ShanjuStory – Aku dan Sisi Terliarku – Part VII

No comment 11847 views

Suara kicauan burung memecah pagi, namun bukan suara itu yg membangunkanku pagi ini, tapi pikiranku yg tiba2 teringat hari ini aku sudah harus mulai kegiatan di theater kembali. Hmmm, akupun duduk di atas ranjangku, membuka selimutku, ehh, Angga mana ya? Sepertinya dia meninggalkanku semalam, ya udah deh, gpp, toh aku bisa tertidur pulas. Sreeekkk, tiba2 selembar kertas terjatuh saat aku membuka seluruh selimutku. Tubuhku masih telanjang bulat akibat sisa pertempuran semalam. Kuambil kertas itu, ternyata sebuah surat.

Kak Shania ku tersayang, sejak kecil aku gak pernah merasakan kebahagiaan, ibuku terlalu sibuk dgn dunianya, bahkan aku jg tak tau siapa ayahku. Kehidupanku selalu kosong, tak pernah ada semangat, tak pernah ada harapan, tak pernah ada tujuan. Tapi aku semua itu berbalik saat aku ketemu kk. Semalam aku nangis sendiri, bukan karena sedih, tapi betapa bahagianya diriku ketika aku bisa memakaikan selimut di tubuh kk, aku bahagia ketika aku bisa menyentuh tubuh kk dgn lembut, aku bahagia bgt kak, terima kasih banyak ya kak, aku rela dijadikan apapun oleh kk, Love you kak Shanjia, Angga.

Hmmm, nih bocah bikin surat cinta buat aku ya? Hahahahaaha, huaahahahaha, entah kenapa tiba2 aku tak dapat menahan ketawa, lucu bgt isinya, dia mau mencoba untuk menjadi puitis, tapi malah lucu. Hari gini masih pake surat.

Kubuang surat dari Angga tersebut, kemudian kubuka HPku, kubuka twitter dan IG ku. Ada sangat banyak mention dan reply di kedua social mediaku ini. Yang paling sering mention dan reply setiap status dan caption ku adalah Reza, dia seorang Wota yg sedikit misterius. Hampir tiap hari kulihat dia theateran, tampangnya culun bgt, pake kacamata, bawa tas, badannya kecil dan kurus, tapi setiap hari, setiap jam, setiap detik ia selalu memperhatikanku, termasuk kali ini. “Kak Shanju yang manis, tetap semangat ya, semoga hari ini bisa perform”, isi mention dari Reza. Ahhh template bgt sih, asik jg sih pnya fans kyk dia, tapi fryk bgt, terkadang aku dianggap pacarnya, terkadang dianggap istrinya, jijayyyy, untung aja aku pintar memainkan peranku sebagai idola, klo nggak udah gw ludahin tuh anak, trus gw kasi cermin.

Ehhh kasar jg aku yahh, hehehe, padahal ia sering kasi aku Gift, walaupun cuma buku n boneka yaa lumayanlah, dia kan termasuk Wota low budget yg berharap lebih dari gw, wkwkwk, jgn ngimpi yaa maz, cuihhhh. Aku bangkit dari ranjangku, bangun kemudian menyalakan Home Theater milikku, kuputar lagu JKT48. Masih hafal gk ya aku gerakannya? Aku pun mulai mengikuti koreo dari beberapa lagu.

Aku bergoyang dgn penuh tenaga. Lalu, tiba2 senyum nakal terkembang di bibirku, aku berjalan ke depan cermin dan aku kembali bergoyang. Kamu sempurna Nju, tubuhmu benar2 seksi, ahhhhh, kuremas2 payudaraku sendiri sambil terus bergoyang mengikuti gerakan koreo dari lagu JKT48 yg kuputar. Aku tau, fans2ku pasti pingin ini, payudaramu benar2 sempurna, memekmu terawat, pantatmu bikin banyak cowok tergila2, Ohhh Nju, entah kenapa akupun bernafsu pada diriku sendiri.

