setahun dengan alasan magang kerja. Nah oleh karena itu, aku kumpulin kalian di sini untuk menunjuk kapten sementara agar jelas. Barangkali yang bersedia”
“Em mending Kak Lidya aja” Nadila sambil menunjuk Lidya.
“Masa aku? Kenapa gak Naomi?” Lidya protes.
“Nah masalahnya itu, ada yang bisa hubungin dia? Sampe sekarang belum datang” Aku menunjuk Acha yang pernah dekat dengan Naomi.
“Gak bisa dihubungin kak, Sinka ya gak bisa telpon kakaknya”
Dalam hatiku mengumpat member satu itu yang tak datang.
“Kalo menurutku dia gak pantes balik jadi kapten. Aku mengamati dia jaga jarak, ada yang merasa?”
“Iya tuh kak, jadi gak akrab” Nat sedikit emosi.
“Mungkin kamu aja” Kutunjuk Beby agar menjadi kapten.
“Kak, aku gak mau”
“Siapa lagi coba? Gak ada yang mau lagi!” Aku sedikit emosi lantaran tak ada yang mau.

Suasana menjadi agak panas karena saling tunjuk. Kini menjadi 3 kubu : gen 1 tunjuk Beby, gen 2 tunjuk Lidya, & gen 3 tunjuk Sisca. Padahal mereka yang ditunjuk tak ada yang mau.
“Yaudah, gini aja, kakak adakan voting dengan 3 kandidat, siapapun yang terpilih, mau gak mau harus jadi kapten, gak ada kubu gen ini lah, gen itu lah. Kalian semua keluarga sekarang, gen itu cuma siapa yang di sini duluan”
Aku memberi instruksi menutup mata saat angkat tangan waktu kusebutkan namanya.
“Oke hasilnya adalah Beby yang jadi kapten sementara. Nanti kukabari manajer”
“Kak, tapi aku gak suka jadi kapten!”
“Kamu udah dipilih temen, jangan kecewain temenmu! Mereka anggap kamu mampu! Kalo kamu gak mau, siapa yang jadi kapten? Jangan egois demi temenmu!” Kubentak dia karena dia terus menolak. Beby segera berlalu. Acara pun kuakhiri segera.

Sepulang dari diskusi alot itu masih menyisakan pertanyaan : Kapan Viny kembali? Kalau tak kembali, berarti Beby jadi kapten permanen? “Kak, jangan emosi dong masalah itu” Nat menyadarkanku sebelum aku tidur.
“Maaf aku gak mood ngentot, besok-besok aja ya. Masalah tadi ya gimana gak emosi coba, aku liat Beby emang pantes jadi kapten. Kalo dia gak mau, masa K3 gak ada kapten?”
“Ya itu urusan manajer lah kak. Lupain dulu deh kak, kita tidur”
“Besok kamu ada DS kan?”
“Iya, sama Dena & Fia”
“Oh gitu, eh Nat kok kakak merasa bersalah banget bentak Beby?”
“Aku tau kalo kakak tertekan gak bisa pilih kapten. Dulu waktu kakak belum ada gini juga, ada masalah yang sampe satu team emosi, tidur gih kak, kakak pasti capek”

Keesokan harinya, memang tak ada kegiatan. Nat melipir ke kamar Nadila untuk nonton film drama. Seingatku, mereka habiskan waktu nonton drama di kamar sampai berjam-jam hingga lupa makan. Aku ingin ke kosan Beby untuk minta maaf karena kejadian kemarin. Nat pun menyetujuinya.

Menembus keramaian Jakarta, aku sampai di kosan Beby. Memang terlihat seperti hotel.
“Maaf mas mau cari siapa”
“Beby Chaesara”
“Oh naik aja mas, tamu boleh masuk, kamarnya di atas”
Aku pun naik dengan tangga. Kuketuk kamar kosan Beby.

“Kak, ada apa ya?”
“Kakak minta maaf masalah kemaren”
“Masuk aja kak, jadi gak enak”

Kami masuk ke kamar Beby. Agak berantakan memang. Cukup luas.
“Kak, jadi kapten itu gak gampang”
“Kamu gak sendirian, ada Lidya yang bantu nanti”
“Emm gimana ya? Eh kakak minum dulu”
Beby menyiapkan teh hangat 2 gelas. Saat Beby mengambil camilan, kuberi serbuk obat di gelas Beby, lalu kuaduk.
“Maaf kak abis jajannya”
“Ah gak usah gitu, maafin kakak kemaren sampe emosi, soalnya bakal susah kalo gak ada kapten”

