Okta Story – Apa, Okta kena lagi ?

No comment 2071 views

Alaram jam yang ku taruh di meja telah berbunyi kencang kemudian aku segera mematikan jam weker yang berbunyi itu lalu kemudian bergegas menuju jemuran untuk mengambil handuk dan segera mandi serta tidak lupa mempersiapkan segala hal dalam menjalankan aktivitas yang rutin ku lakukan sehari-hari

Sekitar sepuluh menit plus empat menit mempersiapkan semuanya tiba-tiba terdengar suara hanpone bergetar dan ternyata itu dalah hape ku, kemudian kulihat siapa yang meneponku dan ternyata dia adalah Amanda Priscella atau bisa di sapa dengan Ella, dan sesegera mungkin kuangkatlah telpon itu

“Hallo sayang, kamu ada apa kok telpon aku?”tanyaku padanya, “ah gak kok cuma pingin tahu aja”balas Ella padaku, “ah bokis kamu”sahutku

“iiiiihhh kamu say masa ga percaya sama aku”rengeknya, “jujur aja deh, ada apa sayangku, my lovely, my sweet heart”rayuku

“iya deh, iya aku jujur”balasnya, “tuh kan”sahutku, “gini loh bee”katanya, “apa boo?”tanyaku, “iiiiihh jangan di cela dong bee”rengeknya, “iya deh iya sori”balasku, “gini loh bee, bisa ga antarin aku ke acara nanti sore?” tanyanya padaku

“aku usahaakan ya boo”balasku, “bener usahaain ya bee ?”tanyanya balik, “iya boo”jawabku, “bener nih?”tanyanya balik, “iya”balasku, “ya udah deh kalo gitu see you, love you bee”sahutnya, “love you too boo”balasku

Oh iya sampai lupa kenalin bro dan sis aku Arman Donny Julianto Napitupulu atau bisa di panggil A.J atau aje, tapi semua orang yang tinggal bersama dalam satu kos biasanya sih di panggil Dopi yang mereka ambil dari dari namaku itu, tapi semoga kalian bisa panggil Doni aja ya biar lebih gampang hehehe

Setelah berbalas telpon dengan kekasih tercintaku iya dia adalah saudara dari salah satu temanku yang bernama Divo, akupun segera mengemudikan motorku dan tak lupa mampir ke sebuah tempat di mana aku dan temanku telah sepakat untuk bertemu dan berbincang tentang sesuatu hal

Setelah tiba di suatu tempat tiba-tiba aku melihat seorang wanita yang tak asing bagiku, iya dia adalah Ayu Safira Oktaviani alias Okta, tampaknya dia sedang menunggu seseorang

Lalu ku hampiri dia dan berkenalan dengannya, “hai, kamu Okta kan?”tanyaku, “iya kak kenapa?”tanyanya balik

“ah ga kenapa-napa kok cuma mau kenalan saja”balasku, “oh gitu toh” sahutnya, “iya”balasku, “kamu ngapain di dini?”tanyaku lagi, “Okta nunggu teman kak”balsanya dengan di baringi dengan senyuman

“kalo kakak sendiri bagaimana?”tanya Okta padaku, “iya kakak sama kok dengan kamu, lagi nunggu teman juga”balasku, “oh gitu ya kak”balas Okta, “iya”sahutku sambil beralih tempat duduk di sebelanya yang kebetulan tepat berada di pojok

“loh kenapa kak?” tanya Okta lagi, “ah ga kok”balasku sambil terus mendekati Okta, “heeemm boleh juga nih cewek guwa sikat juga nih”kata picik itu yang terlintas di pikiranku, lalu akupun terus mendekati Okta dan berusaha memeluknya

“eeehhh kak, kakak mau apa?”tanya Okta padaku, “ga kok kakak ga minta apa-apa kok”balasku setelah berhasil memeluknya lalu turun dan mulai meremas nenennya, “kak pliis jangan” pintanya padaku, “ayo lah Okta nikmatin ini aja dulu”bisikku dalam telinganya

“kak plissss”pinta Okta sambil terus berusaha melepaskan diri dari dekapanku, tapi apalah dayanya tenagaku lebih kuat darinya, setelah sekian lama dia berusaha agasr aku tidak jadi untuk memperkosanya mulai dari tadi hingga kini, ya kira kira dua puluh menitan