Yang mencinta Fortune cookie
Masa depan tidak akan seburuk itu
Hey ! Hey ! Hey !
Mengembangkan senyuman
Kan membawa keberuntungan
Fortune cookie berbentuk hati
Nasib lebih baiklah dari hari ini
Hey ! Hey ! Hey !
Hey ! Hey ! Hey !

Ohhhhh yessss, pantatmu benar2 menggoda Nju, ahhhhh, aku bergoyang mengikuti irama Fortune Cookies sambil meremas2 payudaraku sendiri. Sosok di dalam cermin itu membuatku benar2 bernafsu, membuatku benar2 gila. Aku tergila2 dgn tubuhku sendiri, ahhhhh. Ohh fuccck, apa2an nih, aku kok jadi gila ya? Kumatikan musik itu, kemudian aku kembali mengambil HP, kubuka aplikasi Line ku. Kutelpon Angga menggunakan Line Call.

Sesaat kemudian Angga pun menjawab, “Halo kk ku yg paling cantik”, kata Angga, “Pagi2 udah gombal, lo dmana dek? Kok kk ditinggal sendiri sih?” Tanyaku, “Maaf kak, aku bangun pagi2 bgt trus balik ke kost, skrg lagi sekolah kak”, jawab Angga. “Kmu gak bertanggungjawab ya, masak kk ditinggal trus dibiarin telanjang, klo ada yg perkosa kk gimana?”, tanyaku kembali, “Klo ada yg menyakiti kk, kubunuh orgnya kak”, jawab Angga, akupun tertawa. “Kak Vid call donk, aku kangen ama kk nih”, pinta Angga, “Kangen apa sange? Aku tau pikiranmu dek”, kataku menyindir Angga, “Serius aku kangen kak”, kata Angga kembali, “Tapi kk lagi telanjang nih dek”, jawabku, tanpa bicara lagi tiba2 Angga mengubah menjadi mode Video Call. Hmmm mau tak mau ku accept aja permintaannya.

Angga: Kak, liat susunya donk
Aku: Tuh kan, katanya kangen, trnyata cuma pingin mesum doank
Angga: Abis kk bilang lagi telanjang sih
Aku: Nih (Mengarahkan kamera HP ke payudaraku)
Angga: Eh kak, ntar dulu ya, aku ke kamar mandi dulu
Aku: Ngapain dek? Mau coli ya
Angga: Iya kak, aku suka gk tahan liat kk
Aku: Ya udah deh, kk jg mau mandi
Angga: Ehh jgn dimatiin tapi HP nya kak
Aku: Iyaa bawel, dah cepet ngocok sono
Angga: Iya kak, aku udah di toilet nih, btw kk gak boker lagi? pingin liat
Aku: Ihhh dasar kamu ya, ketagihan bgt liat kk boker
Angga: Abis jorok, jijik, bau tapi lucu kak
Aku: Nggak dek, kk mau sikatan, ya udah, kk taruh HPnya di sini ya, kmu ngocok aja sambil liatin kk

Kuletakkan HPku di sudut wastafel, akupun mengambil sikat gigi dan jg pasta gigi, kemudian aku mulai sikatan di depan cermin. Angga masih dapat melihat kegiatanku di dalam kamar mandi ini. “Ahhhhh ahhhh”, kudengar suara desahan dari Angga yg sudah mulai ngocok. Hehehe, padahal aku lagi sikat gigi, tapi ternyata bisa membangkitkan gairah jg ya. Dasar cowok, gak pernah jauh dari mesum, tapi aku mulai suka sih. Ternyata mesum itu gk melulu soal kenikmatan, tapi soal sensasi dan cara2 gila mencapai kepuasan.