“Ah lupain aja kak, mungkin aku yang egois” Beby tak menyadari teh yang ia minum kuberi suatu obat.
“Mau kan Beb?”
“Ih jadian aja enggak manggil Beb”
“Lah iya namamu kan Beby, panggilan apa coba? Sugiono?”
“Ih terserah kakak aja, masalah kemaren gak usah merasa bersalah gitu kok”
Hari itu, Beby memakai kaos hitam tanpa lengan & hotpant biru. Pandanganku menjadi aneh pada Mojang Bandung itu.
“Kakak liatin aku? Aku gak seseksi Kak Nat sih”

Rasa bersalahku menghilang saat memandang Beby tersenyum, terkadang membuat lelucon yang aneh. Namun tak lama setelah itu, posisi duduk Beby gelisah. Obat yang kuberi itu adalah obat perangsang yang dosisnya banyak.
“Beb kok dudukmu kayak gitu?”
“Keknya kebelet pipis nih, bentaran ya” Beby lari ke kamar mandi dalam. Beby lupa tak mengunci pintu kamar mandinya sehingga terbuka lebar & terlihat Beby kesulitan melepas hotpant & G-string.
“Kak, bantuin lepas nih” Beby memelas. Dengan sigap kubantu lepas bawahannya.

Mengambil kesempatan dalam kesempitan, kukocok memeknya yang sedikit tumbuh bulu yang rapi. Desisan Beby menggugah seleraku.
“Oh, shake it, yes”
Kocokanku menggila, sedang tangan kiriku mengangkat kaos Beby. Tampak toket ukuran sedang yang menggemaskan.
“Kaakh, remas terus, mmmhh” Beby semakin menggelinjang saat ciumanku mendarat ke lehernya.

Beby sedikit kaget saat aku melepas pakaianku sendiri & kontolku mengacung di hadapannya. Kugesekkan kontolku di belahan toketnya tanpa melepas kocokan di memeknya. Nafasnya memburu & dadanya kembang kempis sehingga toketnya bergoyang. Gesekan kontolku menjadi liar.
“Kaaak ookhhh” Beby orgasme pertama kali. Semburannya kencang hingga mengenai siku tangan.

Kusuruh Beby merangkak & kuarahkan kontolku ke mulutnya. Kugesek pelan mulutnya. Mulutnya masih tertutup rapat, lalu kubelai kepalanya & mulutnya terbuka. Aku maju mundurkan kontolku. Beby membalasnya dengan jilatan erotis yang lembut.
“Okh Beb” Baru kali ini dikulum dengan lembut. Bibir seksualnya menggesek batang kontolku, lalu ia sedot dengan lemah. Ia jilati ujung kontolku. Sampai akhirnya aku ejakulasi di mulutnya. Beby kaget & refleks memuntahkan pejuku.
“Telan dong” Kubelai rambut pendeknya, namun Beby tambah muntah.
“Gak enak kak” Mulutnya belepotan peju.

Setelah mencuci mulutnya, kami adu lidah. Kududuki Beby & kucumbu dengan dahsyat. Beby masih kaku sehingga aku menang. 3 menit ciuman hingga liur kami bertukar. Aku dapat merasakan nafas nafsu Beby yamg memburu. Tanganku kembali meremas dua toket mungilnya yang pas di tangan. Nafas Beby naik turun & semakin tak teratur.
“Kak” Hanya itulah yang bisa Beby katakan sambil mendesah manjanya.


Masih di kamar mandi, Beby kubopong ke kloset duduknya. Kuposisikan berjongkok dengan pahanya yang kulebarkan. Memek dengan bulu tipis yang rapi. Lubang anusnya yang mulus itu kucolok dengan jari tengahku.
“Ooh kak, terus, sodok” Beby juga nafsu saat anusnya kukocok.

Kini saatnya masuk menu utama. Kuambil HP dari celana yang kugantungkan & kumainkan beberapa lagu, seperti Lay Down, Escape, Seifuku ga Jama wo Suru, Kurumi to Dialogue, & sejenisnya. Kontolku kini kugesekkan ke mulut memeknya.  Desahan Beby semakin erotis.
“Kak, you’re my first experience”
Aku tak percaya jika Beby masih perawan. Kusodok pelan memeknya, lebih dalam, & menabrak sesuatu yang tipis.
“Sssshh” Desisnya antara nikmat atau menahan sakit. Kusodok pelan lagi, & selaput tipis itu akhirnya kusobek.
“Kaak, pelan-pelan, sakit”
“Nanti juga keenakan Beb”
“Kaaaaaaak ssssshh” Beby saat ini sudah tak perawan lagi. Kupastikan selaput dara itu sobek, lalu kusodok perlahan.
“Mmmhh” Air mata Beby menetes menahan rasa sakit karena sobeknya selaput daranya. Desahannya beradu dengan lagu. Kusodok pelan lagi, desahan Beby mengiringinya. Perlahan tapi pasti, aku mencapai mulut rahimnya, tak terlalu dalam.
“Kak, pelan”
Kutarik pelan kontolku, lalu kumasukkan lagi, begitu terus hingga Beby terbiasa dengan sodokanku.
“Memekku gatel nih kak” Efek obat perangsangnya bekerja. Kugenjot memeknya dengan tempo lambat dulu karena masih sempit.
“Oohhh” Beby memejamkan matanya, mungkin baginya adalah surga dunia.
“Aku baru percaya kamu masih perawan”

