ShanjuStory – Aku dan Sisi Terliarku – Part VIII

No comment 5443 views

Aku sudah terpuaskan, tapi entah kenapa suasana menjadi garing sesaat, padahal ada 2 org cowok yg sedang menghimpitku, menggesek2kan batang kemaluannya di tubuhku. Reza begitu pasif, hanya memelukku dari belakang sambil memainkan senjata miliknya yg terselip di sela2 pantatku dan menyentuh lembut sela2 kemaluanku, sementara itu Angga memainkan rambutku, menatapku dgn wajah sayu sambil tersenyum manja sambil menggesek2kan penisnya di sela2 kemaluanku jg. Entah apakah rudal kedua cowok ini bertemu atau tidak ya?

Mmmuachhh, kecupan tipis hadir di bibirku, kemudian kami saling tatap dan kecupan tipis tadi berubah menjadi ciuman yg dahsyat. Mmmppphhhhh slurrrpp mmmhhhh, pertarungan lidahku dan Angga yg menghasilkan tetesan saliva kental dan tertelan oleh kami berdua, menambah gairah yg sempat down tadi. Angga memegang bagian belakang kepalaku, menekannya hingga bibir kami benar2 menyatu. Puting susuku terasa ada yg mengganjal, memelintir, dicubit dan diremas2. Ternyata Reza yg tadinya pasif kini mulai terbawa suasana akibat ciumanku dan Angga. Reza makin kasar “menggarap” sela2 bokongku yg licin akibat cairan pelumas dan jg cairan orgasme yg masih menempel di pahaku.

Ahhhhh, ada rasa yg begitu geli hadir di telingaku, sebuah jilatan lembut dari Reza menyeruak membasahi daun telingaku. Ahhhhh, I’m the queen, they are my slave, Ahhhh Nju, kamu selalu menang soal ini. “Oshiku, boleh gk aku jilatin?”, tanya Reza sambil menyentuh memekku, Ahhhh, terdengar lucu ketika dia memanggilku dgn sebutan Oshi, tapi gpp deh, apa yg menjadi imajinasi liarku selama ini akhirnya terwujud jg, yaitu dinikmati oleh fansku, “As you wish idiot”, jawabku. Aku jadi ketularan Angga memanggilnya dgn sebutan yg kasar. Ya, aku lebih suka menyebutnya idiot daripada culun. Reza bangkit dan melepaskan remasannya di payudaraku, berbalik arah dan kini kepalanya berada di bagian bawah tubuhku. Ia meremas dan melebarkan bongkahan pantatku, mencari lubang senggama dan, “Ehhhhhh”, lenguhanku keluar namun tertahan karena bibirku dan Angga masih menyatu.

Ahhhhhh, liang senggamaku benar2 dilumat habis oleh Reza yg berkali2 berusaha melebarkan labia mayora untuk menjangkau lubang kecil nan sempit yg menjadi impian para lelaki ini. Ohhhhh shit, lelaki idiot itu begitu lihai memainkan lidahnya, aku tak menyangka dibalik keculunannya dan sikap fryknya, trnyata ia adalah seorang penjilat yg handal, setidaknya sampai saat ini ia berhasil membuat bulu kudukku berdiri dan mataku tak bisa kubuka secara sempurna akibat rasa geli dan nikmat yg kurasakan.

“Kak, aku mau 69”, kata Angga sesaat setelah menyudahi ciuman dahsyat kami berdua, “Ntar dek, kk masih .. ahhhhh”, aku belum sanggup berkata2 secara sempurna karena ujung lidah Reza berhasil menembus sempitnya liang senggamaku. Angga hanya melihat apa yg dilakukan oleh Reza, “Eh goblok, udahan, gw mau jilatin memek kk gw”, kata Angga seperti merasa cemburu melihat Reza berhasil membuatku merem melek. Hahaha, aku hanya tertawa melihat tingkah laku kedua lelaki yg seolah2 berebutan ingin menjilati memekku.

