VinyStory – My Queen My Inspiration – Part VI

No comment 1180 views

Betapa bahagianya
hatiku saat kududuk berdua denganmu
Berjalan bersamamu
Menarilah denganku

Pagi yg hambar ini ku ditemani oleh lagu Payung Teduh. Hari2ku terasa kosong, semangat kerja menjadi hilang, bahkan aku berkali2 kena teguran bos karna gk fokus dan sering telat menyerahkan laporan. sempat kuberpikir, untuk apa aku bekerja keras kalau dia yg kuperjuangkan dan ingin kubahagiakan kelak telah pergi meninggalkanku. Beberapa foto Viny yg kusimpan di HP seolah2 menjadi pengobat rindu sekaligus menjadi api yg membakar hatiku, begitu panas dan sakit. Hubungan yg begitu singkat namun terlalu dalam.

Hampir setiap malam sebelum tidur aku selalu membuat IG Story dgn tulisan2 sedih dan terpuruk. Aku berharap Viny melihat IG Storyku, tapi selama 2 Minggu ini tidak ada hasil apapun. Hanya beberapa kata2 motivasi dari teman2ku yg berusaha menguatkan aku. Tidak ada yg tau tentang masalah ini, kecuali ibuku. Aku curhat sambil menangis pada ibuku melalui telpon. Sebagai org tua, ibuku memberi nasehat yg bijak namun tetap tidak dapat mengobati hatiku. Apakah Viny tidak begitu mencintaiku sehingga begitu cepatnya dia melupakan aku?

Hari ini jalanan Kota Jakarta tidak terlalu macet, aku tiba di kantor lebih cepat. “Selamat pagi Kk ku sayang” (sambil tersenyum manis kepadaku), ahhhh bayangan itu terus menghantuiku, menyiksa batinku. Aku berjalan cepat menuju ruanganku, aku gak mau melihat bekas ruangan Viny, karena itu akan menyakitkanku. Lalu bagaimana dgn meja kerjaku? Meja yg telah menjadi saksi percintaan kita berdua? Meja yg menopang tubuh Viny saat dia menyerahkan hal paling berharga dalam hidupnya untuk diriku? Meja yg mendengarkan suara2 cinta kami berdua. Tiba2 air mataku kembali menetes, ini gk adil.

Tiba2 Pak Joko (penjaga kantor) masuk ke ruanganku dan menyerahkan sebuah amplop. “Bos, ini buat bos”, “Makasi ya Pak”. Kubolak-balik amplop tersebut, kemudian kubuka. Saat kubaca, ternyata isinya mengejutkan diriku. Sebuah surat yg memberitahukan bahwa program beasiswa S2 ku di University of Tokyo, Jepang telah di acc. Aku harus menyelesaikan beberapa persyaratan lagi dan diberi waktu 1 bulan untuk mengurus semua itu.

Ini adalah mimpiku untuk mencapai kebahagiaan di masa depan, namun kepada siapakah kebahagiaan ini akan kubagi? Tiba2 semangatku kembali down. Aku memotret surat tersebut dan ku post di IG Story dan kuberi caption “Kepada siapa kebahagiaanku akan kubagi?” sambil memberi emoticon menangis. Ahhh lupakan. Aku membuka Macbookku dan kembali bekerja.

Seakan2 jam biologis dalam tubuhku telah disetting aku akan bersedih di jam2 tertentu. Salah satunya adalah saat makan siang, tidak ada lagi suara dan senyuman manis yg memanggilku. Rutinitas yg telah ku jalani dgn Viny benar2 membuatku terpuruk krna kenangannya begitu dalam. Siang ini aku akan pulang lebih cepat, karna akan mempersiapkan beberapa persyaratan untuk S2 ku ke Jepang. Sebelum pulang ku buka HPku dan mengecek IG Storyku. Ada beberapa org yg melihat dan seperti biasa aku mengecek siapa saja yg melihat IG Storyku.

Saat ku scroll down aku melihat nama jkt48Yona, aku menjadi heran karena setiap aku update IG Story, Yona selalu melihat IG Storyku, apa yg spesial dari akunku? Atau mngkin aja dia cuma nyasar doank. Udahlah, gk terlalu penting buatku.

Kupacu mobil kesayanganku menuju Apartment. Setelah tiba, segera kupersiapkan berbagai persyaratan tadi. Kemudian kukirim melalui e-mail. Tidak lupa aku menelpon ibuku untuk memberitau kabar gembira ini. Ibuku kegirangan dan bersyukur.