Kusikat gigiku, sambil sesekali melirik ke arah layar HP. Kulihat Angga masih sibuk dgn kontolnya. Kubiarkan ia menikmati tubuhku melalui layar HPnya, sementara itu aku masih sibuk menyikat gigiku. “Ahhhhh kaaak, ahhhhh aku keluaaar”, terdengar suara Angga makin meracau tak karuan, kuambil HPku, kulihat Angga sedang menumpahkan pejunya ke dalam WC, “Ahhhh kaaak, enak bgt”, kata Angga, “Udah keluar ya? Udahan dulu ya, kk mau mandi nih”, kataku, “Iya kk ku sayang, makasi yaa pagi2 udah dikasi jatah”, kata Angga. Kemudian kututup aplikasi Line ku dan kutaruh kembali HPku, setelah itu akupun melanjutkan kegiatanku di kamar mandi.

Skip Skip “Semuanyaaaa, 5 menit lagi kita Engine”, teriakku. Akhirnya setelah sekian lama, aku perform jg. “Teman2, inget yaa blockingan masing2, harus tetap tersenyum, tetap semangat, tampil seksi tapi tetap elegant ya”, kataku memberi arahan pada member2 lainnya. Hmmmmm, aku menghela nafas kemudian berjalan ke atas panggung theater. Teriakan para fans terdengar cukup keras, “Shanjuuuu, Shanjuuuu”, banyak yg menyebut namaku. Huhhhhh, ternyata aku masih keren jg yahh, hehehe.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, lagu demi lagu sudah kami bawakan hingga akhirnya kami harus mengucapkan salam perpisahan. “Seeenoooo, Terima kasih semuanyaa, terima kasiiih”, teriakku di atas panggung ini. Akhirnya aku dan teman2ku kembali ke backstage kemudian melayani High Touch dgn para fans. Setelah itu kami kembali lagi ke backstage untuk mengganti pakaian. “Yuriiiii, Lipstick gw manaaa?”, teriak Vanka. “Woiii siapa mau main ML ama aku?”, teriak Kinal. Suasana di backstage memang gaduh.

Tiiing, tiba2 notifikasi di HPku berbunyi, kubuka HPku, ada beberapa panggilan tak terjawab dan juga chat yg masuk, tapi fokusku tertuju pada chat dari Angga. Kubuka chat itu, “Kaaaak, kereeen bgt tadi, aku jadi makin cinta ama kk”, isi chat dari Angga. Haaah? Angga nonton ya? Kok aku gk liat ya? “Emng kmu nonton dek? Kok kk gk liat tadi waktu HighTouch?”, tanyaku, “Aku tadi pake hoodie ama masker item, trus aku yg kelitikin tgn kk tadi, hehehe”, jawab Angga. “Ahh sialan, itu lo ya, awas ya”, jawabku.

“Dek, ntar malem bobo’ di tempat kk ya”, pintaku kembali, entah kenapa, makin lama aku makin merasa nyaman dgn Angga, adikku yg paling kampret, paling mesum, paling kubenci ini, “Siaaaap bos”, jawab Angga. Setelah ngobrol beberapa saat dgn teman2ku, akhirnya satu persatu mereka berlalu pergi, hingga akhirnya akupun pamit. “Eh gw nginep tempat lu ya”, kata Kinal kepadaku, “Wah, sorry, gw kyknya balik ke Bekasi nih”, jawabku berbohong. Terpaksa aku harus berbohong, klo nggak, bisa gagal rencanaku ena ena malem ini bareng budak seksku, hehehe.

Akhirnya akupun berjalan meninggalkan Gaby, Kinal, Feni dan beberapa member lainnya. Aku menyusuri Mall Fx ini menuju ke Lobby dimana taksi online yg kupesan tadi sudah menunggu. “Kak Shanju, Kak Shanju”, ada beberapa fans yg memanggilku, namun tak kupedulikan, aku hanya tersenyum kecil sambil berlalu pergi dan masuk ke dalam mobil. Kami melewati jalanan yg sedikit lengang di malam itu hingga akhirnya kami pun tiba di tempat tujuan. Setelah membayar taksi online akupun keluar dari mobil. Aku berjalan menuju lobby Apartment, “Kak, baru sampe?”, ternyata Angga sudah menungguku, “Lama ya nunggunya? Eh kmu bawa apa tuh?”, tanyaku melihat Angga membawa sebuah tas plastik berukuran sedang. “Hmmm, ini kejutan buat kk”, kata Angga.