Angga berbalik arah dan terlentang menungguku menyerahkan kemaluanku. Tanpa menunggu lama, akupun bangkit naik ke atas wajahnya dan kudekatkan kemaluanku, kemudian kuraih kontol Angga sambil kukocok perlahan. Ohhhh shiiit, rupanya Angga gak mau kalah dari Reza, serangan lidahnya tiba2 kembali membuatku merasakan nyaman dan nikmat yg tak terhingga. “Ahhhhhh, he ehhh deek, di situ”, kataku meracau. Ahhhhh, kali ini tak dapat kubandingkan, jilatan siapa yg lebih lihai, mereka berdua sama2 berhasil membuatku menggelinjang hebat. “Ahhhhh deeek, masukin lidahnya sayang”, pintaku, rasanya kemaluanku berdenyut pertanda sudah tak sabar dipenuhi oleh senjata pamungkas milik kedua cowok mesum ini. “Reza, jilatin pantatku donk”, pintaku kembali setelah mengetahui Reza hanya memperhatikan kami berdua.

Ohhhh shiiittt, ahhhh, tak tau apa yg harus kukatakan, tapi nikmat bercampur sensasi ini begitu luar biasa. Kedua lubang di bagian bawah tubuhku dijejali oleh jilatan lembut dari cowok2 yg rela menjadi budakku. Yes, I am the master, both of you must comply to me, ahhhhh shiiittt, Ohhhhh, setelah sekian lama kukocok penis Angga, akhirnya kukulum jg. Kulumanku membuat Angga menggila, jilatannya menjadi ganas, menyapu bersih labia mayora dan minoraku, menyentuh begitu dahsyat klitorisku. Sementara itu, Reza makin berani mengeksplorasi pantat dan lubang pembuangan milikku. Sesekali ia memasukkan jarinya ke dalam anusku.

Entah mengapa aku merasakan sensasi dan kenikmatan tersendiri ketika ada cowok yg sama sekali tak jijik dgn sesuatu yg harusnya “menjijikkan” dari diriku. Ingin rasanya aku BAB di wajah kedua cowok mesum ini, tapi aku tau itu sangatlah tak manusiawi. “Ahhhh deeek, ahhhhh dikit lagii deek”, tiba2 ada sesuatu yg meledak di dalam tubuhku.

Luapan nafsu yg bercampur dgn cairan kenikmatan milikku tiba2 saja deras terbawa oleh emosi yg hampir saja meledak, menyeruak dan hampir tumpah. “Deeeekkkk, ahhhhh”, kulepaskan kontol Angga, aku hanya ingin fokus menikmati detik2 klimaks ini. “Reza, tusuk pantatku yg keras”, pintaku, saat ia sedang memainkan jarinya di lubang anusku. Ahhhh shiit ohhh yessss, kududuki dan kutekan bagian bawah tubuhku agar lidah Angga bisa makin menikmati lubang kenikmatanku yg sudah benar2 basah. “Ahhhhh deeek, Rezaaaa, ahhhhh”, tiba2 tubuhku mengejang, mataku tertutup dgn sendirinya dan srrrrrrr, kusemprotkan cairan kenikmatan ini, ahhhhh, bruuuuuk, akupun terjatuh, tak dapat menahan lemasnya tubuh ini setelah mengalami orgasme kedua kalinya.

Cairan orgasme bercampur dgn air kencing pertanda bahwa aku kembali squirt dan membasahi wajah Angga. Aku merasa bangga bisa mengotori mereka berdua. Tanpa jeda tiba2 Reza mengangkat bokongku, akupun menungging dibuatnya, dan sleeeeppp, ahhhhhh, tanpa ampun Reza menusuk kemaluanku dgn rudal miliknya. Ohhhhh rasanya kemaluanku begitu penuh dijejali oleh kontol yg begitu keras ini. Slepp slepp sleppp, suara gesekan kontol Reza dgn dinding memekku menghasilkan irama yg begitu khas dan indah.