Sore ini aku ditemani secangkir kopi panas dan sebatang rokok serta lantunan lagu Boku No Taiyou milik JKT48. Lagu ini membuatku senyum2 sendiri, tersenyum namun dalam hati tetap menangis. Inilah aku yg harus tetap tegar sekaligus pengecut. Aku pengecut gak berani dateng lngsung ke rumah Viny, atau tungguin di depan Lobby. Sebenarnya hal itu ingin kulakukan, namun aku tidak ingin ada masalah lagi yg akan menimpa Viny. Ahhhh bodoamat, apapun akan kulakukan demi cintaku, akupun mandi dan bersiap2, kemudian aku memacu mobilku menuju rumah Viny.

Saat tiba di rumah Viny, “Selamat malam, Permisi”, kemudian disaut oleh suara adik Viny. Saat kutanya apakah Viny ada? Adiknya menjawab, “Kak Viny gk dirumah”, akupun tertunduk lesu. Kemudian dgn langkah gontai aku keluar pagar rumahnya, perasaanku hancur sehancur2nya. Aku berusaha menahan tangis, dan tiba2 “Nak Andre”, aku pun menoleh, dan ternyata ayah Viny memanggilku. “Duduk dulu, Ayah mau bicara sama kamu” kata beliau, akupun menuju ruang tamunya. Aku duduk di sofa yg pernah menjadi saksi cintaku dan Viny. Ayah Viny duduk di sampingku, namun matanya menghadap tepat ke arahku. Aku hanya tertunduk dan mataku berkaca2.

“Nak, om tau masalah kmu dgn Viny, dia selalu cerita ke ayah tntang kmu, tapi kmu udah bikin anak om kecewa” kata ayah Viny. Tiba2 air mataku tak terbendung, aku menangis di hadapan ayah Viny. Tangisanku begitu dalam, siapapun tau itu adalah tangisan yg tulus. “Maaf om, aku cinta anak om, maafin aku nangis kyk gini” kataku dgn lirih. “Tidak ada yg salah dgn menangis, kmu cowok yg tegar dan bertanggung jawab, om tau itu” Kata ayahnya. “Tapi konsekuensi dalam sebuah hubungan, jika sudah melanggar prinsip, maka kamu harus menerima dgn lapang dada” kata dia lagi. Tangisanku makin dalam, aku tau maksud dari perkataan itu. “Om hormati keputusan Viny, berpikirlah ke depan, apapun keputusan kalian, om selalu dukung”. Apakah Viny sudah benar2 memutuskan hubungan ini? (tanyaku dalam hati).

Obrolan kami begitu mengena di hati, dan akhirnya aku pamitan pulang. Aku bersalaman dgn Ayah, Ibu dan adik Viny. Dgn mata sembab aku keluar rumah Viny, diikuti oleh ayahnya. “Klo kmu bahagia dgn Viny dan yakin bisa membahagiakan Viny, perjuangkan Nak”, tiba2 kata2 itu keluar dari mulut Ayah Viny. Akupun berbalik badan dan kembali mendekati Ayah Viny, aku memeluknya sambil nangis. Kemudian aku bersalaman sekali lagi dgnnya.

Setiba di apartment, akupun mencari gambar2 tentang Tokyo, kemudian kusimpan ke HPku dan kujadikan latar belakang IG Story, dan kububuhi caption “Aku Berhak Memperjuangkan Kebahagiaanku”, dan seperti biasa, Yona melihat IG Storyku. Malam ini sama seperti malam2 sebelumnya, kulalui dgn melamun. Kuputar lagu2 setlist Seishun Girl milik JKT48 tim KIII. Lagunya begitu menyentuh hati.

Pembatas pergantian hari cinta
Jika malam ini lewat
Pasti sesuatu akan berubah

Pembatas pergantian hari cinta
Menginjak keras pedal gas
Ke tempat yang teramat jauh
Ah, inilah escape impian

Lirik yg membuat imajinasiku menjadi liar dan tersenyum sendiri. Yaa itu adalah lirik dari lagu yg berjudul Hizukehenkousen. Lagu yg menemaniku mencapai alam mimpi, mengaburkan segala kenyataan dalam kehidupanku. Kisah cinta yg dalam, betapa agungnya cinta. Aku menarik nafas sedalam2nya, dan membuat IG Story dgn latar belakang hitam. “Tepat di hari ini, jam ini, detik ini, aku mengikhlaskanmu, wahai sang Himawari, Berbahagialah untukku walau tidak denganku”. Kemudian kulempar HPku di kasur sebelahku dan aku mulai tiduran.

BERSAMBUNG

Reach what you love, and love what you reach!

Silahkan Rate Cerita ini

author
Author: 
    Reach what you love, and love what you reach!