ShanjuStory – Aku dan Sisi Terliarku – Part IX

No comment 3890 views

Pagi hari yg cerah, cuitan burung bersahutan memecah pagi, bagaimanapun jg aku adalah seorang wanita yg meiliki naluri keibuan. Aku terbangun lebih dulu ketimbang dua orang cowok mesum yg masih tertidur pulas ini. Kusiapkan sarapan untuk mereka, teh hangat serta roti bakar yg kutaruh di atas meja kecil yg sebenarnya hanya cukup untuk 2 org.

Hoaammmmm, “Sayangku lagi ngapain?”, tiba2 saja Reza terbangun dan bertanya padaku, “jangan panggil sayang kampret, lo bukan siapa2 gw”, jawabku kesal. Aku tetaplah seorang idol, seorang wanita terhormat, yg mereka lakukan kepadaku hanyalah kewajiban seorang budak yg memuaskan hasrat tuannya. Aku tak ingin mereka setara denganku. Bruuuk, tiba2 Angga jg bangun dari tidurnya, bangkit kemudian menerjangku dan memelukku dari belakang, “Met pagi kk ku sayang”, kata Angga. Kusuruh mereka berdua sarapan roti bakar buatanku.

Mereka berdua pun duduk di meja makan kecil sambil menyantap roti buatanku sambil sesekali menyeruput teh panas. “Duhh, seneng banget punya calon istri pengertian kyk gini”, kata Angga. Hmmmm, lagi2 perkataan itu membuatku kesal. “Kalian berdua dengerin gw ya, sekali lagi kalian anggap gw pacar, kekasih, calon istri atau apalah, gw janji gk akan mau temuin kalian lagi, gw ini idol, come on guys, You can only enjoy my body, nothing more, So do not expect to get my heart”, kataku dgn nada yg cukup tegas. Tiba2 mereka berdua melihat ke arahku dgn tatapan yg cukup tajam.

“Kenapa? Gak suka?”, tanyaku kembali, aku mencoba untuk tegas kali ini, “Aku benar2 serius, jangan berharap lebih dariku, silahkan nikmati tubuhku, tapi klo sampe kalian macem2, awas kalian”, ancamku kembali. Kami bertiga masih dalam keadaan telanjang bulat. Aku duduk di ranjangku, menyalakan TV dan menonton sebuah acara yg entah aku sendiri tidak bisa menikmati acara itu. Kulihat Angga dan Reza tak begitu menikmati sarapan mereka, apakah karena memang rotinya tak enak, atau karena shock mendengar ketegasanku tadi. Mau tak mau harus kusampaikan hal ini, karena aku tak ingin cowok2 seperti mereka berdua mendapatkan hatiku, rasanya tidak setara, tidak sepadan dgn diriku yg seorang idol dan cewek terhormat yg kebetulan sedang dikuasai oleh nafsu.

Waktu berlalu, aku masih saja menyaksikan acara yg tak jelas dan tak bisa kunikmati ini, Reza sudah menghabiskan sarapannya dan kini berjalan dan duduk di sampingku. Sementara itu Angga masih saja terdiam, tertunduk lesu sambil mengunyah roti buatanku. “Ehh kampret, lo kenapa sih? Jgn bikin bete deh”, tanyaku kepada Angga. Ia tetap diam tanpa menjawab sepatah katapun, “Anjing, bikin bete aja lo, nyesel gw bikinin sarapan, ahhhhhh”, belum selese aku mencaci Angga, tiba2 tangan Reza memilin putingku. Ia mendekatkan wajahnya ke arah putingku, kemudian mulai menjilatinya dan mengulumnya, ehhhhhh, lenguhanku keluar karena geli yg kurasakan.

“Ohhh yessss, mainin memekku Zaaa”, kataku meracau. Kulebarkan kakiku hingga benar2 mengangkang, tangan kanan Reza turun menuju selangkanganku, mengelus lembut mulai dari atas, menyentuh bulu2 halus yg tumbuh di atas memekku hingga akhirnya turun menyentuh klitoris. Jari tengah Reza seolah-olah bergetar di biji kelentit milikku menghasilkan kenikmatan tersendiri. Menyerang secara halus pertahananku membuat tubuhku menggelinjang hingga aku mengangkat pinggulku. Serangan mendadak yg berlangsung hanya beberapa menit itu sudah mampu membuatku merasakan gejolak nafsu yg tak dapat kutahan, secepat inikah aku akan mencapai klimaks?

“Ahhhh, ahhhh, ahhhh, masukin Za, masukin ahhh”, aku benar2 meracau, mendesah, benar2 tak tahan menghadapi permainan jari di klitoris dan lubang memekku serta isapan lembut bibirnya di puting susuku. “Ehhh anjiiing, sini lo cepet”, bentakku kepada Angga. Angga berjalan ke arahku, masih dgn wajah cemberut dan tertunduk lesu, ahhh bodoamat, aku tak peduli. Angga duduk di sampingku, “Ya kak?”, tanya Angga, “ahhhhh, yg cepet Zaaa, ahhhh”, desahanku makin menjadi, “isepin jempol kaki kk tuh”, pintaku. Angga menurutiku, iapun menuju bagian kakiku yg sedang mengangkang, mengambilnya lalu mengarahkan ke mulutnya. Mmmmpphhhh, ahhhhh sensasi baru lagi yg kurasakan, geli campur nikmat.

