Shania, Shania, Shania – Part I

No comment 19510 views

Hooaahmmm, aku terbangun dari tidur pulas ku, mengeryipakan mataku mencoba untuk sadar dan melihat sekeliling. kasur warna ungu, tumpukan rak buku, kamar yang tertata rapi, daan sedikt bau amis yg khas, yang segera menyadarkan ku bahwa ini bukan kamarku, ini kamar shania.. dan bau tersebut meningatkanku hal gila yang telah kami lakukan semalam. shania begitu ganasnya malam tadi, kucoba untuk mengimabnginya namun apa daya kegiatan ku dikampus yang full dari pagi membuatku akhirnya takkluk.. shania bagaikan seekor ular betina yang berhasil menghisap semua cairan dalam tubuhku hingga kering. Kubiarkan dia menang tadi malam (setidaknya itulah yang kuyakini, ya aku membiarkanya menang hehe) agar aku dpt melihat senyum sombongnya yang sangt menjengkelkan itu dan entah mengapa bisa menjadi candu untukku.

kucoba tu mengumpulkan nyawaku yang masih tersebar untuk beranjak dari kasur ini, shania sudah tidak ada dikamar mungkin dia sedang beres” karena kemarin dia mengatakan bahwa siang nanti akan ada latihan. kulihat jam menunjukkan pikul 9.00 wib, Tubuhku kini sudah bugar, dan juniorku berdiri sangat tegang efek dari morning wood dan akibat membayangkan adegan semalam, kusingkap selimut tebal yang menutupi tubuhku yg telanjang, aku beranjak dari kasur dan mencoba mencari celana boxer ku yang entah tadi malam dibuang kemana oleh shania hahaha, aku gemas sekali dgn tingkahnya jika sudah benar” kepingin, sungguh tidak ada yang bisa menghentikanya jika libido nya benar” sudah memuncak. “ahh ini dia..” aku menemukan boxer ku di dekat kaca rias shania, kupandangi juniorku yang masih berdiri tegak didepan cermin, 16 cm, cukup besar bagi rata” ukuran orang indoesia, dan juniorku selalu berhasil membuat shania menggila, menggelinjang, meracau, dan mendesah ketagihan. kupungut lalu kupakai boxerku, aku tersenyum sambil berkata dalam hati “saatnya balas dendam hahaha”.

Aku melangkah menuju dapur, berharap menemukan shania disana sedang memasakkan sarapan untukku layaknya seorang istri yg membuatkan sarapan untuk suaminya dipagi hari hehe, siapa tahu aku bisa langsung mengeksekusinya diatas meja makan pikirku sambil tersenyum, imajinasiku berputar cepat membayangkan shania yang masih memakai daster tipisnya yg diatas lutut, kusibakkan bagian bawah dasternya, kutelungkupkan shania dimeja lalu kurenggangkan kedua kakinya keremas bokongnya kemudian kujejalkan kontolku di liang senggamanya yg sempit dan hangat itu kuhujamkan kontolku dengan kasar menyodok dinding” vaginanya, tubuh indahnya yg tersentak sentak akibat kerasnya sodokanku di liang senggamanya dapat kubayangkan desahan seksinya dan ekspresinya yg memelas… daan ternyata shania tdk ada disana, dgn sedikit kecewa aku melangkah menuju kamar mandi berharap shania ada disana juga, spertinya main di dalam kamar mandi bakal seru gumamku, tidak ada suara orang atau gemercik air dalam kamar mandi, aku pun membuka pintu dan memang ternyata kosong. Sempat aku ingin buang air kecil, tapi kuurungkan niatku krn aku tidak ingin kehilangan moment morning woood ku yg sudah sgt tegang ini sebelum juniorku berhasil menelusup masuk kedalam memek shania yg sangatt sempit, lembut dan hangat.. arrrgh, aku membayangkan juniorku diapit dan diurut” dalam memeknya, suara desahanya yg lebih merdu dari alunan musik orchestra sekalipun.