Ahhhhh ahhhhh yessss entot akuuu kasarin akuuu ahhhh, aku meracau tak karuan ketika lubang memekku terasa begitu geli akibat tusukan benda tumpul milik Reza. Sementara itu Angga begitu fokus menjilati klitoris milikku yg tepat berada di hadapannya. “Ohhhhh, Oshi, memekmu sempit bgt”, kata Reza mulai mendesah. Kuraih kontol Angga kembali saat kulihat “senjata” miliknya berdenyut ingin segera kugarap. “Mmmppphhhh ehhhhh sluurrpppp”, Angga menggelinjang saat kuisap kontolnya, membuat jilatannya sempat terlepas, kemudian dilanjutkan lagi.

“Bego, gantian”, kata Angga kepada Reza. Iapun mencabut kontol yg tertancap di memekku, Ehhhhh, rasa gesekannya membuatku geli, “Kak, terlentang donk”, pinta Angga. Aku hanya menurutinya, walaupun ia adalah budakku, tapi ia telah berhasil beberapa kali memuaskanku. Akupun tiduran, terlentang, kutekuk dan kulebarkan kakiku hingga lubang kemaluanku menganga di hadapannya. Angga mengarahkan rudalnya yg begitu keras ke arah lubang senggamaku, mendekatkan kemudian menghentakkan pinggulnya hingga “Ahhhhhhh deekkk”, rasanya begitu nikmat. Kontolnya masuk begitu lancar karena liang senggamaku tak sesempit kemarin. Lubang kemaluanku sudah sedikit melebar akibat dihajar berkali2.

“Mmmmpphhhhh”, aku begitu terkejut ketika Reza menjejalkan kontolnya ke mulutku. Kubuka perlahan mulutku dan “Mmmppphhhh, uekkkk, ehhhhh”, tanpa ampun Reza menggenjot mulutku. Ingin rasanya kumaki ia karena tanpa izin menikmati bibir tipisku ini. “Ahhhhhh oshiku ahhhh”, kata Reza meracau tak jelas. “Mmmmppphhhhh arrrghhhhhh”, air mataku keluar ketika Reza dgn beringas menggenjot mulutku. Kontolnya hampir menyentuh tenggorokanku, membuatku mual dan ingin muntah. Reza hanya menatap ke mataku tanpa peduli apa yg kurasakan. Untung saja memekku terasa begitu nyaman akibat gesekan dari kontol Angga.

Awalnya Reza menggenjot mulutku dari samping, kemudian ia mencabut kontolnya lalu melangkahi kepalaku. Kini ia mengangkang tepat di depan wajahku, mendekatkan kontolnya untuk kukulum lagi. Kubuka sedikit bibirku, Reza pun mulai memasukkan kontolnya ke mulutku. “Mmmmppphhhhh”, aku kembali gelagapan ketika Reza dgn beringas menggenjot mulutku. Plaak Plaak Plaaak, “Ahhhhh kaaak, aku mau keluaaar ahhhh”, kata Angga sudah hampir mencapai titik klimaksnya, “Mmmmpphhhhh”, aku tak dapat menjawabnya, karena kontol Reza benar2 menjejali mulutku. “Ehhhhhh, oshiku, kamu cantik sayang”, kata Reza sambil kedua tangannya mengangkat kepalaku hingga kontolnya masuk begitu dalam.

“Ahhhhhh, aku mau keluuaaarrr”, kata Reza menjerit begitu keras, suaranya berubah menjadi macho. “Mmmmppphhhh mmmpphhhh”, aku ingin menjerit, ingin kuberi tau untuk mencabut kontolnya, aku tak ingin, Aaaarrgggghhhhhhh shiiiiit, ada yg menyembur di mulutku aaaaa, tertelan, “Ahhhhhhh, yesssss”, Reza menekan kelapaku begitu keras dan kontolnya menancap begitu dalam di mulutku, menyemburkan spermanya ke dalam mulutku. Ahhhhhhh, kemudian Reza mencabut kontolnya, “Uuueeekkkkkk, Aaaaaa anjiiiinggg, ketelen tau kontoollll”, kataku begitu marah. “Jangan marah sayang”, kata Reza, “Sayang2 palelu, anjing lo, ahhhhhh”, belum puas kumarahi ia, tiba2 Angga kembali menghentakkan pinggulnya begitu keras, membuat kontolnya menancap begitu dalam.