Tempo pergumulan kupercepat sedikit karena kurasa sudah longgar sedikit. Toketnya kuremas dengan lembut.
“Sshh kak” Desahan Beby menyihirku untuk menggenjotnya.
“Terus kak, gatel nih, mmmhh” Beby membelai wajahku. Mengapa aku merasakan kenikmatan yang berbeda dengan Nat, yang lebih suka kugagahi secara hardcore. Begitu juga dengan Nadila yang aku suka jika dia menderita dikasari memeknya. Tempo genjotannya menjadi sedang. Tatapan manja Beby benar-benar menyihirku untuk tidak berhenti memperkosanya. Lehernya kucumbu lembut.
“Okh kaak aku sampe” Denyutan memek Beby diiringi semburan cairan orgasmenya terasa nikmat. Kucumbu sambil menikmati sisa orgasmenya.

Setelah 10 menit bercumbu, kuangkat Beby ke atasku.
“Sekarang, kamu yang main”
“Gimana kak”
Kusuruh Beby berdiri, lalu kontolku kuarahkan ke memeknya lagi.
“Kamu coba turun, terus naik lagi, jangan sampe lepas”
Beby langsung naik turun. Saat itu lagu yang terdengar adalah Seifuku ga Jama wo Suru. Ya, aku pernah melihat ekspresi erotis Beby saat masih di Team J. Desahannya mengikuti desahan di lagu itu. Nikmatnya goyangan Beby saat WOT, apalagi dia Queen of Dance, but it’s like a striptease. Saat naik turun, Beby mengibaskan rambutnya sembari mengangkat kedua tangannya, sungguh seksi penampakannya. Sesekali aku mengelus tubuh kurus namun seksi.
“Oh kak, ssshh” Desahan itu yang membuat kontolku tetap tegak di memeknya. Temponya mulai agak cepat namun lembut.
“Goyang gih kek di theater, penuh nafsu Beb” Pintaku sambil meremas toketnya yang ikut bergoyang. Pentilnya yang mengeras kupelintir & kumainkan seperti main stick PS.
“Aahhh” Beby menggelinjang saat pentilnya kuhisap & kujolat. Tubuhnya penuh keringat membasahi kulit mulusnya, semakin susah kupegang. Tubuhnya mengejang hebat & mendadak kaku sesaat.
“Oh kaaaak aku kebelet” Beby mencapai orgasmenya lagi & jatuh ke pelukanku.

Kugendong Beby ke jendela kosan & kupaksa Beby memegang kusen jendela.
“Eh anjing serius ngentot di sini?”
“Biar greget” Kusodok Beby dari belakang, kali ini agak lebih kencang genjotanku. Beby terkejut saat sodokanku menggila.
“Oh kak, jangan, oookkhh” Beby bergetar tangannya & nyaris kehilangan tumpuan. Bokong kenyalnya kuremas & kucolok lubang anusnya dengan 2 jari.
“Beb, oohh” Aku kini mendesah & merasakan geliat tak biasa di tubuhku.
“Kak, aku hampir nyampe lagi”
“Tunggu kakak Beb”
Dan akhirnya,
“Aaakkhhh” Kami orgasme bersamaan, kusembur pejuku di memeknya, & pelukan kami semakin erat dari belakang.

Beby berbisik padaku.
“Kak, pasti Nat juga diginiin”
“Kok tau?”
“Dia cerita waktu jalan-jalan”
“Janji ya gak dilaporin”
“Manajer mah pernah gangbang Kak Melody”
Permainan ini kuakhiri dengan cipokan panas. Beby kali ini menguasai permainannya.
“Meski kakak udah punya, tapi kakak boleh gini lagi”
“Kalo poligami?”
“Asal kakak adil aja”

Apakah aku harus tambah pacar lagi?

Silahkan Rate Cerita ini

Satu-satunya Clan Tokuda yang tersisa di muka bumi setelah mengalami pembantaian hebat di tahun 1880 SM.

author
Author: 
    Satu-satunya Clan Tokuda yang tersisa di muka bumi setelah mengalami pembantaian hebat di tahun 1880 SM.