Sudah tidak sabar mencari akhirnya aku memanggil manggil namanya untuk memastikan apakah dia masih ada dirumah ini atau tidak “Shan, shania, dek kamu dimana?” suara ku yg berat menggema di rumah ini, “yaa ada apa?” balas shania, teriakanya yg agak sedikit cempreng tersebut memnuatku semangat, dengan senyum yang terukir dibibirku aku berlari menuju arah sumber suara dari gadsiku tersebut. Kudapati shania sedang duduk bersandar dipinggiran shofa putih dalam ruang tamu sambil memainkan smarthphone nya, aku terdiam sejenak memperhatikanya, sungguh hanya diam saja shania sudah tampak sangat menggoda, rambutnya yg ia biarkan tergerai indah, lehernya yg putih nan jenjang seolah menunggu untuk sebuah cumbuan panas, poni depanya membuat wajahnya terlihat sangat manis, dan yg paling kusuka adalah wajahnya yg masih polos tanpa riasan sehingga membuatnya tampak begitu ayu dan polos seolah menyembunyikan sifat binal dalam dirinya.

Shania mengenakan daster putih yg sangat pendek, seumpama shania berdiri maka daster tersebut tidak akan mampu menutupi keindahan pahanya , posisi duduknya yg agak miring membuat dasternya yg bawah sedikit terbuka dan memperlihatkan pahanya yang putih mulus dan kencang terpampang jelas, aku menelan ludah membayangkan apa yg akan aku lakukan pada tubuh itu sebentar lagi..

“Shan..? ” panggilu, mencoba untuk mendapatkan perhatianya
“hmm?” hanya balasan itu yg keluar dari bibirnya yg seksi, tanpa menoleh kearahku dan masih asyik memainkan smartphonya.

“Shan, aku laper..” kubuat suaraku semelas mungkin
” kalo laper ya makan, tuh ada mie instan di kardus, ada telor juga di kulkas kalo mau, sekalian nitip bikinin yak”, balasnya manja sambil melemparkan senyum mata segarisnya yg manis kearahku walaupun cuma sekilas.
akupun menghela nafas pajang, dan melangkah maju menuju belakang kepalanya, kubelai dengan lembut rambutnya yg hitam, kucium puncak kepalanya dengan perlahan sambil kucium aroma wangi rambutnya, gairahku pun kembali meningkat hanya dgn mencium aroma rambutnya, kudekatkan mulutku di telinganya dan berbisik pelan,

“Shan aku ga pengin makan mie, aku pengin sarapan kamu..” Shania pun telihat bingung dan akhirnya menoleh kearahku, kuberikan senyuman termanisku

“issh apaan sih gajelas bgt” omelnya, akupun hanya terkekeh, kemudian aku berdiri dan memperlihatkan juniorku didalam boxer yg sedari tadi berdiri tegak meronta” ingin disarungkan kedalam tubuhnya yg aduhai tsb. shania hanya melongo melihat juniorku.

gemas sekali aku melihat ekspresinya rasanya ingin segera kusodokkan kontolku dengan kasar kedalam mulutnya saat ini juga, tapi kutahan nafsuku, aku ingin menaklukanya secara perlahan, hingga nantinya shania lah yg akan memohon” padaku. Tapi ada yg aneh kali ini, shania yg biasanya mudah sekali turn on jika ku goda, kali ini tampak cukup tenang dn cuek serta bisa mengendalikan dirinya.

” Ga ah males, lagi ga pengin, lagian aku juga baru mandi dan nanti siang juga bakal ada latihan, emangnya kakak tega liat aku kecapean pas latian?” jawabnya ketus

aku hanya tersenyum kecut mendengar jawabanya, tapi aku tidak akan menyerah semudah itu,
” Tapi shan, ini lagi tegang banget mubadzir kalo ga kepake, emangnya kamu ga mau cicipin?, ini mumpung masih anget, kalo ga segera kamu pake nanti mlempem..”

” bodo, salah sendiri tadi malam siapa yg suruh udahan, padahal aku kan lagi pengin banget, udah nunggu kakak 1 minggu lebih malahan, eh baru 2 ronde kakak udah tepar” jawab shania dgn kesal, mimik mukanya lucu sekali kalo sedang ngambek.