“Kaaak, ahhhhhh, enaak kaak”, kata Angga meracau, “Akuu keluuuaarrrr, ahhhhh”, crooot crooot, Ohhh shiiit, lagi2 Angga menyemprotkan spermanya di dalam rahimku. “Yaampuuun deeek, lagi2 kmu keluarin di dalem”, kataku protes. Angga hanya terdiam sambil menunduk lesu, ia masih menikmati sisa2 orgasmenya sambil menekan liang senggamaku dgn kontolnya.

Anggapun mencabut kontolnya kemudian tiduran di atas tubuhku. “Ehhhhh, beraaat”, kataku protes, kemudian Anggapun merebahkan dirinya tepat disampingku. Posisiku masih terlentang dan kemudian Reza pun ikut rebahan di sampingku. Mereka berdua memelukku erat, menghimpitku dan sesekali tangan Reza menggesek2 payudaraku. Entah beberapa menit diriku dipeluk oleh dua lelaki mesum ini, kemudian secara tiba2 Reza kembali bangkit. Ia menuju bagian bawah tubuhku, mengangkat kedua kakiku, “Ehhhh pingin lagi lo?”, tanyaku, dan Ahhhhhhh, memekku masih terasa sangat geli ketika kontol Reza menghujam kembali.

Wahhhhh, baru beberapa menit trnyata birahi Reza kembali memuncak. Ia langsung menggejotku dgn tempo tinggi, ohhh shiiittt, rasa nikmat ini kembali menyerangku, “Ahhhh ahhhhh enaak bgt”, kataku meracau, sementara itu Angga hanya melihat memekku yg sedang ditusuk2 oleh rudal milik Reza. “Enak kak?”, tanya Angga kepadaku seraya mengelus lembut rambutku, “Iyaa dek, ahhhhh enaak bgt”, jawabku sambil mendesah. “Ehhhh, deekk jilatin ahhhh puting kk donk”, pintaku. Dgn sigap Angga mengulum puting susuku, mengisapnya serta sesekali menjilatinya. “Gmana kak? Enak?”, tanya Angga kembali kepadaku. Aku hanya mengangguk tak sanggup berkata2 lagi. Tenagaku hampir habis.

OMG nikmatnya benar2 luar biasa. Puting susuku dikulum lembut oleh Angga, sesekali ia menggigitnya pelan, sementara itu lubang memekku digarap abis oleh Reza yg dgn gagahnya mampu menaklukkanku. “Ahhhhhh Rezaaa, yg kerasss doonk”, pintaku ketika kembali kurasakan ada cairan yg mampu membuatku menggelinjang hebat akan keluar dgn derasnya, “Ahhhhh aku mauu keluuaaar, ahhhh”, kataku kembali begitu meracau. “Kak, besok aku ajak tmnku lagi ya”, kata Angga mengajakku berbuat makin gila lagi, “Ehhhh, iyaaa deekk, entotin kk tiap hari ahhhhhhh”, kataku makin gila.

“Sayaaaang aku mauu keluuaaar”, Plaaak plaak plaaak, kata Reza sambil menambah RPM kecepatan genjotannya di liang senggamaku, sementara itu Angga kembali mengulum puting susuku, kali ini ia menggigit2 kecil sambil mengisap putingku begitu keras, “Aahhhhhh akuuuu kee …. ahhh”, kataku tak mampu lagi berkata2 ketika cairan orgasme benar2 keluar dari tubuhku, Plak plak plakkk, Reza terus menggenjotku, makin lama makin keras, “Ehhh ehhh ehhh ehhhh, aaarrrggghhhh”, tiba2 Reza menahan kontolnya yg tertancap begitu sempurna di memekku, “Ahhhhhhh”, crooot, crooot, “Ahhhhhh”, Reza orgasme.

