VinyStory – My Queen My Inspiration – Part VII

No comment 1793 views

Tidak terasa, 2 hari lagi aku akan meninggalkan Indonesia menuju Jepang untuk mengambil S2 di University of Tokyo, mengejar impian dan cita2ku. Bagaimana dgn Viny? Sejak sebulan lalu, aku telah mengubur dalam2 apapun yg berhubungan dgn Viny. Walaupun itu adalah hal yg paling bullshit menurutku, karena dalam hati kecilku, aku terus berharap ada keajaiban. Aku masih berharap Vinylah yg akan menjadi pendampingku hingga kita menjadi tua bersama. Ahhh, sudah, sudah, move on, moveee ooon, pikiranku berkecamuk, seakan2 ada 2 pribadi dalam diriku yg sedang berkelahi.

Pagi ini, teh hangat menemaniku tanpa rokok. Kenapa? Karena sejak ditinggal Viny, semangatku memudar, walaupun di sisi lain aku berusaha tetap tegar, tapi itu cuma kebohongan. Bahkan hanya untuk membeli stock kopi saja aku males. Untung saja aku punya stock teh celup yg entah kapan expirednya. Selama ini aku mengisi kekosongan hatiku dgn curhat ke ibuku tntang Viny. Aku berkeluh kesah tentang rasa kehilanganku. Ibuku adalah pendengar yg baik, walaupun nasehat2nya kurang mengena, tapi paling nggak ada org yg mau mendengarku. Oh iya, siang ini aku janjian dgn teman2 kantorku untuk makan bareng, sekalian perpisahan, karena aku sudah resign sejak 2 hari yg lalu.

Sekali lagi aku mengecek check list yg sudah kubuat dan menyocokkan dgn barang2 bawaanku yg sudah kutata rapi di dalam koper besar. Kugantung kemeja yg pernah dipakai oleh Viny tanpa pernah kucuci sama sekali sejak dikembalikan dulu. Kemeja ini akan kupakai saat kepergianku nanti.

Siang pun telah tiba, telponku berdering berkali2, teman2 kntorku pada nelpon dan memberitau klo mereka sudah di Gandaria City. Ya, kami janjian di mall Gandaria, kebetulan bos ku juga akan datang. Akupun bergegas menuju Gandaria City menggunakan mobilku. Waduh, aku jadi teringat, harus kutitip kemana mobilku selama aku di Jepang? Karena butuh waktu 2 sampai 3 tahun untuk menyelesaikan study S2 ku di sana. Ahhh nanti aja dipikir, toh ada beberapa teman kntor yg bisa kutitipin.

Akhirnya akupun tiba di Gandaria City, aku menuju restoran tempat kami janjian. Tiba di sana kami pun bersalaman dan mulai memesan makanan. Kami tampak akrab walaupun aku hanya sebentar bekerja di kantor itu. Kami makan2 sambil ngobrol2 tntang kehidupan kami masing2. Tiba2 si bos bertanya “Ndre, Viny gmana? Kamu gak cari dia?”, mendengar pertanyaan itu aku langsung terdiam dan lesu. Aku menarik nafas panjang dan mengatakan bahwa kami sudah putus. Teman2ku sudah tau klo kami sudah putus sehingga mereka pun ikut terdiam. Ada yg memberiku motivasi, ada yg menepuk pundakku. “Sabar Ndre, lu gagah, banyak kok cewek yg mau ama lu” kata salah seorang temanku.

Siang itu kuhabiskan dgn ngobrol bareng teman2 kantorku, hingga akhirnya kamipun harus berpisah. Aku bersalaman dengan mereka dan saling berpelukan. Ada yg mengucapkan selamat padaku, ada jg yg mengingatkanku, klo udah sukses, mampir2 ke kntor. Suasana hari ini lumayan mengobati rasa kehilanganku terhadap Viny. Bisa dibayangkan hampir 2 bulan perasaanku terhadap Viny tidak pernah memudar sedikitpun. Selama itu juga aku menahan rasa sakit yg begitu dalam.