Kami pun menuju kamarku melalui lift, “Eh tumben bgt lo gk megang pantat kk, biasanya jahil bgt”, tanyaku pada Angga yg hanya diam saja, “Hehehe, gpp kak, nanti aja, aku mau siksa kk”, balas Angga. Aku hanya tersenyum mendengarnya dan merasa penasaran apa yg akan dilakukan oleh budakku ini. “Eh klo di luar kmu adikku, klo di sini kmu budakku, ingat itu”, kataku.

Kami pun tiba di depan kamarku. Kubuka pintunya dan kupersilahkan Angga masuk terlebih dahulu. Kututup pintu dan kukunci, setiba di kamar pikiran liarku langsung saja merasukku. Kutarik baju Angga begitu keras, “Sabar kak, sabar”, kata Angga, tak kupedulikan kata2nya, kuangkat bajunya, dan iapun melepasnya, setelah itu kutarik ikat pinggang yg ia kenakan, dan dgn sigap Angga pun membukanya hingga ia telanjang bulat kini. Aku tak ingin berlama2, langsung saja kuterjang kontolnya, kugenggam, kukocok2, “Ahhhhh kak, wowww, kk ku jadi liar”, kata Angga, “Kasarin aku bego”, kataku protes karna Angga tampak begitu pasif.

Kubuka pakaianku seluruhnya hingga akhirnya kami berdua telanjang bulat. Tanpa aba2 Angga memelukku erat, menggesek2an kontolnya di sela2 memekku. Ahhhhh, mengapa aku jadi ketagihan kontolnya, Sluuurrrrppp, tiba2 Angga mencium bibirku. Kubuka mulutku mempersilahkan lidahnya untuk menyerang lidahku. Kedua tangannya meremas2 pantatku dgn sangat liar. Secara bergantian kepala kami miring ke kiri dan ke kanan mengikuti irama ciuman.

Tiba2 saja Angga mendorongku dgn begitu keras, “Awwwww, kasar bgt sih dek”, kataku terjatuh di ranjang. Angga berjalan ke arahku, kuangkat kedua kakiku, kutopang dgn kedua tanganku hingga mengangkang begitu lebar, “Kamu mau ini ya dek?”, tanyaku setelah melihat mata Angga begitu fokus kepada memekku, Angga tak menjawab prtanyaanku, ia hanya menunduk dan mendekatkan wajahnya ke selangkanganku, “Ahhhhhhh”, tiba2 desahanku keluar secara refleks ketika lidahnya menyentuh lembut sela2 memekku yg sudah basah.

Sluurrrpp Mmmpphhhh, wowwww Angga begitu beringas dan kasar menjilati setiap sisi kemaluanku. Setiap sisinya basah oleh air liur Angga yg menetes. “Dek masukin, kk udah gk tahan”, pintaku. Mendengar itu Angga pun bangkit kemudian mendekatkan kontolnya ke memekku. Aku masih memegang kedua kakiku dan blesss, “Ahhhhh”, desahanku kembali keluar ketika kontol angga menusuk secara sempurna lubang kemaluanku. Sleebb sleebb, suaranya terdengar begitu lembut. Angga menindih dadaku dan memelukku. “Ehhhh, kak, kk udah gk perawan ya?”, tanya Angga, “Ya iyalah bego, ahhhh, kan kmu yg ahhhhh, entot aku”, jawabku sambil mendesah. “Mksdku sebelum ama aku kk udh prnah ngentot? Kmarin kok gk berdarah?”, tanya Angga kembali, “Belum pernah, kmu yg pertama, ehhhhh”, jawabku.