OMG, ahhhhhh nikmat apa nih, benar2 tak terbendung, plak plak plak, suara tusukan jari Reza di memekku, ahhhhhh, aku menggelinjang begitu hebat, “Zaaaa, yg cepeet, aku keluuaaarrr, ahhhhh”, kuangkat pinggulku sekali lagi hingga isapan Angga di jempol kakiku terlepas, “Ohhh yessss, akuu keluaaarrr, ahhhh”, Srrrrrr, cairan hangat menetes, mengalir melalui pahaku, lagi2 bercampur dgn air kencing, tubuhku yg masih bergetar tiba2 saja kembali diserang, Jleeebbb, Ahhhhh shiiiittt, enaaak bgt, ahhh, rasanya kembali tak karuan ketika Reza menghujamkan kontolnya ke lubang memekku.

Reza menggenjotku langsung dgn tempo yg tinggi, ia tak memberiku waktu untuk beristirahat sambil menikmati sisa2 cairan orgasme yg keluar dari memekku. Ia menghujamkan kontolnya tanpa ampun, “Ahhhhh Zaaa, kmu hebat Zaaa”, kataku. “Ahhhh, deek, sini kk emutin”, kataku merasa sedikit iba melihat Angga hanya berdiam diri. Anggapun berdiri dan melangkah ke sampingku, mengarahkan kontolnya ke wajahku, mmmpphhhhh, kumasukkan kontolnya ke dalam mulutku, kuisap dgn lembut. Kepalaku maju mundur mengikuti irama genjotan Angga.

Ahhhhh lagi2 lubang ditubuhku digarap oleh dua lelaki ini, “Mmmppphhhh mmpphhh ehhhh, ehhhh”, genjotan Reza makin menggila, membuatku mendesah hebat namun tertahan akibat mulutku penuh oleh kontol Angga yg jg makin lama makin menggila ini. “Ahhh kaaak, enaaak kaaak, ahhhh akuu mau keluuaar”, Angga meracau, mendesah tak karuan, mendengar itu aku berusaha mencabut kontolnya dari mulutku, Mmmpphhh eemmmmmm, tiba2 Angga menarik kepalaku, menekannya hingga aku tak bisa melepas kontolnya, ohh noooo, jgn sampe iaaa, “Ahhhhh ahhhhh akuuu ahhh ….”, crooot crooot crooot, “Ahhhh kaaak, maaaf”, kata Angga sambil terus menyemburkan spermanya di dalam mulutku. Ahhh dugaanku benar, lagi dan lagi aku harus menelan sperma, sungguh menjijikkan, air mataku keluar karena menahan rasa jijik dan jg menahan mual.

“Ahhhhh, ohhh shiiiittt, ahhhhh, memekmu enaaakk”, kata Reza yg makin lama makin gila, jleeb jleeb jleeeb, suara dentuman selangkanganku dan Reza makin keras, “Ahhhhhhh akuu keluaar…. Ahhhhh”, Reza mendesah sambil berteriak begitu keras, suaranya seperti seorang rocker yg mencapai klimaks, “Ahhhhh”, crooot crooot, srrrrr, Pejunya menyembur deras di dalam memekku, menyentuh dinding rahimku, Reza memelukku erat dan terus menahan kontolnya agar tetap berada di dalam lubang memekku. “Huhhhhhh, enak bgt, ahhhh”, kata Reza begitu lega, helaan nafas yg begitu panjang menandakan ia benar2 puas. Ia pun mencabut kontolnya dari lubang memekku kemudian tiduran di sampingku. Angga hanya duduk di sampingku sambil kepalanya tiduran di pundakku.

“Anjing kalian berdua, udah gw bilang berkali2 jgn keluarin di mulut, jgn keluarin di dalem, dasar tuli, bego”, kataku begitu marah. Hatiku benar2 kesel tapi aku tetap membiarkan mereka berdua menikmati sisa2 orgasme yg baru saja mereka alami. Kubiarkan Angga tiduran dipundakku, sementara itu Reza tiduran di sampingku dgn wajah menghadap ke pahaku dan tangannya memeluk paha atasku. Kurasakan nafas mereka berdua yg terengah2.

“Eh maaf ya, kalian hari ini harus balik, minggu ini aku sibuk latihan, coz 2 Minggu lagi ada konser dan mngkin Kinal bakalan sering nginep di sini”, kataku menjelaskan pada mereka berdua bahwa mulai esok, mereka sudah tak bisa ke apartmentku lagi, “Eh sekalian aja aku entot Kinal”, kata Reza, “Goblok lo, jgn bego kampret”, kataku kesal, “Hehehe, becanda kok”, kata Reza kemudian kembali memeluk pahaku begitu erat. “Kalo pingin gmana donk?” Tanya Angga, “Ya tinggal coli aja”, jawabku.

Sudah cukup beberapa hari ini aku merasakan sensasi yg luar biasa akibat lelaki2 mesum yg mengeksplorasi tubuhku dgn begitu liar. “Trus jadi ngentot ama temenku gak kak?”, tanya Angga lagi, “Dek, kk ni cewek normal, dah cukup kalian berdua aja yg tau sisi liar kk”, jawabku. “Oh iya, klo masih pingin menggila, hari ini doank batesnya, besok aku udah sibuk”, kataku kembali memberi mereka semangat.

“Iya kak, ntar kita ngentot di kamar mandi ya”, kata Angga, “Wah asik tuh, gw jg pingin rasain ngentot di kamar mandi”, kata Reza menimpalinya. “Ya udah, yuuk”, pintaku kembali, “Entar yaa, istirahat dulu, masih capek”, kata Angga, begitu jg Reza masih ingin istirahat katanya. “Ahhh dasar lemah kalian”, jawabku. Huhhhh, sebenarnya aku pun capek, tapi aku bisa memainkan perananku sebagai seorang ratu yg dgn bebas menyuruh budaknya untuk melakukan apapun demi kepuasanku. Ohhh Shanju, kamulah ratu yg sebenarnya.

BERSAMBUNG

Reach what you love, and love what you reach!

Silahkan Rate Cerita ini

author
Author: 
    Reach what you love, and love what you reach!