Jinan Story ~ Sharingan Love Force

No comment 1181 views

“di sini ak tempat yang kata temen aak biasa nongkrong?”tanya Jinan, “iya neng di sini tempatnya, emang kenapa neng?”tanyaku balik, “ga kenapa-napa sih ak cuma Jinan seneng aja, iiihh seneng deh”sahutnya, “widih seneng banget nih kayak nya” kataku, “iya ak tapi”katanya, “tapi kenapa sayang”tanyaku, “itu deh ak coba lihat”balasnya sambil mengarahkan pandangan ku kesalah satu sudut yang ada di ruangan itu.

“itu benda apa ak”tanya Jinan padaku sambil memanyunkan bibirnya, hadeeehh lihat ekspresi Jinan manyun kaya gitu jadi pingiiinn… ah sudahlah tapi kalo di lihat memang luar biasa nih cewek parah

“iiihh aak lihat itu, jangan lihatin Jinan terus dong”katanya, “apa sih sayang”rayuku, ‘iiiiihh eneng ak, ngambek niih”rayunya balik, “mana sih?”tanyaku, “itu loh lak”balasnya, “itu?”kataku, “iya ak, itu apa?”tanya Jinan padaku

“oh itu, itu namanya sharingan”balasku, “yang buat nyaring teh kalo habis nyeduh teh?”tanyanya balik, “itu saringan sayang”balasku sambil mencubit pipinya

“iiihh sakit ak, angis nih”rayunya, “eeehhh jangan entar di kiranya aku macem-macem sama kamu”balasku, “makanya jelasin apa itu sha.. sha apatuh”katanya, “sharingan”balasku, “iya itu maksutnya”sahutnya, “oh setahu aak sih Shanringan itu sejenis mata”balasku, maksutnya?”tanyanya balik, “iya neng sharingan itu adalah mata yang memunyai kekuatan, inget film naruto, di film naruto itukan ada orang yang bernama guru kakashi coba lihat di mata yang di tutupi kain, itu kalo di buka di matanya ada sesuatu benda di matanya, dan itulah namanya sharingan, dan hanya itu yang aak tahu sih hehehe”jawabku

“ga paham ak”katanya, “coba cari deh di mbah google apa itu sharingan pasti ketemu kok”balasku, “oh iya-iya”sahutnya, “udah makan aja yuk laper nih”pintaku, “iya ak, eneng juga laper”balasnya, “mbak saya mau ini satu dan bla bla bla”kataku, “terus eneng apa?”tanyaku, “ini ak bla bla bla”balasnya, “berapa semuanya mbak?”tanyaku, “oh ini semua gratis mas”jawab pelayannya, “iiihh aak gimana sih bikin malu, ini semua kan udah di pesan sama kak Toni”sahutnya, “oh iya-ya, maaf ya neg”kataku, “iya ak”balasnya

“yuk neng kita cari tempat duduk biar ngegombalin kamu lebih asyik lagi”rayuku, “iiiiihh reseeekk”balasnya, “eh biarin”balasku, “tuh kan iiihh makin resek deh Jinan cubit juga nih perutnya”rayunya, “aw sakit tau aak balas nih ya”kataku “eh ak jangan geli tau”pintanya, “biarin habis kamu sih mulai genit sama aak”rayuku

~ BEBERAPA SAAT KEMUDIAN ~

“hai bro kamu di sini?”tanya kak Widi padaku, “iya kak, kakak ngapain di sini?”tanyaku balik, “oh aku mau makan malamlah sama Shani”balas kak Widi, “oh iya kak mana ci Shani nya?”tanyaku lagi padanya, “eh Dewa kamu tuh sama Shani masih tuaan kamu lagi” balas kak Widi padaku, “emang salah ya kalo manggil dia cece, kan sebetar lagi aku bakalan jadi adek iparnya”gurauku padanya, “hust jangan ngawur kamu”marahnya, “loh benerkan kak?”gurauku lagi

“eh ada Jinan apa kabar kamu?”tanyanya pada Jinan, “sudahlah mas jangan ngalihin pembicaraan”kataku pada kak Widi, “hust diam kamu”balas kak Widi padaku dengan nada marahnya, “Jinan baik kak, kalo kakak giman?”tanya Jinan balik

“baik kok, oh iya kakak mau bisikin sesuatu sama Jinan”pintanya, “apa itu kak?”tanya Jinan pada kak Widi, “mana kupingnya neng geulis”rayunya pada Jinan, “haduh kakak sama adek sama saja”kata Jinan, akupun hanya tersenyum saja

“jagan adek kakak ini yah, kalo perlu gembok dia biar ga ke cewek lain”kata kak Widi pada Jinan, “ok kak”balas Jinan pada kak Widi

Tak lama kemudian Shanipun datang menghampiri Widi dan kami berdua, “tuh ada Shani kakak tinggal dulu ya, Wak iki kunci omahe”katanya, “iyo bang, nuwus yo”balasku, “oyi le”sahut kak Widi padaku, “ak itu tadi artinya apa sih?”tanya Jinan padaku “eh rahasia”rayuku, “iiiiiiiihhhh resekk”balasnya

Perbincangan ku dengan Jinanpun tak terasa lebih dari tiga jam dan waktunya untuk mengantarkan Jinan untuk pulang kerumahnya agar orang tuanya tidak lebih kuatir lagi, “yuk neng aak anterin pulang kasihan mama sama papa kamu udah malam banget ini”pintaku, “iya ak”balasnya

Sesampainya aku di depan rumahnya neng Jinan akupun berniat untuk membukakan pintu agar kelihatan seperti putri raja tapi dia menolaknya dan dia bisa bilang “saranghaeo opa” sambil menujukan jarinya padaku dan ku balas “iya aak juga”, lalu dia membuka pintu mobilku dan bergegas masuk rumah dan mengunci pagar sambil melambaikan tangannya ke arah mobil ku

 

~ BERSAMBUNG ~

Harimau yang bersekutu dengan serigala   ahahahaha

Silahkan Rate Cerita ini

author
Harimau yang bersekutu dengan serigala   ahahahaha