Tidak terasa sudah sore hari, aku berniat untuk balik ke apartment. Baru berjalan menuju parkiran tiba2 HPku berdering kembali, saat kulihat trnyata dari nomor asing. Setelah kuangkat tiba2 suara seorang cewek menyapaku, “Halo kak”, ternyata itu Sinta “Ada apa sih? Tolong jgn ganggu aku lagi, sudah cukup kmu rusak masa depanku” jawabku dgn ketus kemudian kututup HPku. Sinta terus berusaha menelponku tapi selalu ku reject, hingga akhirnya dia mengirim SMS. “Kak, maafin aku, tolong angkat tlponnya, setelah ini aku gk akan ganggu kmu lagi”. Hmmmm, okelah klo begitu, baru beberapa menit setelah SMS, Sinta kembali menelpon. Kemudian kuangkat

Sinta: Halo Kak
Aku: Ya, knp?
Sinta: Aku pingin ketemu, ada yg mau aku bicarakan
Aku: Aku mohon, jgn ganggu aku lagi
Sinta: Ini terakhir kalinya aku ngajak ketemuan
Aku: Ada apa?
Sinta: Nanti aku jelaskan, kita ketemu di PP jam 7 malem, tempat kita pernah ketemu dulu

Dgn terpaksa aku harus mengiyakan. Aku marah dgn Sinta bukan tanpa alasan, dialah yg menyebabkan aku kehilangan org yg kucintai. Kemudian pikiranku kembali Flashback ke belakang, kembali mengingat pertama kali Viny tersenyum ke arahku, pertama kali dia menyapaku saat di kntor, pertama kali dia merepotkanku karena sakit namun justru malah membuatku bahagia, pertama kali berciuman dgn Viny, nyesek bgt, bener2 nyesek.

Akupun kembali ke Apartment, mandi dan kemudian ganti pakaian lalu berangkat kembali menuju PP. Sebenarnya dlm hatiku sudah sangat males dan kesel, tapi Sinta sudah berjanji bahwa ini pertemuan terakhir kita. Akupun tiba di PP dan menuju ke restoran tmpatku prnah bertemu dgn Sinta dulu. Kutelpon Sinta, katanya aku disuruh memesan makanan terlebih dahulu, karena dia sedang di jalan. Akupun hanya memesan Watermelon Juice tanpa gula. Mungkin minuman ini akan membuat otakku segar kembali. 15 menit kemudian, seorang cewek mengenakan kaos berwarna putih dan celana jeans datang ke arahku, ya dia adalah Sinta, mantan pacarku yg sudah merusak hubunganku dgn Viny.

Sinta duduk di depanku dan memesan Watermelon Juice jg, alasannya biar sama dgnku. Aku hanya tersenyum sinis mendengarnya berkata itu. “Langsung aja, ada apa?” Tanyaku, “Sabar ya kak, kita minum dulu” jawab Sinta. Mendengar kata itu tiba2 aku langsung menghabiskan minumanku. Rupanya Sinta melihatku dgn tatapan sedih, tatapan kehilangan, kemudian Sinta memegang kedua tanganku. Aku berusaha menepis namun Sinta tetap memegang tanganku.

Sinta: Kak, maafin aku ya, aku cinta sama kk
Aku: Jgn ngomong cinta deh, lngsung aja, ada apa?
Sinta: Aku selalu liat status dan IG story kk, selalu sedih
Aku: Bukan urusanmu
Sinta: Apa yg bisa bikin kk ceria lagi? Bahagia lagi sprti dulu?
Aku: Gak ada, kmu sudah ngerusak semuanya

Mendengar jawabanku yg begitu ketus, Sinta mengeluarkan air mata. Dia menangis di hadapanku

Sinta: Aku cinta sama kk, jadi aku akan bahagia klo aku bisa bikin kk bahagia
Aku: Kmu mau bikin aku bahagia? Mustahil, kmu sudah bikin org yg aku cintai pergi ninggalin aku
Sinta: Maafin aku ya kak, aku janji akan bikin kk bahagia, tapi ada syaratnya
Aku: Maksud kamu?
Sinta: Peluk aku kak, untuk terakhir kalinya, karena setelah ini, aku akan mengikhlaskan kk

Kemudian Sinta memelukku, aku jg membalas pelukannya walaupun tanpa ada rasa sedikitpun. Namun yg kurasakan adalah pelukan yg begitu tulus, pelukan yg begitu erat, seolah2 takut kehilangan. Sinta menangis sesenggukan di dalam pelukan, kami berpelukan cukup lama, hingga akhirnya dia melepasku.

