Yamatashi Miyura Season Quatre

No comment 1370 views

Beberapa bulan telah berlalu setelah kejadian dimana aku di putuskan oleh Sofia, dan yang membuatku kesal adalah dia mengetahuinya dari yang bersangkutan langsung yaitu Aninditha Rahma Cahyadi alias Anin yang telah ku beri tahu agar dia tidak menceritakan kejadian waktu itu dengan siapa pun eh malah dia sendiri yang menceritakannya, ke Sofia pula, mana jujur pula aseeemmm

Lalu ku telfonlah si Anin itu, tapi apa ya aku harus memarahinya, tapi aku juga kesal sih sama dia, kenapa bilang-bilang kan doi udah janji sama guwe hhhuuuuuffftt

KKKRRRRRRRRRIIIIIINNNNGGGG

“halo, eh kakak tumben nelpon Anin lagi, ada apa kak?”tanyanya, “emm Anin kakak mau bicara sama kamu bisa?”tanyaku balik, “bisa kak”jawabnya, “ok kalo gitu kita ketemuan di cafe *** ya”kataku, “oh cafe itu, kira-kira kapan ya kak?”tanyanya, “besok bisa?”tanyaku balik, “bisa kak”balasnya, “jam enam sore ya, aku tunggu”sahutku, “ok kak”balasnya

KEESOKAN HARINYA ~ 

“halo Anin kok lama ya jadi gak nih”tanyaku di telpon, “oh iya kak jadi kok sebentar ya Anin siap-siap dulu”balas Anin, “huuuffftt dasar cewek kalo udah dandan pasti lama gak kayak kita cowok cepet kaya Dani Pedrosa hehehe, sambil nunggu Anin aku pake earphone agar suasana jadi santai kaya di pantai ahahaha

Selang beberapa menit kemudian tibalah Anin bersama dengan Neneng Rodiana alias Ochi bersama dengan Rezky Wiranti Dhike alias Dhike, Nadhifa Salsabila alias Nedse dan Indah Permata Sari alias Indah,”weehh buseett banyak amat mau jadi girlband nih?”tanyaku pada mereka

“ah gak kok kak kita di sini di ajak Anin, katanya sih minta temenin aja”kata Dhike, “oh kirain pingin kaya dulu lagi”kataku, “ah gak kok kak”jawab Nedse yang sekarang berprofesi sebagai Disk Joki a.k.a DJ, “eh Nedse kamu sekarang jadi DJ ya, bagus kamu kalo lagi mentas”kataku, “ah kakak bisa saja”balas Nedse

“eh aku boleh bicara gak sama Anin berdua saja”pintaku pada mereka, “em ada apa kak, kok berdua saja atau jangan-jangan kakak mau”kata Ochi sambil mencurigai ku

“emang kakak sama Anin mau ngapain coba?”tanyaku, “ya barang kali kakak mau ngapa-ngapain Anin lagi, bener kan?”tanya Ochi, “ah gak kok”balasku, “bener kak?”tanya Dhike dan Indah padaku

“iya bener”jawabku, “serius?”tanya mereka berdua lagi, “serius pake banget lagi”jawabku, “ah gak mau entar kakak bohong”sahut Ochi, “ya amppuuunn masa ga percaya sih”kataku, dan mereka kompak bicara “tidak” termasuk Aninpun berkata demikian

“plis lah girls, ya”pintaku lagi, “no no no”sahut Ochi, “kakak bohong nati”kata Nedse memeastikannya, “enggak kok”jawabku, “bohong kakak tukang bohong”sahut Dhike, “aseeemmm kalo gini mana bisa guwe bals dendam sama Anin tentang kejadian kemarin”gumamku

“apa kakak bilang tadi”sahut Anin, Dhike, Indah, Nadse dan Ochi, “buseeettt kompak amat ya kalian”sahutku dengan mengalihkan pembicaraan, “jangan ngalihin pembicaraan kak”sahut Ochi, “eh gak kok”jawabku, “bohong kakak tukang bohong”sahut Dhike lagi, “eh laper nih pesan makanan dong”kata Anin, hufffttt helah nafasku

“pelayannn”kata Ochi, “iya mbak ada yang bisa saya banting, eh bantu maksutnya”kata pelayan itu, “ah si mas bisa saja”sahut Ochi lagi, dan pelayan itu hanya bisa tersenyum saja kepada Ochi, dan ku lihat sepintas pelayan itu tertarik dengan keindahan tubuh Neneng Rosdiana a.k.a Ochi

“oooiii mas ngelamun baek, aya naon kang?”tanyaku pada pelayan cafe itu, “ah ndak-papa kok mas, jadi kalian mau pesan apa?”tanya pelayan itu, “guwe pesan bla bla bla”kata Ochi, ” eh guwe dong,guwe pesen bla bla bla”sahut Dhike, dan merekapu saling memesan menu kesukaan mereka masing-masing

 

~ BERSAMBUNG ~

Manusia yang suka berkelompok

hahahaha

Silahkan Rate Cerita ini

author
Author: 
    Manusia yang suka berkelompok hahahaha