Wah luar biasa Angga, kontolnya yg keras terasa begitu memenuhi lubang kemaluanku. Setiap gesekan terasa begitu nikmat. “Kk mau ngentot ama cowok lain gak?”, tanya Angga kembali, “Sialan lo, emng kk cewek apaan”, jawabku sedikit kesal. “Ahhhhh deek, enak bgt”, kataku meracau. Tiba2 Angga mencabut kontolnya, kemudian turun dari ranjang, “Ehhh kampreeet, kk lagi enak bgt malah lo cabut”, kataku benar2 kesal. Angga mengambil tas plastik yg tadi dibawanya, “Ntar kak, aku ada kejutan buat kk”, kata Angga yg kemudian mengeluarkan sebuah kotak.

Angga membukanya dan memperlihatkan isinya, ia keluarkan satu persatu, “Ehhh, borgol buat apaan dek? Itu apa? Itu buaat apaan sih?”, tanyaku sedikit bingung dgn barang yg dibawa oleh Angga, “Udah deh dek, sini entot kk lagi, lagi enak nih”, kataku kembali.

Angga berjalan mendekatiku, “Kak, pake ini ya”, kata Angga, “Ehh ngapain? Kmu mau borgol kk?”, tanyaku, Angga hanya diam saja sambil meraih tanganku, kemudian ia memborgol tanganku, aku hanya diam sambil menuruti kemauannya. Cekreeek, cekreeek, kedua tanganku diborgol dan dikaitkan ke tiang penyangga ranjangku di kedua sisinya sehingga kedua tanganku merentang. Kemudian Angga mengikat kakiku, “Ehhh dek, mau kmu apaain kk?”, tanyaku kembali. Kedua kakiku diikat dan merentang jg. Kemudian Angga mengambil sebuah peralatan kembali.

Srrrrrr, benda itu berputar, ada sebuah remote yg mengendalikan putaran benda itu. Angga mendekatiku dan mengarahkan benda itu ke kemaluanku, “Ehh deek, mau ngapain, jangan deek, kk takut, ahhhhhh deek, ahhhhhh”, kataku benar2 meracau ketika benda itu menyeruak masuk ke memekku. Makin lama Angga mendorong benda itu makin dalam, benda bergerigi lembut itu berputar di dalam memekku, Ahhhhh rasanya begitu nikmat dan geli, “Deeek, enaak bgt”, kataku. Kemudian Angga memutar remote yg dipegangnya dan tiba2, “Aaaahhhhhhh”, desahanku makin menjadi karena benda itu berputar makin cepat seperti mengobok2 memekku.

Ahhhh, ohhhhh, deeeek, ahhhh, makin gak karuan rasanya, dan tiba2 tubuhku bergetar hebat, tubuhku mengejang, nikmatnya sampe ke ubun2. Mata hitamku tak mampu melihat apapun, nikmatnya benar2 luar biasa. Namun tiba2, sleebbb, Angga mencabut benda itu dari memekku.

“Ahhhh deeek, masukin lagi deek, kk mau keluar”, kataku merengek, “Kak, aku ajak tmnku yaa”, kata Angga, “Jgn gila dek, kk gk mau, ayoo lahhh, masukin lagi deek, kk gk jadi orgasme nih, huhhh”, kataku benar2 kesal. Drrrrrr, benda itu kembali menyentuh klitorisku, kemudian dimasukkan ke dalam memekku, ahhhhhhh, rasanya ingin kujambak rambut Angga, nikmatnya begitu luar biasa, tapi kedua tangan dan kakiku dalam keadaan terikat, “Ahhhh deeeeek, ahhhhh”, aku kembali mendesah ketika benda itu berputar dgn keras kembali di dalam memekku, Angga ikut membantu dgn menjilati klitorisku, “Ahhhh deeek, kk mauuu…..”, Sleeebbbb, belum selesai bicara Angga kembali mencabut benda itu.

Akupun lngsung melihat ke arah Angga, “Eh anjing, jgn dicabut, kk mau keluar, masukin sampe kk keluar goblok”, kataku benar2 marah karena dua kali orgasmeku gagal. “Kak, aku pingin kk dientot cowok lain”, kata Angga kembali, “Dek, kmu knp sih? Udah gk suka ama kk ya?”, tanyaku keheranan, “Aku suka bgt ama kk, tapi aku pingin rasain sensasinya org yg aku sayang dientot cowok lain”, kata Angga kembali, “Jangan ya dek, kk ni member JKT48, nanti bisa tersebar ahhhhhh”, kataku sambil mendesah ketika Angga kembali mencolokkan benda berputar tadi ke dalam memekku.