Sampai pada akhirnya ku berhasil membuka kakinya yang sedari tadi rapat atau sengaja di rapatkan olehnya, entah lah tapi usahanya untuk sekian lagi tidak berhasil dan akupun mulai meraba-raba pahanya, seperti yang sudah di duga diapun terus meronta-ronta sampai pada akhirnya ku buka celana yang ku kenakan dan ku perlihatkan batangku padanya

“kak plisss jangaannnn”sahutnya, “sssssssttt diam elus ini jangan banyak cing-cong”balasku, “kak pllllllisssssss”rengeknya, “udahlah lakuin”perintahku, dan Oktapun melakukannya

“uuuuuuuuhhh enaaaaakk bangeeettt”desahku, elusan tangan Okta di kontolku berlangsung sekitar sepuluh menit, sampi pada akhirnya persiapan untuk ronde berikutnya

Ku lepaskan celanaku sampai meninggalkan boxer yang masih ku kenakan, lalu ku keluarkan kuntolku dari boxer dan cdku juga dan tak lupa menaikkan rok serta cd yang Okta kenakan

Tanpa berbasa-basi ku angkat Okta dan tak lupa memasukan kontolku serta mendorong meja yang ada di depan kami, ku genjot Okta dengan perlahan, “aaaaaahh sakiiitt”sahut Okta, “ssstt diam”balasku, perlahan demi perlahan genjotanku semakin kencang, “aaaaaahhh Okta memek kamu nikmat banget”bisik ku di telinganya, dan kini hanya bisa ku dengar Okta hanya bisa menagis tersedu-seduh karena perbuatanku terhadapnya

Pergumulanku dengan Okta yang nikmat ini berlangsung kira-kira sekitar satu jaman, sampai pada akhirnya telponku berdering lagi lalu ku bisikan kata-kata ke telinga Okta lagi sambil terus menggenjotnya “sssttt jangan berisik”, “halo bro, loe di mana?”tanyaku pada temanku ini, “gua udah sampai nih bro, sori gua kelamaan ya”sahut temanku ini

“oohh ga papa kok, loe tunggu dulu ya soalnya guwa lagi di toilet nih”sahutku, “ok bro”balasnya, ku tutup telponku yang berdering tadi dan tak lupa menyelesaikan  ronde terakhirku dengan Okta

“oooooohhhhh yessss”desahku, sampai pada akhirnya crrrrrooott spermaku keluar di dalam memek Okta, ku tunggu kira-kira satu menitan dan melepaskan kontolku dari memek nikmat milik Okta, “jangan bilang sama siapapun tentang kejadian ini ya awas loe sampai bocorin ya”kataku padanya dan Oktapun hanya bisa tergulai lemas pada sandaran yang ada di bangku

Akupun mengambil tisu untuk membersihkan kontolku serta tak lupa membatu Okta membersihkan diri dan membawa Okta ke kamar mandi yang tak jauh dengan tempat kejadian dan untungnya tak ada seorangpun yang melihat kejadian ini

Setelah semuanya ini selesai aku dan Okta bersamaan keluar dari tolilet yang terpisah tentunya dan sekali lagi mengingatkan Okta agar tak sampai berbicara ke semua orang tentang kejadian ini

Kemudian akupun berpisah dengan Okta serta tak lupa membawa tas kami masing-masing dan menuju tempat kami duduk semula, dan menyapa temanku yang sudah menunggu di tempat, “kok lama sih di toiletnya bro?”tanya temanku padaku “sori gua habis pup bro”sahutku dengan nada perlahan, “sudah cuci tangan belom loe?”tanya temanku lagi, “so pasti sudang bro”balasku

Ku lihat sepintas Okta telah berganti tempat duduk yang semula berada di pojok kini dia berada di sebelahku, ya kira-kira berjarak sekitar sepuluh mejalah dariku

“Oi kenapa loe bro?”tanya temanku lagi padaku, “ah ga kok”balasku, “masak sih?”tanyanya balik padaku, “bener kok bro, udahlah lanjutin pembahasan ini aja”balasku lagi “ok doki bro”sahutnya

 

~完成した/Laureato/End~

Silahkan Rate Cerita ini

Harimau yang bersekutu dengan serigala

ahahahaha

author
Author: 
Harimau yang bersekutu dengan serigala ahahahaha