“Anjing kalian berdua ya, kalian keluarin di dalem, klo aku hamil gmana?”, kataku begitu marah, “Tenang kak, aku tanggungjawab kok”, kata Angga. Ahhh sudahlah, aku sedang tak ingin berdebat, aku baru saja meraih kenikmatan yg org lain belum tentu bisa rasakan. Tiba2 saja Reza kembali tiduran di sampingku sambil memelukku erat, “Makasi ya oshiku, aku gk akan oshihen dari kamu”, kata Reza, “Ehh bodoamat, mau oshihen kek, mau mati kek, bukan urusanku, lain kali klo mau ngentot tu jgn keluarin di mulut, bikin mual tau”, jawabku dgn tegas.

Entah apa yg baru saja kulakukan, namun aku merelakan tubuhku digarap oleh 2 orang lelaki. Yg satu adalah lelaki yg merupakan adik sepupuku sendiri, seseorang yg kubenci dari sejak dulu dan yg satu lagi adalah seorang wota fryk yg hampir setiap saat memperhatikanku. Mereka benar2 menikmati setiap lekuk tubuhku, menikmati setiap lubang yg ada ditubuhku, eiitttsss kecuali lubang pantat. Hmmmm setelah ini, kegilaan apalagi yg kudapatkan? Angga tiduran di sampingku, kini aku kembali diapit oleh dua org cowok.

Angga: Kak, memek kk selalu sempit ya
Aku: Iya donk, Shanjuuu
Reza: Iya, oshiku emang perfect deh, cantik, seksi, goyangan mantap, memeknya sempit
Aku: Sialan lo
Angga & Reza: Hahahahahaha
Angga: Kak, yakin nih besok aku ajak temen lagi?
Aku: Enak aja, jangan gila deh, kk gk mau
Angga: Tadi katanya mau?
Aku: Yaa abis kk mau orgasme malah kmu ajak ngomong
Angga: Kirain mau beneran, padahal aku mau ajak tmnku
Aku: Emang kmu mau ajak siapa dek?
Angga: Temen klub motorku kak
Aku: Haaaah, brp orang?
Angga: Cuma 6 orang kak
Aku: Kampret, asu lo dek, lo kira memek kk lift mall, org keluar masuk seenaknya
Angga: Yaaa kan aku nawarin doank kak
Reza: Jangan donk Ngga, aku gk rela oshiku di entot rame2
Aku: Ihhh siapa jg yg mau
Angga: Jgn ikut ngomong lo babi. Kak, berakin tuh mukanya Reza
Aku: Iya nih, awas ya Reza, klo aku mau boker, aku boker di muka lo, lo udah semprotin peju lo di mulut gw, bikin mau muntah aja
Reza: Iya Nju, aku diapain aja pasrah ama oshiku

Malam itu kami sempat bercanda entah berapa lama, tawa kami begitu lepas karena masing2 dari kami telah mencapai klimaks, merasakan puas dan kenikmatan tiada tara. Hingga akhirnya tak tau siapa yg duluan tertidur, akupun lupa, yg teringat olehku adalah aku tiba2 terbangun dan melihat mereka berdua sedang tertidur pulas menghimpitku, dan akupun kembali memejamkan mata. Tangan Reza mendekap memekku, sesekali menggaruk bulu halus yg menghiasi kemaluanku, sementara itu tangan Angga mendekap tubuhku, menyentuh payudaraku dgn lembut. Ohhhh indahnya dunia ini.

BERSAMBUNG

Reach what you love, and love what you reach!

Silahkan Rate Cerita ini

author
Author: 
    Reach what you love, and love what you reach!