Ahhhhhh, rasa nikmatnya kembali menyerangku, “Deek, enak bgt, ahhhhh pliiss puasin kk ya dek”, kataku meracau, “Deeek, dikit lagi, ahhhh”, tubuhku kembali mengejang, “Anjiiiiinggg, bangsaat, babiii, kenapaa siiihhh?”, kataku berteriak sangat marah ketika Angga kembali mencabut benda itu, Kemudian Angga mendekatiku, memelukku dan berkata, “Kak, mau ya, ngentot ama tmnku”, kata Angga kembali. Entah mengapa aku merasa aneh ketika Angga minta hal tersebut. “Dek, kmu rela kk disentuh cowok lain?”, tanyaku, “Aku rela asalkan kk bener2 puas”, jawab Angga.

“Dek, kk ni idol, klo sampe knp2 karir kk bisa hancur dek”, kataku berusaha meyakinkan Angga, “Tenang aja kak, cowok ini penurut bgt, dia gk berani macem2 ama aku, apalagi sampe sebarin apa yg kita lakukan ini kak”, jawab Angga, “Kamu yakin dek?”, tanyaku kembali. Tiba2 saja aku jadi penasaran, bagaimana rasanya ada 2 cowok yg berlomba2 memuaskan hasrat seksualku. “Aku yakin kak, aku gk segan2 bunuh org itu klo dia berani macem2 ama kk ku ini”, kata Angga meyakinkanku sambil mengecup bibirku. “Dek, janji ya, jgn tinggalin kk. Kk takut”, kataku, “Iyaa kak, aku janji”, jawab Angga.

Kemudian Angga mengambil HPnya, menelpon seseorang, “Kta tunggu orgnya dateng ya kak”, kata Angga, “Dek, kk takut bgt, ini gpp kan? Siapa sih cowok itu?”, tanyaku kembali, “Tenang aja kak, dia tau banyak tentang kk”, jawab Angga. Deg, mendengar hal itu aku langsung terkejut, ia tau banyak tentangku, jangan2 yg dimaksud Angga adalah fans, waduh, aku tak rela tubuhku disentuh oleh fans. Ting Tong, bel kamarku berbunyi, Angga berjalan mengintip lewat lubang pintu dan kemudian membukanya.

Aku benar2 deg2an saat Angga membuka pintu itu, rasa takut, penasaran, gairah dan sensasi menjadi satu, dan tiba2, “Rezaaa? Deeek, dia wota, kenapa kmu ajak wota sih?”, kataku benar2 kesal, Ohhh shiiit, Reza, si wota low budget dan jg culun itu puas memandangi tubuh telanjangku. Bruuuk, “Awwwww”, tiba2 saja Angga menendang Reza hingga ia tersungkur, “Awas klo kmu berani macem2 ama kk ku ya”, kata Angga mengancam. Reza hanya mengangguk kemudian bangkit lagi dan menunduk. Wah, trnyata nih cowok penakut jg ya, seru jg ngerjain dia.

“Ehh bangsat, napa lo nangis?”, tanya Angga tiba2 ketika melihat wajah Reza mengeluarkan air mata, “Maaf kak, aku gk tega liat oshiku diginiin”, kata Reza, Bruuuk, kembali Angga menendangnya, “Buka pakaian lo sampe bugil, trus naik ke ranjang”, kata Angga yg kemudian berjalan mendekatiku kembali. Angga memelukku dan meremas2 payudaraku, “Tenang kak, dia bisa dijadiin budak kk jg kok”, kata Angga, “Tapi dia wota dek, culun lagi, knp sih gk cari yg ganteng buat kk?”, kataku, “Aku stalking IG n Twitter kk, dia yg paling fryk, jadi aku ajakin ketemu, dan orgnya sih aman2 aja”, kata Angga kembali.