Sinta: Kak, mulai saat ini, aku ikhlas demi kebahagiaan kk
Aku: (Hanya terdiam krna gk tega melihat tangisan Sinta)
Sinta: Kk tunggu di sini ya, aku mau cari sesuatu sebentar, pokoknya harus tunggu

Akupun mengiyakan, mngkin dia ingin memberiku kenang2an. Ahh sudahlah, gk apa2, toh semuanya sudah terjadi, aku mau memaafkan ataupun tidak memaafkan Sinta tidak akan merubah keadaan.

10 menit lebih aku menunggu Sinta di kursi ini. Pikiranku makin gk karuan, aku rindu Viny, knp dia gak bisa hilang dari hatiku? 2 bulan ini sangat menyiksaku. Aku menutup mataku dgn kedua tanganku seolah2 ingin menghindar dari kenyataan. “Kak”, tiba2 terdengar suara Sinta kembali. Saat kubuka mata dan menoleh ke arahnya, ternyata dia menggandeng seseorang. Dia menggandeng Viny, ahhhh iya, itu Viny, ini benar2 nyata. Tiba2 aku berdiri, entah Sinta berkata apa kepadaku, aku tidak menghiraukannya, aku berlari ke arah Viny, kupeluk Viny dgn erat, air mataku membasahi pipi. Viny jg menangis sambil mendekap diriku. Kami berpelukan dgn mesra, aku gk bisa mengungkapkan perasaanku saat itu. Aku menangis “Sayang, jgn tinggalin aku, tolong, aku tersiksa selama ini” bisikku di telinga Viny, “Iya kak, aku gk akan ninggalin kk, maafin aku ya kak, aku sayang kk”. Entah berapa lama kami berpelukan, sampai akhirnya kami berdua tersadar, trnyata Sinta sudah tidak ada di antara kami. Dia sudah meninggalkan kami, entah kapan.

Yg terpenting bagiku saat ini, wanita pujaanku sudah kembali dalam pelukanku.

Aku: Sayang, lusa aku brgkt ke Jepang
Viny: Aku tau kak
Aku: Tau darimana?
Viny: Aku selalu liat IG story kk pake akun kak Yona
Aku: Oh selama ini, kmu liat statusku donk
Viny: hihihi, iya kak

Kami kembali berpelukan, “Apa rencana hari ini?” Tanyaku kepada Viny, “Hari ini aku pingin sepenuhnya jadi milik kk”. Tanpa berpikir maksud kata2 itu, aku langsung memacu mobilku menuju Apartmentku, sepanjang perjalanan kami saling berpelukan. Cinta kami yg sudah tertahan selama 2 bulan kembali menggelora. Inilah aku yg baru, seperti terlahir kembali.

Tiba di apartment, aku mempersilahkan Viny masuk ke kamarku. Viny duduk di sofa kamarku, dan kamipun mulai bercerita. Ternyata sejak 3 hari yg lalu Sinta terus menghubungi Viny dan ngajak ketemuan. Sinta minta maaf dan meyakinkan Viny bahwa dia hanyalah masa lalunya, masa lalu yg tidak dpt dijadikan alasan untuk mengukur baik buruknya seseorang. Bahkan Sinta jg lah yg memohon kepada Viny agar kita berdua balikan. Ternyata dibalik sikap Sinta yg begitu egois, rasa cintanya kepadaku begitu tulus. Dia rela mengorbankan ego dan cintanya demi kebahagiaanku, thanks Sinta.

Viny meneteskan air mata, aku hanya tersenyum lepas karena tidak dapat menahan rasa bahagia dalam diriku. Kemudian kutarik tubuh Viny dan kucium bibirnya secara tiba2. Viny membalas ciumanku, lidah kami bermain begitu liar. Kami saling bertukar air liur, entah brp banyak air liur Viny yg masuk ke mulutku, rasanya bagaikan penyegar di tengah gurun pasir yg panas, 2 bulan kutahan semua ini, hari ini akan kulepaskan semua rasa cintaku kepadamu Viny. Viny menekan kepalaku, ciumannya begitu dahsyat, entah knp, aku merasakan ciuman kali ini adalah yg terbaik, begitu dahsyat dan liar.

Akupun berdiri dan menarik tubuh Viny lalu mendorongnya ke kasur. Viny terjatuh terlentang di kasurku, kemudian kutindih tubuh Viny sambil melanjutkan ciuman yg dahsyat tadi. Kami sudah tidak peduli apapun yg terjadi, ciuman kami membuat rasa penantian selama ini menjadi sirna. Rasa rindu dan siksa batin menjadi hilang seketika. Yg ada saat ini adalah rasa cinta yg tumbuh kembali.