” hoo jadi ngambek nih ceritanya, kan kamu tahu sendiri dari kemarin pagi kakak masih sibuk ngurusin buat berkas” pendaftaran wisuda”, belaku

” bodo ga mau tau, dulu katanya bakal selalu siap muasin aku, terus juga katanya mau wisuda bareng sekarang mana buktinya ha? shania mulai mengomel padaku dengan lucunya, aku pun terkekeh melihat tingkahnya. kapten dari idol group jkt48 yang sangat disegani, berwibawa dan mempunyai sifat yang jauh lebih dewasa dari umurnya, nyatanya jika berada denganku dia menjadi dirinya yg sebenarnya seorang gadis kecil yg selalu ingin diperhatikan, dimanja daan.. dipuaskan tentunya. aku pun merebahkan diriku duduk disampingnya sambil ku usap lembut betisnya yg putih mulus dan kencang, aku mencoba mencari alasan, untk meyakinkanya “hahaha okeoke, maaf banget untk yg semalem, untuk berikutnya kakak bakal janji ga bakal behenti sebelum kamu bener” puas ok? dan untk masalah wisuda masak ya kaka harus nungguin kamu selama tiga tahun? ya keburu di DO lah kakak, terus ntar kalo di DO kk bakal kerja apa?, dapt uang dari mana buat nikahin adik manisku yg sexy ini?, ntar kalo kamu hamil terus ngidam pingin ini itu kakak harus beliin pake apa? terus anak” kita nanti bakal dikasih makan apa?, udahan ya ngambeknya dek pliiss..” sepintas dapat kulihat rona merah dipipinya, dan senyuman kecil d ujung bibirnya, aarrgh manis sekali gadis ku ini yg membuatku semakin ingin memilikinya.

“ih, gombal banget pagi”, lagian kakak pede bgt, emangnya aku mau jadi istri kaka, cowo loyoan ? ledeknya sambil menatapku sinis
” ya udah deh kalo emang ga mau kakak jadi suami kamu, kakak jadi budak sex kamu juga siap kok..”
” yee ngarep! yaudah terserah kakak, ga peduli weeek” shania memang benar” mau menyikasku pagi ini, mengetahui bahwa sedari tadi sebenarnya aku udah sange berat dibuatnya, dia malah sngaja mengulur ulur waktu.
” shan main yuk, udah kebelet bagt nih, ga kasian apa?

“Ga, sono lemesin sendiri kalo tegang” jawabnya culas. aku pun kehilangan kesabaranku, kupelorotkan boxerku hingga akhirnya juniorku pun terbebas dari sangkarnya tegak menjulang dan siap untuk menggempur, aku tahu dari tadi shania mencoba untk mencuri-curi pandang dibalik layar ponselnya. aku duduk kembali di shofa, kuangkat kaki shania ke pangkuanku, dan ku gesek” kan kontol ku di betisnya. ” ihh kakak ngapain coli disini, gaboleh gaboleh, sono di kamar mandi nanti kalo pejunya muncrat kemana-mana bisa bahaya kalo sampek papah n mamah tau” shania protes dan mencoba menarik kakinya, namun kakinya tetap kupegang dengan erat, hingga akhirnya dia menyerah, ” udah kalo kamu ga pengin capek diem aja udah disitu biar kakak lemesin junior kakak sendiri” , aku tetap memegangi kedua kakinya dg tangan kanan ku, dan tgn kiriku menggesek gesekan kontolku ke betisnya, ahhh nikmat sekali rasanya walaupun tidak bisa jika dibandingkan dengan memeknya, tapi betisnya jauh lebih mulus dan lembut jika dibandingkan dgn telapak tanganku ahaha. ” yaudah terserah kakak pokonya jangan d keluarin di kakiku ga enak lengket, dn kakak yg harus ngepel sendiri nanti, soalnya ga ada orang lagi dirumah dn mbok inem baru dateng minggu depan!” jawab shania ketus. ” ok siyap captain ” jawabku dengan mantab. Lampu hijau untukku, Lets the game begin, aku akan menaklukan mu kali ini gadis sombong.

BERSAMBUNG

I have a hopeless crush on someone I have no chance with

Silahkan Rate Cerita ini

author
Author: 
I have a hopeless crush on someone I have no chance with