Reza sudah benar2 bugil dan berjalan naik ke atas ranjang. Tiba2 saja aku tak dapat menahan ketawa, aku tertawa melihat cowok culun berkacamata dgn model rambut belah pinggir itu telanjang bulat duduk sambil menunduk di bawahku. “Eh tuh ambil, colokin ke memeknya Shanju ya”, kata Angga. Reza mengambil benda tadi, kemudian menyalakannya dan mulai menyentuh memekku, Ahhhhhh, rasa nikmatnya kembali menjalar ke tubuhku, sementara itu Angga memelukku dgn mesra. Ahhhhh, OMG nikmatnya gk karuan, benar kata Angga, sensasinya beda bgt, kini ada 2 cowok yg sedang berusaha memuaskanku, ahhhhh.

Angga menjilati telingaku sambil berbisik, “Gmana kak? Enak?”, tanya Angga, “Iya dek, kmu pinter bgt muasin kk, ahhhhh, kk jadi sayang kmu dek”, jawabku. Benda itu terus berputar di dalam memekku, sementara itu aku merasakan Reza sedang menyentuh klitorisku, “Ahhhh, dek, suruh Reza jilatin itu kk donk”, pintaku, “Ehhh babi, jilatin memek kakakku cepet”, kata Angga. Reza pun mulai menjilati klitorisku, sementara itu tangan kanannya masih memegang benda yg mengobok2 memekku itu.

“Ahhhh deek, kk mau keluar, isepin putingku donk dek, ehhh”, pintaku. Aku merasa seperti seorang ratu yg sedang berada di puncak kenikmatan, benar2 tak dapat digambarkan dgn kata2. Rasa nikmatnya sudah berada di ujung memekku, “Ahhhhhh, Rezaaa, masukin yg keras”, pintaku ketika aku merasakan ada yg akan keluar dari tubuhku. Reza mencolokkan benda itu keluar masuk dgn sangat kasar, “Ahhhhhh, aku keluaaar, ehhhhhhh”, lenguhan panjang disertai desahan yg keras diikuti oleh keluarnya cairan kenikmatanku, ahhhhh, tubuhku bergetar hebat, mataku terpejam dgn sendirinya akibat rasa nikmat yg benar2 menjulur ke seluruh tubuhku, “Ahhhh deeeek, bukain iketan kk donk, pliiis”, pintaku, dan Angga pun menyuruh Reza melepas ikatan di kakiku, sedangkan Angga melepas borgolku.

Ahhhh, nikmat bgt, lega bgt rasanya, akupun memeluk Angga dgn kuat, “Makasi ya sayang, kk puas bgt”, kataku. Angga jg memeluk tubuhku dgn erat. Sementara itu kulihat Reza masih diam di bawahku sambil memainkan kontolnya. “Za, sini peluk aku di belakang”, kataku. Tiba2 saja Reza tampak begitu girang, tiduran dibelakangku dan memelukku. Kuangkat kakiku sebelah agar ia bisa menyelipkan kontolnya di sela2 memekku. “Ahhhhh, aku goyang yaa kak”, kata Reza. Ohhh betapa indahnya hidupku, diapit oleh 2 orang cowok yg memuaskanku.

Rasanya benar2 luar biasa, nikmat yg kurasakan tak dapat dilukiskan dgn kata2, yg kurasakan hanyalah getaran di tubuhku. Inikah yg dinamakan surga dunia? Walaupun Reza tampak begitu culun dan tidak tampan, tapi rupanya dia pintar jg memainkan memekku. Ahhhhh, lega bgt, tapi, kini aku harus memuaskan mereka berdua. Ahhh, siap2 Nju, siap2 dihajar oleh 2 org cowok ini.

BERSAMBUNG

Jangan Lupa Like & Komentar di IG: @Bacol48_

Reach what you love, and love what you reach!

Silahkan Rate Cerita ini

author
Author: 
    Reach what you love, and love what you reach!