Seakan2 tidak ingin menunggu lama, kubuka bajuku dan celanaku, Viny pun membuka seluruh pakaiannya hingga celana dan cd nya. Kami berdua telanjang bulat dan kembali kutindih tubuh Viny. Kami kembali berciuman. Kali ini tanganku meremas2 payudara Viny sambil memainkan puting susunya. Tangan Viny begitu terampil menggenggam dan mengocok penisku dgn pelan.

Kemudian Viny berinisiatif menuju ke penisku, rupanya dia ingin mengisap penisku. Aku menyuruhnya naik ke atas tubuhku sambil mengambil gaya 69. Viny menyepong kontolku dgn kencang. Akupun mulai menjilati memeknya. Aroma memek Viny yg selalu kurindukan setiap saat akhirnya kembali kurasakan. Lidahku masuk ke dalam lubang memek yg sudah begitu basah. Rasanya agak asin namun malah membuat gairahku memuncak. Viny menggoyangkan pantatnya, lidahku terus menyapu memek dan pantatnya. Tanganku membuka lubang memeknya dan kumasukkan lidahku sehingga membuatnya menggelinjang begitu hebat. Dan seperti biasa, tubuh Viny mengejang hebat, desahannya begitu kuat hingga dia mengapitkan kedua pahanya dan srrrrrrr, cairan bening keluar dari memeknya. Viny squirt di wajahku untuk pertama kali setelah sekian lama.

Seolah2 gk mau tau, aku kembali menjilati memeknya yg benar2 basah trsebut. Sepongannya pun makin kuat dan main dalam hingga akhirnya Viny melepas sepongannya dan berbalik arah. Viny jongkok di atas kontolku dan mengarahkannya ke lubang memeknya. Kontolku diduduki oleh Viny, dan masuk ke memeknya secara perlahan. Viny menggenjot kontolku dgn perlahan. Sungguh nikmat melihat permainan Viny yg begitu liar.

Goyangan Viny begitu keras menghasilkan suara yg khas. Viny menggenjot kontolku naik turun kemudian menggoyang2nya. OMG, memeknya yg begitu sempit dan goyangannya yg begitu dahsyat membuat diriku tidak dapat menahan kenikmatan yg akan mencapai puncak. Aku meremas kedua payudara Viny sambil memainkan putingnya. Viny terus bergoyang, sampai akhirnya tubuhku mengejang, aku berusaha memindahkan tubuh Viny, namun dia menolak untuk mencabut penisku. Viny tetap bergoyang, “Saaayaang, aku mau keluar” kataku dgn nada mendesah, “Aku juga kak, kita keluar samaan” jawab Viny dgn manja. Aku menekan memeknya sedangkan Viny jg menduduki kontolku, “Ahhh sayang, mau keluar nih” kataku, “Iyaa kak, keluarin aja di dalem”. Lalu kami berdua kembali bergoyang.

Semakin lama goyangan kami berdua makin liar, hingga akhirnya, “Aahhhrhhhhhh ahhhhhh kaak aku keluar” kata Viny, diikuti dgn semburan spermaku di dalam memeknya. Badan kami pun menjadi lemas, tubuh Viny terkulai dan jatuh sambil menindihku. Kami Berpelukan dlm keadaan telanjang bulat, dan kontolku masih menancap di memek Viny. “I Love u kak”, kata Viny manja, “Love u too sayang, awas klo tinggalin aku lagi” jawabku. Setelah itu kami berdua pun mandi air hangat menggunakan shower. Di kamar mandi kami melakukannya sekali lagi. Entah rasanya libido kami selalu naik setiap saat. Hari itu sangat indah, Viny menginap di apartmentku. Selama di kamar, kami berdua tidak mengenakan sehelai benangpun. Kami benar2 menikmati saat2 itu. Jika dihitung, 5 kali kami berhubungan badan hingga akhirnya kami berdua tidur sambil berpelukan di dalam selimut dan masih dalam keadaan telanjang bulat.

Malam ini akulah milikmu, takkan kubiarkan dekapanku terlepas untuk kedua kalinya. Sang Himawari yg telah kuikhlaskan mencapai kebahagiaannya sendiri, akhirnya kembali karena dia berhak mendapatkan kebahagiaan yg telah dipilihnya, yaitu untuk hidup bersamaku.

BERSAMBUNG

Silahkan Rate Cerita ini

Reach what you love, and love what you reach!

author
Author: 
    Reach what you love, and love what you reach!